alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Bertemu Dubes Selandia Baru, Menko Airlangga Bahas Kerja Sama Banyak Bidang

JAKARTA – Beberapa pembahasan dilakukan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Kevin Burnett ONZM di Jakarta pada Rabu (2/2). Misalnya soal perkembangan penanganan pandemi Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi. Selain itu, keduanya juga prioritas Indonesia dalam Presidensi G20 tahun ini.

‘’Indonesia dan Selandia Baru memiliki target peningkatan nilai perdagangan dua arah sebesar NZD4 miliar hingga 2024, sehingga penting bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama agar target tersebut dapat tercapai,’’ ujar Dubes Burnett.

Saat ini, nilai perdagangan Indonesia dan Selandia Baru mencapai NZD 1,5 miliar. Selandia Baru mengekspor berbagai dairy products seperti susu, keju, yoghurt dan lainnya. Pada kesemapatan tersebut, Menko Airlangga sempat menyinggung kontribusi Fonterra dalam perdagangan berbagai produk tersebut. Termasuk dukungan terhadap masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kapasitas di bidang persusuan.

Selain tertarik untuk mengetahui prioritas Indonesia dalam Presiden G20 2022, Dubes Burnett juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Indonesia atas pelaksanaan Keketuaan APEC Selandia Baru. Serta menawarkan bantuan untuk Presidensi G20 Indonesia dan peluang yang dapat dikerjasamakan pada berbagai sektor antara kedua negara.

‘’Tiga agenda prioritas G20 yang diusung Indonesia, yakni kesehatan global, isu transisi energi dan transformasi digital, dapat dikerjasamakan melalui berbagai proyek konkret antara Indonesia dan Selandia Baru dalam sektor kesehatan, pertanian, energi, lingkungan, dan perdagangan,’’ ujar Airlangga.

Baca Juga :  Lima Tahun Ipong-Soedjarno Prioritaskan Perbaikan Jalan

Pertemuan tersebut juga mengupas fokus pemulihan tatanan ekonomi global pasca pandemi agar menjadi lebih kuat, inklusif, dan kolaboratif dengan memanfaatkan digitalisasi. “Digitalisasi adalah game changer pada masa pandemi, dan tumbuh pesat saat pandemi dibanding saat pra-pandemi,” tegas Airlangga.

Transformasi digital mendukung upaya Indonesia membangun kembali tata kelola dan arsitektur ekonomi pasca pandemi, dan pertumbuhannya sangat tinggi, terutama pada sektor online education dan telemedicine. Digitalisasi juga mendukung pendaftaran dan pelaksanaan pelatihan Program Kartu Prakerja.

Menko Airlangga kemudian mengundang Selandia Baru untuk dapat menjadi mitra pada program transisi energi. Salah satu kerja sama yang dapat dikembangkan adalah tenaga panas bumi. Sektor energi, khususnya transisi energi fosil menjadi energi baru dan terbarukan (EBT), menjadi agenda prioritas G20 yang menarik perhatian dunia internasional, tak terkecuali Selandia Baru.

Sebagai informasi, Dubes Kevin Burnett baru menyerahkan kredensial kepada Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2021 lalu. (don/her/adv)

JAKARTA – Beberapa pembahasan dilakukan antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, H.E. Kevin Burnett ONZM di Jakarta pada Rabu (2/2). Misalnya soal perkembangan penanganan pandemi Covid-19 dan upaya pemulihan ekonomi. Selain itu, keduanya juga prioritas Indonesia dalam Presidensi G20 tahun ini.

‘’Indonesia dan Selandia Baru memiliki target peningkatan nilai perdagangan dua arah sebesar NZD4 miliar hingga 2024, sehingga penting bagi kedua negara untuk meningkatkan kerja sama agar target tersebut dapat tercapai,’’ ujar Dubes Burnett.

Saat ini, nilai perdagangan Indonesia dan Selandia Baru mencapai NZD 1,5 miliar. Selandia Baru mengekspor berbagai dairy products seperti susu, keju, yoghurt dan lainnya. Pada kesemapatan tersebut, Menko Airlangga sempat menyinggung kontribusi Fonterra dalam perdagangan berbagai produk tersebut. Termasuk dukungan terhadap masyarakat Indonesia dalam meningkatkan kapasitas di bidang persusuan.

Selain tertarik untuk mengetahui prioritas Indonesia dalam Presiden G20 2022, Dubes Burnett juga menyampaikan terima kasih atas dukungan Indonesia atas pelaksanaan Keketuaan APEC Selandia Baru. Serta menawarkan bantuan untuk Presidensi G20 Indonesia dan peluang yang dapat dikerjasamakan pada berbagai sektor antara kedua negara.

‘’Tiga agenda prioritas G20 yang diusung Indonesia, yakni kesehatan global, isu transisi energi dan transformasi digital, dapat dikerjasamakan melalui berbagai proyek konkret antara Indonesia dan Selandia Baru dalam sektor kesehatan, pertanian, energi, lingkungan, dan perdagangan,’’ ujar Airlangga.

Baca Juga :  Airlangga Apresiasi TNI-Polri Bantu Tangani Pandemi Covid-19

Pertemuan tersebut juga mengupas fokus pemulihan tatanan ekonomi global pasca pandemi agar menjadi lebih kuat, inklusif, dan kolaboratif dengan memanfaatkan digitalisasi. “Digitalisasi adalah game changer pada masa pandemi, dan tumbuh pesat saat pandemi dibanding saat pra-pandemi,” tegas Airlangga.

Transformasi digital mendukung upaya Indonesia membangun kembali tata kelola dan arsitektur ekonomi pasca pandemi, dan pertumbuhannya sangat tinggi, terutama pada sektor online education dan telemedicine. Digitalisasi juga mendukung pendaftaran dan pelaksanaan pelatihan Program Kartu Prakerja.

Menko Airlangga kemudian mengundang Selandia Baru untuk dapat menjadi mitra pada program transisi energi. Salah satu kerja sama yang dapat dikembangkan adalah tenaga panas bumi. Sektor energi, khususnya transisi energi fosil menjadi energi baru dan terbarukan (EBT), menjadi agenda prioritas G20 yang menarik perhatian dunia internasional, tak terkecuali Selandia Baru.

Sebagai informasi, Dubes Kevin Burnett baru menyerahkan kredensial kepada Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2021 lalu. (don/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/