alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Peringati Hari AIDS, Dinkes Magetan Tingkatkan Awareness lewat Gerakan Berbagi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kampanye untuk meningkatkan awareness atau kesadaran terhadap HIV/AIDS terus digaungkan. Seperti dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan kemarin (5/12), sekaligus memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember. ‘’Kami membagikan seribu masker, leaflet dan air mineral untuk pengunjung alun-alun,’’ ungkap Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Magetan Agoes Yudi Purnomo.

Agoes menjelaskan, sejak 2018, angka penderita AIDS di Magetan fluktuatif. Pada 2018 tercatat 57 orang. Sedangkan tahun berikutnya naik menjadi 90 orang. Lalu, pada 2020 sebanyak 70 penderita dan tahun ini 54 orang. “Tahun 2022 pemeriksaan harus ditingkatkan. Supaya semakin banyak yang ditemukan dan angka kematian bisa ditekan,” jelasnya.

HIV AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). Infeksi virus tersebut menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya tubuh kesulitan melawan infeksi penyakit dan bisa berujung kematian. “Penyakit ini tidak mudah menular. Kecuali lewat hubungan seksual yang tidak aman, berbagi jarum suntik, transfusi darah dan ibu hamil positif HIV ke bayinya,” terangnya.

Baca Juga :  DPRD Ngawi Jalani Rapid Test

Menurut Agoes, keterbukaan dan kemauan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan masih sangat rendah. Karena itu, edukasi terhadap masyarakat perlu ditingkatkan. Saat ini, fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan pengobatan juga semakin lengkap. “Pemeriksaannya menggunakan rapid diagnostic test (RDT) HIV sebanyak tiga kali agar hasilnya akurat,” kata Agoes.

Pihaknya juga rutin melakukan pendampingan terhadap penderita HIV AIDS. Yakni melalui Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). KPA ikut gencar memberi edukasi. Sedangkan KDS bertugas memberi dukungan kepada penderita agar rutin berobat serta melakukan hal-hal yang positif. “Saat ini di Magetan sudah ada 6 Klinik CVT yakni di Puskesmas Panekan, Karangrejo, Ngariboyo, Lembeyan, RSUD Sayidiman dan RSAU Efram Harsana,” pungkasnya. (ebo/naz/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Kampanye untuk meningkatkan awareness atau kesadaran terhadap HIV/AIDS terus digaungkan. Seperti dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Magetan kemarin (5/12), sekaligus memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh setiap 1 Desember. ‘’Kami membagikan seribu masker, leaflet dan air mineral untuk pengunjung alun-alun,’’ ungkap Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Magetan Agoes Yudi Purnomo.

Agoes menjelaskan, sejak 2018, angka penderita AIDS di Magetan fluktuatif. Pada 2018 tercatat 57 orang. Sedangkan tahun berikutnya naik menjadi 90 orang. Lalu, pada 2020 sebanyak 70 penderita dan tahun ini 54 orang. “Tahun 2022 pemeriksaan harus ditingkatkan. Supaya semakin banyak yang ditemukan dan angka kematian bisa ditekan,” jelasnya.

HIV AIDS merupakan penyakit yang disebabkan oleh human immunodeficiency virus (HIV). Infeksi virus tersebut menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya tubuh kesulitan melawan infeksi penyakit dan bisa berujung kematian. “Penyakit ini tidak mudah menular. Kecuali lewat hubungan seksual yang tidak aman, berbagi jarum suntik, transfusi darah dan ibu hamil positif HIV ke bayinya,” terangnya.

Baca Juga :  DPRD Ngawi Ajak Masyarakat Optimistis Merdeka dari Covid-19

Menurut Agoes, keterbukaan dan kemauan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan masih sangat rendah. Karena itu, edukasi terhadap masyarakat perlu ditingkatkan. Saat ini, fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan dan pengobatan juga semakin lengkap. “Pemeriksaannya menggunakan rapid diagnostic test (RDT) HIV sebanyak tiga kali agar hasilnya akurat,” kata Agoes.

Pihaknya juga rutin melakukan pendampingan terhadap penderita HIV AIDS. Yakni melalui Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA). KPA ikut gencar memberi edukasi. Sedangkan KDS bertugas memberi dukungan kepada penderita agar rutin berobat serta melakukan hal-hal yang positif. “Saat ini di Magetan sudah ada 6 Klinik CVT yakni di Puskesmas Panekan, Karangrejo, Ngariboyo, Lembeyan, RSUD Sayidiman dan RSAU Efram Harsana,” pungkasnya. (ebo/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/