alexametrics
30.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Jokowi ke UEA, Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan dan Investasi

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo beserta sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju melakukan kunjungan kerja di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) pada 3–4 November 2021. Adapun presiden melakukan pertemuan bilateral dengan putra mahkota Abu Dhabi atau wakil panglima tertinggi angkatan bersenjata PEA, Y.M. Mohammed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Al-Shatie.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kedua negara akan terus meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Terutama setelah diluncurkannya perundingan perjanjian Indonesia–UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) pada September 2021 lalu. Selain itu juga diharapkan dapat selesai dalam jangka waktu lebih kurang satu tahun.

Dengan adanya perjanjian CEPA, harapannya kedua negara dapat meningkatkan angka perdagangan hingga di atas tiga kali lipat dari saat ini. Serta menaikkan peringkat investasi PEA di Indonesia dari yang sebelumnya di peringkat 25. ‘’Terlebih dengan telah diundangkannya UU Cipta Kerja yang memudahkan proses layanan perdagangan dan investasi asing sebagai bagian dari transformasi ekonomi Indonesia menuju pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19,’’ ujar Menko Perekonomian Airlangga.

Secara khusus Indonesia berharap PEA dapat meningkatkan investasinya di bidang kesehatan dan ekonomi hijau dan berkelanjutan. Selain itu, kedua negara sepakat melakukan langkah-langkah peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi. Termasuk di bidang industri pertahanan melalui mekanisme bilateral yang telah terbentuk. Di samping itu, merealisasikan sejumlah perjanjian kerja sama yang dihasilkan dan disepakati dalam 3 tahun terakhir.

‘’Beberapa investasi yang didorong dalam kunjungan ini antara lain kerja sama investasi melalui Sovereign Wealth Fund INA, kerja sama energi terbarukan, ritel dan infrastruktur pelabuhan dan jalan tol, kerja sama kesehatan, serta teknologi digital,’’ jelas Airlangga.

Baca Juga :  Menristekdikti: Bersama Sambut Era Disrupsi Inovasi

Selama di Abu Dhabi, Presiden Jokowi dan rombongan juga berkesempatan mengunjungi Jubail Mangrove Park, meninjau rencana lokasi gedung baru KBRI Abu Dhabi, melintasi jalan President Joko Widodo Street, dan lokasi pembangunan President Joko Widodo Mosque.

Selanjutnya, presiden dan rombongan akan bertolak ke Dubai untuk mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden dan Perdana Menteri PEA/Ruler of Dubai, Y.M. Sheikh Mohammed bin Rasid Al Maktoum. Setelah itu menghadiri acara Indonesia-UAE Investment Forum/Business Forum, menyaksikan sejumlah kesepakatan kerja sama bilateral kedua negara, mengunjungi Paviliun Indonesia, serta menghadiri acara National Day Paviliun Indonesia dalam Dubai Expo 2020.

Mengenai IUAE-CEPA, proses perundingannya telah dilaksanakan sebanyak dua putaran secara hybrid. Di mana pada putaran kedua (28–30 Oktober 2021) telah berhasil disepakati beberapa pasal terkait substansi. Sesuai kesepakatan kedua pemimpin negara, bahwa perjanjian CEPA akan diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun.

Nilai perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai USD 2,9 miliar. Sementara dari nilainya pada Januari–Agustus 2021 sudah mencapai sekitar USD 2,4 miliar. Nilai investasi PEA di Indonesia periode 2017–2021 yaitu USD 189,8 juta dengan jumlah 484 proyek.

Kunjungan Presiden Jokowi ke PEA kali ini merupakan kunjungan kedua. Di mana kunjungan pertama dilakukan pada 8–9 Januari 2020 lalu. Sebelumnya, Putra Mahkota Abu Dhabi Y.M. Mohammed Bin Zayed Al Nahyan berkunjung ke Indonesia pada 24 Juli 2019. (don/her/adv)

JAKARTA – Presiden RI Joko Widodo beserta sejumlah menteri kabinet Indonesia Maju melakukan kunjungan kerja di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA) pada 3–4 November 2021. Adapun presiden melakukan pertemuan bilateral dengan putra mahkota Abu Dhabi atau wakil panglima tertinggi angkatan bersenjata PEA, Y.M. Mohammed Bin Zayed Al Nahyan di Istana Al-Shatie.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa kedua negara akan terus meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Terutama setelah diluncurkannya perundingan perjanjian Indonesia–UAE Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA) pada September 2021 lalu. Selain itu juga diharapkan dapat selesai dalam jangka waktu lebih kurang satu tahun.

Dengan adanya perjanjian CEPA, harapannya kedua negara dapat meningkatkan angka perdagangan hingga di atas tiga kali lipat dari saat ini. Serta menaikkan peringkat investasi PEA di Indonesia dari yang sebelumnya di peringkat 25. ‘’Terlebih dengan telah diundangkannya UU Cipta Kerja yang memudahkan proses layanan perdagangan dan investasi asing sebagai bagian dari transformasi ekonomi Indonesia menuju pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19,’’ ujar Menko Perekonomian Airlangga.

Secara khusus Indonesia berharap PEA dapat meningkatkan investasinya di bidang kesehatan dan ekonomi hijau dan berkelanjutan. Selain itu, kedua negara sepakat melakukan langkah-langkah peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan investasi. Termasuk di bidang industri pertahanan melalui mekanisme bilateral yang telah terbentuk. Di samping itu, merealisasikan sejumlah perjanjian kerja sama yang dihasilkan dan disepakati dalam 3 tahun terakhir.

‘’Beberapa investasi yang didorong dalam kunjungan ini antara lain kerja sama investasi melalui Sovereign Wealth Fund INA, kerja sama energi terbarukan, ritel dan infrastruktur pelabuhan dan jalan tol, kerja sama kesehatan, serta teknologi digital,’’ jelas Airlangga.

Baca Juga :  Pimpinan DPRD Pacitan Janji Perjuangkan Aspirasi

Selama di Abu Dhabi, Presiden Jokowi dan rombongan juga berkesempatan mengunjungi Jubail Mangrove Park, meninjau rencana lokasi gedung baru KBRI Abu Dhabi, melintasi jalan President Joko Widodo Street, dan lokasi pembangunan President Joko Widodo Mosque.

Selanjutnya, presiden dan rombongan akan bertolak ke Dubai untuk mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden dan Perdana Menteri PEA/Ruler of Dubai, Y.M. Sheikh Mohammed bin Rasid Al Maktoum. Setelah itu menghadiri acara Indonesia-UAE Investment Forum/Business Forum, menyaksikan sejumlah kesepakatan kerja sama bilateral kedua negara, mengunjungi Paviliun Indonesia, serta menghadiri acara National Day Paviliun Indonesia dalam Dubai Expo 2020.

Mengenai IUAE-CEPA, proses perundingannya telah dilaksanakan sebanyak dua putaran secara hybrid. Di mana pada putaran kedua (28–30 Oktober 2021) telah berhasil disepakati beberapa pasal terkait substansi. Sesuai kesepakatan kedua pemimpin negara, bahwa perjanjian CEPA akan diselesaikan dalam jangka waktu satu tahun.

Nilai perdagangan kedua negara pada 2020 mencapai USD 2,9 miliar. Sementara dari nilainya pada Januari–Agustus 2021 sudah mencapai sekitar USD 2,4 miliar. Nilai investasi PEA di Indonesia periode 2017–2021 yaitu USD 189,8 juta dengan jumlah 484 proyek.

Kunjungan Presiden Jokowi ke PEA kali ini merupakan kunjungan kedua. Di mana kunjungan pertama dilakukan pada 8–9 Januari 2020 lalu. Sebelumnya, Putra Mahkota Abu Dhabi Y.M. Mohammed Bin Zayed Al Nahyan berkunjung ke Indonesia pada 24 Juli 2019. (don/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/