alexametrics
29.9 C
Madiun
Sunday, May 29, 2022

Rambah Digitalisasi, Layanan RSUD Sogaten Kini Semakin Inovatif

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus Covid-19 terus menunjukkan tren penurunan setelah mencapai puncaknya mulai periode Februari dan Juli-Agustus lalu. Layanan kesehatan pun berangsur pulih. Tidak terkecuali RSUD Kota Madiun. ‘’Sudah pulih sekitar 75 persen dibanding sebelum Covid-19,’’ kata Plt Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi, Rabu (8/12).

Seiring berangsur pulihnya layanan kesehatan, rumah sakit yang juga dikenal dengan sebutan RSUD Sogaten itu menyiapkan transformasi menuju layanan kesehatan 2022. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah layanan digital yang telah diluncurkan tahun ini.

Melalui layanan itu pasien tak perlu mengambil nomor antrean. Melainkan cukup mendaftar melalui website RSUD Kota Madiun sehingga tidak terjadi penumpukan pasien di ruang tunggu. ‘’Sudah berjalan tahun ini dan sangat efektif. Adaptif dengan masa pandemi,’’ lanjutnya.

CANGGIH: Aplikasi Smart Hospital yang diterapkan oleh RSUD Kota Madiun dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang berobat. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Agus menyebut, layanan di RSUD Kota Madiun bakal terus dikembangkan. Diproyeksikan, kelak pasien mendaftar melalui sistem barcode. Setelah periksa, mereka bisa langsung balik ke rumah tanpa harus mengantre di loket obat. Petugas Pendekar Obat yang mengantar obat hingga rumah, khususnya bagi pasien dalam kota.

Berbagai inovasi layanan itu pun berbuah penghargaan. Inovasi Pendekar Obat ditetapkan sebagai terbaik II inovasi pelayanan publik tingkat Kota Madiun 2021. Penghargaan diserahkan langsung Wali Kota Maidi. ‘’ Pendekar Obat ini akan terus kami kembangkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Teliti Kasus Omicron di Kota Madiun

Prestasi moncer lain, RSUD Kota Madiun dinilai berhasil dalam pemanfaatan tenaga nuklir untuk kesehatan. Tahun ini RSUD Sogaten diganjar anugerah dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam bidang keselamatan dan keamanan nuklir dengan kategori radiologi diagnostik dan intervensional.

Tahun ini Bapeten juga mengganjar RSUD Sogaten penghargaan bidang optimisasi keselamatan radiasi pada pasien radiologi dengan kategori kepatuhan pelaporan data dosis pasien melalui SI-Instan. ‘’Pelayanan nuklir, contohnya radiasi, di rumah sakit kami termasuk kriteria aman,’’ tegasnya.

Dalam bidang fisik, RSUD terus berbenah menyediakan ruang layanan representatif bagi pasien. Paviliun Cendana berkapasitas 14 kamar saat ini tengah proses pengerjaan dan bakal diresmikan Januari tahun depan. Kemudian, ruang tunggu diperluas agar nyaman.

Selain itu, tahun ini RSUD mendirikan gedung laundry dengan mesin cuci berkapasitas besar. Pengadaan mesin cuci seharga Rp 600-an juta itu untuk memastikan kebersihan keperawatan pasien selalu terjaga. ‘’Ruang tunggu kami perluas, jadi representatif tidak bergerombol,’’ ungkapnya.

Pelayanan yang semakin baik berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pasien. Bahkan, RSUD Sogaten kini menjadi jujukan pasien luar daerah. Sepanjang Januari-Oktober tercatat sebanyak 7.452 pasien rawat inap. Sedangkan rawat jalan 100.299 dan instalasi gawat darurat (IGD) 13.197. (kid/c1/isd/adv)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus Covid-19 terus menunjukkan tren penurunan setelah mencapai puncaknya mulai periode Februari dan Juli-Agustus lalu. Layanan kesehatan pun berangsur pulih. Tidak terkecuali RSUD Kota Madiun. ‘’Sudah pulih sekitar 75 persen dibanding sebelum Covid-19,’’ kata Plt Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi, Rabu (8/12).

Seiring berangsur pulihnya layanan kesehatan, rumah sakit yang juga dikenal dengan sebutan RSUD Sogaten itu menyiapkan transformasi menuju layanan kesehatan 2022. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah layanan digital yang telah diluncurkan tahun ini.

Melalui layanan itu pasien tak perlu mengambil nomor antrean. Melainkan cukup mendaftar melalui website RSUD Kota Madiun sehingga tidak terjadi penumpukan pasien di ruang tunggu. ‘’Sudah berjalan tahun ini dan sangat efektif. Adaptif dengan masa pandemi,’’ lanjutnya.

CANGGIH: Aplikasi Smart Hospital yang diterapkan oleh RSUD Kota Madiun dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang berobat. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

Agus menyebut, layanan di RSUD Kota Madiun bakal terus dikembangkan. Diproyeksikan, kelak pasien mendaftar melalui sistem barcode. Setelah periksa, mereka bisa langsung balik ke rumah tanpa harus mengantre di loket obat. Petugas Pendekar Obat yang mengantar obat hingga rumah, khususnya bagi pasien dalam kota.

Berbagai inovasi layanan itu pun berbuah penghargaan. Inovasi Pendekar Obat ditetapkan sebagai terbaik II inovasi pelayanan publik tingkat Kota Madiun 2021. Penghargaan diserahkan langsung Wali Kota Maidi. ‘’ Pendekar Obat ini akan terus kami kembangkan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Puluhan Penggemar Olahraga Lari Bersatu di AERun

Prestasi moncer lain, RSUD Kota Madiun dinilai berhasil dalam pemanfaatan tenaga nuklir untuk kesehatan. Tahun ini RSUD Sogaten diganjar anugerah dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dalam bidang keselamatan dan keamanan nuklir dengan kategori radiologi diagnostik dan intervensional.

Tahun ini Bapeten juga mengganjar RSUD Sogaten penghargaan bidang optimisasi keselamatan radiasi pada pasien radiologi dengan kategori kepatuhan pelaporan data dosis pasien melalui SI-Instan. ‘’Pelayanan nuklir, contohnya radiasi, di rumah sakit kami termasuk kriteria aman,’’ tegasnya.

Dalam bidang fisik, RSUD terus berbenah menyediakan ruang layanan representatif bagi pasien. Paviliun Cendana berkapasitas 14 kamar saat ini tengah proses pengerjaan dan bakal diresmikan Januari tahun depan. Kemudian, ruang tunggu diperluas agar nyaman.

Selain itu, tahun ini RSUD mendirikan gedung laundry dengan mesin cuci berkapasitas besar. Pengadaan mesin cuci seharga Rp 600-an juta itu untuk memastikan kebersihan keperawatan pasien selalu terjaga. ‘’Ruang tunggu kami perluas, jadi representatif tidak bergerombol,’’ ungkapnya.

Pelayanan yang semakin baik berbanding lurus dengan peningkatan jumlah pasien. Bahkan, RSUD Sogaten kini menjadi jujukan pasien luar daerah. Sepanjang Januari-Oktober tercatat sebanyak 7.452 pasien rawat inap. Sedangkan rawat jalan 100.299 dan instalasi gawat darurat (IGD) 13.197. (kid/c1/isd/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/