alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Menko Airlangga Tindak Lanjuti Perintah Jokowi Evaluasi PPKM Luar Jawa-Bali

JAKARTA – Respon cepat ditunjukkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam menyikapi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal evaluasi PPKM. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu bakal menggelar rapat dengan lembaga/kementerian terkait dan kepala daerah  membahas persoalan teknis serta evaluasi PPKM di luar Jawa-Bali, Sabtu (5/2).

“Dengan lonjakan kasus aktif Covid-19 di tanah air karena varian Omicron beberapa hari terakhir, pemerintah langsung berkoordinasi dengan pemda untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan. Baik dari jumlah rumah sakit, ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, kebutuhan dan ketersediaan fasilitas isolasi terpusat jika memang dibutuhkan. Dan, juga kesiapan tenaga kesehatan di daerah,’’ terang Airlangga. ‘’Persiapan-persiapan itu sebagai langkah antisipasi. Karena harus dipastikan guna mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali,” ujar Menko Airlangga.

Khusus untuk luar Jawa-Bali, penambahan kasus konfirmasi harian tercatat sebanyak 1.736 atau 6,4 persen dari total kasus harian nasional 27.197 kasus per Kamis (3/2). Dari jumlah kasus harian tersebut sekitar 1.727 kasus termasuk transmisi lokal. Sedangkan imported cases sebanyak 9 kasus.

Dengan demikian, berarti 99,5 persen kasus di luar Jawa-Bali karena transmisi lokal. Saat ini, jumlah kasus aktif di luar Jawa-Bali ada 6.801 kasus atau 5,9 persen dari 115.275 kasus nasional. Di mana dengan jumlah kematian empat kasus atau 10,5 persen dari total angka kematian nasional sebanyak 38 kasus.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Mati-matian Pertahankan Status PPKM Level 1

Airlangga menyebutkan bahwa proporsi kasus konfirmasi harian, kasus aktif, dan kematian, untuk luar Jawa-Bali memang relatif masih rendah. Namun, tren kenaikan kasus selama beberapa hari terakhir cukup tinggi. ‘’Hal ini patut menjadi perhatian dan kewaspadaan kita semua untuk segera menyiapkan langkah-langkah antisipasi,’’ tegas menko perekonomian.

Berdasarkan data KPCPEN, 16 di antara 27 provinsi luar Jawa-Bali per Kamis (3/2) terdapat kenaikan kasus 80 persen jika dibandingkan 1 Januari lalu. Dari jumlah itu 11 provinsi mencatatkan lebih dari 200 kasus aktif.  Bahkan, Provinsi Lampung, Sumatera Utara, Papua dan Riau kasus aktifnya di atas 500.

Menurut Airlangga, kriteria yang ditetapkan dan digunakan selama ini masih relevan untuk menjadi parameter maupun indikator dalam penentuan level PPKM di kabupaten/kota. Tentunya dengan tetap memberikan fleksibilitas untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

‘’Hal seperti ini sudah dibahas di tingkat teknis. Dan, akan dibahas serta diputuskan pada rakortas evaluasi PPKM besok (5/2) siang bersama para menteri, gubernur dan bupati/wali kota dengan tetap mempertimbangkan perkembangan laju dan lonjakan kasus Covid-19 di lapangan,’’ terang Airlangga. (don/her/adv)

JAKARTA – Respon cepat ditunjukkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam menyikapi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal evaluasi PPKM. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) itu bakal menggelar rapat dengan lembaga/kementerian terkait dan kepala daerah  membahas persoalan teknis serta evaluasi PPKM di luar Jawa-Bali, Sabtu (5/2).

“Dengan lonjakan kasus aktif Covid-19 di tanah air karena varian Omicron beberapa hari terakhir, pemerintah langsung berkoordinasi dengan pemda untuk memastikan kesiapan fasilitas kesehatan. Baik dari jumlah rumah sakit, ketersediaan obat-obatan, tabung oksigen, kebutuhan dan ketersediaan fasilitas isolasi terpusat jika memang dibutuhkan. Dan, juga kesiapan tenaga kesehatan di daerah,’’ terang Airlangga. ‘’Persiapan-persiapan itu sebagai langkah antisipasi. Karena harus dipastikan guna mengantisipasi kenaikan kasus Covid-19 di luar Jawa-Bali,” ujar Menko Airlangga.

Khusus untuk luar Jawa-Bali, penambahan kasus konfirmasi harian tercatat sebanyak 1.736 atau 6,4 persen dari total kasus harian nasional 27.197 kasus per Kamis (3/2). Dari jumlah kasus harian tersebut sekitar 1.727 kasus termasuk transmisi lokal. Sedangkan imported cases sebanyak 9 kasus.

Dengan demikian, berarti 99,5 persen kasus di luar Jawa-Bali karena transmisi lokal. Saat ini, jumlah kasus aktif di luar Jawa-Bali ada 6.801 kasus atau 5,9 persen dari 115.275 kasus nasional. Di mana dengan jumlah kematian empat kasus atau 10,5 persen dari total angka kematian nasional sebanyak 38 kasus.

Baca Juga :  Airlangga Hartarto: Pekerja Dilindungi JKP dan JHT Sekaligus

Airlangga menyebutkan bahwa proporsi kasus konfirmasi harian, kasus aktif, dan kematian, untuk luar Jawa-Bali memang relatif masih rendah. Namun, tren kenaikan kasus selama beberapa hari terakhir cukup tinggi. ‘’Hal ini patut menjadi perhatian dan kewaspadaan kita semua untuk segera menyiapkan langkah-langkah antisipasi,’’ tegas menko perekonomian.

Berdasarkan data KPCPEN, 16 di antara 27 provinsi luar Jawa-Bali per Kamis (3/2) terdapat kenaikan kasus 80 persen jika dibandingkan 1 Januari lalu. Dari jumlah itu 11 provinsi mencatatkan lebih dari 200 kasus aktif.  Bahkan, Provinsi Lampung, Sumatera Utara, Papua dan Riau kasus aktifnya di atas 500.

Menurut Airlangga, kriteria yang ditetapkan dan digunakan selama ini masih relevan untuk menjadi parameter maupun indikator dalam penentuan level PPKM di kabupaten/kota. Tentunya dengan tetap memberikan fleksibilitas untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron.

‘’Hal seperti ini sudah dibahas di tingkat teknis. Dan, akan dibahas serta diputuskan pada rakortas evaluasi PPKM besok (5/2) siang bersama para menteri, gubernur dan bupati/wali kota dengan tetap mempertimbangkan perkembangan laju dan lonjakan kasus Covid-19 di lapangan,’’ terang Airlangga. (don/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/