alexametrics
23.3 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Perkuat Pasar Modal, Pemerintah Kembangkan SDM dan Ekosistem Kewirausahaan

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Saat ini, sedikitnya 750 perusahaan telah terdaftar di Indonesia Stock Exchange (IDX) dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 519 miliar dan rata-rata nilai perdagangan mencapai USD 948 juta. Perkembangan ini juga didukung oleh basis investor ritel yang terus mengalami peningkatan.

Kepemilikan saham investor ritel pada September 2021 telah mencapai 14 persen dari total investor. Angka itu meningkat dibandingkan 2015 yang hanya 6,5 persen. Di saat yang sama, nilai perdagangan yang dihasilkan investor ritel menunjukkan potensi yang cukup besar di mana porsinya telah mencapai 63,5 persen pada September.

‘’Investor domestik memiliki dominansi pada pasar modal Indonesia, salah satunya tercermin dari porsi kepemilikan di pasar saham yang mencapai 53,42 persen. Sementara pada pasar obligasi Pemerintah maupun korporasi, investor domestik memiliki porsi masing-masing sebesar 78,44 persen dan 94,05 persen,’’ ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (5/11).

Demografi investor ritel menunjukkan bahwa investor Generasi Z yang berusia 18-25 tahun mendominasi dengan porsi sebesar 38 persen dari total investor ritel. Oleh karena itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada Generasi Muda, khususnya Generasi Z, akan mendorong aktivitas kewirausahaan sehingga dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja.

Munculnya usaha baru berbentuk UMKM atau startups akan menimbulkan potensi Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Kedua jenis usaha ini dapat masuk ke papan akselerasi dan secara bertahap dapat melakukan penawaran umum (IPO) di papan utama. Tentunya dorongan untuk melakukan IPO ini nantinya akan mendorong pengembangan pasar modal secara keseluruhan.

Baca Juga :  Tahun 2022, Pemerintah Pertahankan Keseimbangan Penanganan Pandemi dan PEN

Dari sisi SDM, pemerintah akan mendorong peningkatan sosialisasi dan edukasi terkait pasar modal di usia muda melalui kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Sosialisasi dan edukasi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi tambahan kepada generasi muda dan mendorong peningkatan partisipasinya di pasar modal Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong pengembangan talenta digital. Program basic skill hingga advanced digital skill akan membantu mencetak talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Talenta digital akan membantu meningkatkan produktivitas perusahaan di seluruh sektor usaha. Di saat yang bersamaan, pemanfaatan talenta digital juga akan berperan sebagai akselerator bagi wirausaha.

Khusus bagi pelaku UMKM, pemerintah akan mendorong program digitalisasi sebagai bagian dari pemberdayaan UMKM. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas UMKM sekaligus mendorong kerja sama dengan para pelaku usaha di sektor keuangan digital.

Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan seluruh stakeholder, termasuk civitas akademika, dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan. Terkait hal tersebut, pemerintah telah menerbitkan PP 7/201 tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan KUMKM. Pengaturan ini juga menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha. ‘’Saya berharap perguruan tinggi juga dapat mendorong agar bisa mencetak coworking space ataupun inkubator agar para mahasiswa dapat memulai bisnis startup-nya,’’ tutur Airlangga.

Seluruh upaya pengembangan SDM dan ekosistem kewirausahaan diharapkan dapat memberikan benefit dalam memperkuat pasar modal Indonesia. Koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder menjadi penting untuk mewujudkan hal ini. (don/her/adv)

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk berkembang. Saat ini, sedikitnya 750 perusahaan telah terdaftar di Indonesia Stock Exchange (IDX) dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 519 miliar dan rata-rata nilai perdagangan mencapai USD 948 juta. Perkembangan ini juga didukung oleh basis investor ritel yang terus mengalami peningkatan.

Kepemilikan saham investor ritel pada September 2021 telah mencapai 14 persen dari total investor. Angka itu meningkat dibandingkan 2015 yang hanya 6,5 persen. Di saat yang sama, nilai perdagangan yang dihasilkan investor ritel menunjukkan potensi yang cukup besar di mana porsinya telah mencapai 63,5 persen pada September.

‘’Investor domestik memiliki dominansi pada pasar modal Indonesia, salah satunya tercermin dari porsi kepemilikan di pasar saham yang mencapai 53,42 persen. Sementara pada pasar obligasi Pemerintah maupun korporasi, investor domestik memiliki porsi masing-masing sebesar 78,44 persen dan 94,05 persen,’’ ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (5/11).

Demografi investor ritel menunjukkan bahwa investor Generasi Z yang berusia 18-25 tahun mendominasi dengan porsi sebesar 38 persen dari total investor ritel. Oleh karena itu, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) pada Generasi Muda, khususnya Generasi Z, akan mendorong aktivitas kewirausahaan sehingga dapat mempercepat penciptaan lapangan kerja.

Munculnya usaha baru berbentuk UMKM atau startups akan menimbulkan potensi Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Kedua jenis usaha ini dapat masuk ke papan akselerasi dan secara bertahap dapat melakukan penawaran umum (IPO) di papan utama. Tentunya dorongan untuk melakukan IPO ini nantinya akan mendorong pengembangan pasar modal secara keseluruhan.

Baca Juga :  Pembentukan Fraksi DPRD Klir, Tinggal Umumkan Nama dan Struktur Personalia

Dari sisi SDM, pemerintah akan mendorong peningkatan sosialisasi dan edukasi terkait pasar modal di usia muda melalui kerjasama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Sosialisasi dan edukasi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi tambahan kepada generasi muda dan mendorong peningkatan partisipasinya di pasar modal Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga akan mendorong pengembangan talenta digital. Program basic skill hingga advanced digital skill akan membantu mencetak talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Talenta digital akan membantu meningkatkan produktivitas perusahaan di seluruh sektor usaha. Di saat yang bersamaan, pemanfaatan talenta digital juga akan berperan sebagai akselerator bagi wirausaha.

Khusus bagi pelaku UMKM, pemerintah akan mendorong program digitalisasi sebagai bagian dari pemberdayaan UMKM. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas UMKM sekaligus mendorong kerja sama dengan para pelaku usaha di sektor keuangan digital.

Pemerintah berkomitmen untuk terus bekerjasama dengan seluruh stakeholder, termasuk civitas akademika, dalam mengembangkan ekosistem kewirausahaan. Terkait hal tersebut, pemerintah telah menerbitkan PP 7/201 tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan KUMKM. Pengaturan ini juga menekankan peran penting lembaga inkubator dalam mendorong pengembangan dan pertumbuhan wirausaha. ‘’Saya berharap perguruan tinggi juga dapat mendorong agar bisa mencetak coworking space ataupun inkubator agar para mahasiswa dapat memulai bisnis startup-nya,’’ tutur Airlangga.

Seluruh upaya pengembangan SDM dan ekosistem kewirausahaan diharapkan dapat memberikan benefit dalam memperkuat pasar modal Indonesia. Koordinasi dan sinergi dengan seluruh stakeholder menjadi penting untuk mewujudkan hal ini. (don/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/