alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

BPJamsostek-BTN Ponorogo Beri Perlindungan Atlet Pencak Silat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Perlindungan terhadap atlet pencak silat dilakukan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Di mana para atlet yang mengalami cedera saat mengikuti Kejurkab Pencak Silat 2021 yang diselenggarakan di Gedung Olahraga Ponorogo mulai kemarin (3/12) bakal mendapat pelayanan kuratif hingga sembuh.

Tidak hanya itu santunan tidak mampu berkerja (STMB) pun akan diberikan manakala para atlet yang mengalami cedera masih dalam proses perawatan atau pemulihan. Sehingga belum bisa berlatih atau mengikuti even kejuaraan lainnya. ‘’Atlet itu juga sebuah profesi perkerjaan di bidang olahraga. Jadi, harus tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan,’’ kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Heru Siswanto, Sabtu (4/12).

Perlindungan bagi atlet pencak silat itu juga berkat kerja sama antara IPSI, BPJamsostek dengan BTN Cabang Ponorogo. Dalam kejuaraan pencak silat ini BTN memberikan CSR-nya berupa jaminan keselamatan kerja. ‘’Peserta yang tanding kita daftarkan menjadi peserta masuk dalam kategori bukan penerima upah atau BPU,’’ ungkap Heru.

Baca Juga :  Ngabuburit Heppiii, Cara Karta Dasa Mulya Madiun Produktif di Bulan Ramadan

Sebagai peserta BPU itu sudah bisa mendapat pelayanan program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja. Jadi, kata Heru, para atlet tinggal bertanding untuk meraih prestasi. Tanpa harus memikirkan biaya premi. Karena pembayarannya telah ditanggung BTN Cabang Ponorogo. ‘’Total ada 118 atlet yang sudah terdaftar. Saya harap para atlet itu bisa bertanding maksimal dan pastinya aman. Karena sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan,’’ kata Heru.

Sementara itu, Ketua IPSI Ponorogo Rahmat Taufik mengapresiasi perlindungan yang diberikan BPJamsostek dan BTN terhadap para atlet pencak silat yang ikut kejuaraan. ‘’Dengan adanya jaminan ini, saya harap peserta tidak usah takut untuk bertanding. Keluarkan semua kemampuan kalian dan jadilah pemenang,’’ tuturnya. (fac/her/adv)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Perlindungan terhadap atlet pencak silat dilakukan BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Di mana para atlet yang mengalami cedera saat mengikuti Kejurkab Pencak Silat 2021 yang diselenggarakan di Gedung Olahraga Ponorogo mulai kemarin (3/12) bakal mendapat pelayanan kuratif hingga sembuh.

Tidak hanya itu santunan tidak mampu berkerja (STMB) pun akan diberikan manakala para atlet yang mengalami cedera masih dalam proses perawatan atau pemulihan. Sehingga belum bisa berlatih atau mengikuti even kejuaraan lainnya. ‘’Atlet itu juga sebuah profesi perkerjaan di bidang olahraga. Jadi, harus tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan,’’ kata Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Heru Siswanto, Sabtu (4/12).

Perlindungan bagi atlet pencak silat itu juga berkat kerja sama antara IPSI, BPJamsostek dengan BTN Cabang Ponorogo. Dalam kejuaraan pencak silat ini BTN memberikan CSR-nya berupa jaminan keselamatan kerja. ‘’Peserta yang tanding kita daftarkan menjadi peserta masuk dalam kategori bukan penerima upah atau BPU,’’ ungkap Heru.

Baca Juga :  KPP Pratama Ajak Anggota DPRD Pacitan Patuh Pajak

Sebagai peserta BPU itu sudah bisa mendapat pelayanan program jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja. Jadi, kata Heru, para atlet tinggal bertanding untuk meraih prestasi. Tanpa harus memikirkan biaya premi. Karena pembayarannya telah ditanggung BTN Cabang Ponorogo. ‘’Total ada 118 atlet yang sudah terdaftar. Saya harap para atlet itu bisa bertanding maksimal dan pastinya aman. Karena sudah tercover BPJS Ketenagakerjaan,’’ kata Heru.

Sementara itu, Ketua IPSI Ponorogo Rahmat Taufik mengapresiasi perlindungan yang diberikan BPJamsostek dan BTN terhadap para atlet pencak silat yang ikut kejuaraan. ‘’Dengan adanya jaminan ini, saya harap peserta tidak usah takut untuk bertanding. Keluarkan semua kemampuan kalian dan jadilah pemenang,’’ tuturnya. (fac/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/