alexametrics
24.3 C
Madiun
Friday, May 13, 2022

BNPB-BPBD Magetan Asah Kesiapsiagaan Warga Ngelang Hadapi Potensi Bencana

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan dini bencana merupakan elemen penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Mengingat kian meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya di sekitar aliran sungai Bengawan Solo. Menyadari pentingnya hal itu BNPB dan BPBD Magetan menggelar penegeraan gladi sistem peringatan dini banjir di Desa Ngelang, Kartoharjo, kemarin (9/12).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi mengatakan, gladi resik kemarin rupanya masuk dalam prioritas nasional dalam penguatan kapasitas masyarakat. Supaya kesiapsiagaan bisa terwujud. ‘’Kami bentuk Tim Siaga Bencana yang berperan sebagai pendamping, penyuluh, dan motivator untuk menggerakkan masyarakat,’’ terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, BNPB juga memasang alat early warning system (EWS) di Ngelang. Tim Siaga Bencana juga dibekali pelatihan untuk dapat mengoptimalkan alat tersebut. ‘’Di tahun ini ada tujuh EWS yang dipasang di beberapa kabupaten. Salah satunya di Desa Ngelang,’’ kata Prasinta.

Baca Juga :  Paling Jempol, Inovasi Dispendukcapil Magetan Permudah Rekam e-KTP

Kegiatan kemarin juga dihadiri Anggota DPR Ina Amania dari Fraksi PDIP Dapil Jatim VII, serta Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa. ‘’Kita berharap, digelarnya simulasi dan pemasangan EWS ini masyarakat bisa lebih peka terhadap tanda-tanda bencana yang ada di sekitarnya,’’ ujarnya.

Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa mengapresiasi BNPB yang telah mendukung penguatan sistem peringatan dini bencana di Magetan. Dia berharap, EWS yang telah dipasang dapat dirawat sebaik mungkin. Dia juga menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat. ‘’Setelah simulasi dan pemasangan alat deteksi dini bencana ini, kai berharap bisa mengurangi risiko bencana baik kerugian harta benda maupun korban jiwa,’’ tuturnya. (ebo/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Peringatan dini bencana merupakan elemen penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat. Mengingat kian meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya di sekitar aliran sungai Bengawan Solo. Menyadari pentingnya hal itu BNPB dan BPBD Magetan menggelar penegeraan gladi sistem peringatan dini banjir di Desa Ngelang, Kartoharjo, kemarin (9/12).

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi mengatakan, gladi resik kemarin rupanya masuk dalam prioritas nasional dalam penguatan kapasitas masyarakat. Supaya kesiapsiagaan bisa terwujud. ‘’Kami bentuk Tim Siaga Bencana yang berperan sebagai pendamping, penyuluh, dan motivator untuk menggerakkan masyarakat,’’ terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, BNPB juga memasang alat early warning system (EWS) di Ngelang. Tim Siaga Bencana juga dibekali pelatihan untuk dapat mengoptimalkan alat tersebut. ‘’Di tahun ini ada tujuh EWS yang dipasang di beberapa kabupaten. Salah satunya di Desa Ngelang,’’ kata Prasinta.

Baca Juga :  Pembinaan Dulu, Penindakan Kemudian

Kegiatan kemarin juga dihadiri Anggota DPR Ina Amania dari Fraksi PDIP Dapil Jatim VII, serta Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa. ‘’Kita berharap, digelarnya simulasi dan pemasangan EWS ini masyarakat bisa lebih peka terhadap tanda-tanda bencana yang ada di sekitarnya,’’ ujarnya.

Kalaksa BPBD Magetan Ari Budi Santosa mengapresiasi BNPB yang telah mendukung penguatan sistem peringatan dini bencana di Magetan. Dia berharap, EWS yang telah dipasang dapat dirawat sebaik mungkin. Dia juga menekankan pentingnya dukungan dari masyarakat. ‘’Setelah simulasi dan pemasangan alat deteksi dini bencana ini, kai berharap bisa mengurangi risiko bencana baik kerugian harta benda maupun korban jiwa,’’ tuturnya. (ebo/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/