alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Menuju Madiun Kota Membangun, Genjot Infrastruktur dan Dongkrak Ekonomi

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun terus bersolek untuk mendongkrak ekonomi daerah setempat. Beberapa spot bangunan anyar pun bermunculan. Mulai Pasar Sleko yang kini tengah direhabilitasi, pasar kembang baru, serta kantong parkir di Jalan Jawa.

Seluruh bangunan tersebut tampil dengan desain modern. Tidak hanya sedap dipandang, tapi juga nyaman dikunjungi. Tiga bangunan yang digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun itu menyedot total anggaran Rp 8,31 miliar.

Wali Kota Maidi mengungkapkan, berbagai pembangunan itu bermuara pada peningkatan ekonomi daerah yang sempat anjlok akibat pandemi Covid-19. Pun, pekerjaan fisik tersebut dinilai mampu mengembangkan potensi investasi Kota Madiun. ‘’Pembangunan yang sudah ada saat ini memiliki multiplier effect hingga berdampak positif pada daerah sekitar,’’ kata Maidi kemarin (9/12).

Menurut dia, ketersediaan infrastruktur yang memadai sangat penting karena bisa menjadi magnet bagi warga luar daerah berkunjung ke Kota Madiun. Belum lagi, pemkot juga tengah merintis pembangunan ring road timur. Proyek jangka panjang itu sedang disusun kelengkapan dokumennya sebelum diajukan ke Kementerian PUPR untuk digarap. ‘’Kalau itu (ring road timur, Red) kebangun, Kota Madiun akan semakin banyak dikunjungi orang karena aksesnya mudah dan berpotensi memunculkan pusat ekonomi baru,’’ paparnya.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Ekonomi Digital, Indonesia Harus Jadi Pemain Global

Maidi juga sempat menyinggung pasar bunga anyar di Jalan D.I. Panjaitan yang sudah rampung digarap. Lokasi tersebut diproyeksikan sebagai objek wisata ekologi sekaligus memunculkan potensi ekonomi baru. ‘’Nanti pasar kembang yang lama dibongkar. Tapi, pedagangnya kami pindah dulu ke tempat yang baru,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Di sisi lain, pemkot getol melakukan pekerjaan penanganan banjir. Mulai normalisasi saluran Rejomulyo dan Kalipiring hingga pembangunan pintu air Kaswari yang menyedot anggaran Rp 2,09 miliar.

Terpisah, Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno mengatakan bahwa pembangunan yang dikerjakan pihaknya selama dua tahun terakhir merupakan bagian dari mewujudkan jargon Madiun Kota Membangun. ‘’Intinya, pembangunan yang ada berkesinambungan dengan pariwisata, ekonomi, sosial, dan budaya,’’ ujarnya. (her/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Kota Madiun terus bersolek untuk mendongkrak ekonomi daerah setempat. Beberapa spot bangunan anyar pun bermunculan. Mulai Pasar Sleko yang kini tengah direhabilitasi, pasar kembang baru, serta kantong parkir di Jalan Jawa.

Seluruh bangunan tersebut tampil dengan desain modern. Tidak hanya sedap dipandang, tapi juga nyaman dikunjungi. Tiga bangunan yang digarap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun itu menyedot total anggaran Rp 8,31 miliar.

Wali Kota Maidi mengungkapkan, berbagai pembangunan itu bermuara pada peningkatan ekonomi daerah yang sempat anjlok akibat pandemi Covid-19. Pun, pekerjaan fisik tersebut dinilai mampu mengembangkan potensi investasi Kota Madiun. ‘’Pembangunan yang sudah ada saat ini memiliki multiplier effect hingga berdampak positif pada daerah sekitar,’’ kata Maidi kemarin (9/12).

Menurut dia, ketersediaan infrastruktur yang memadai sangat penting karena bisa menjadi magnet bagi warga luar daerah berkunjung ke Kota Madiun. Belum lagi, pemkot juga tengah merintis pembangunan ring road timur. Proyek jangka panjang itu sedang disusun kelengkapan dokumennya sebelum diajukan ke Kementerian PUPR untuk digarap. ‘’Kalau itu (ring road timur, Red) kebangun, Kota Madiun akan semakin banyak dikunjungi orang karena aksesnya mudah dan berpotensi memunculkan pusat ekonomi baru,’’ paparnya.

Baca Juga :  PUT V Sukses Lewat Skema HMETD, KB Kookmin Bank Jadi Pemilik Baru Bukopin

Maidi juga sempat menyinggung pasar bunga anyar di Jalan D.I. Panjaitan yang sudah rampung digarap. Lokasi tersebut diproyeksikan sebagai objek wisata ekologi sekaligus memunculkan potensi ekonomi baru. ‘’Nanti pasar kembang yang lama dibongkar. Tapi, pedagangnya kami pindah dulu ke tempat yang baru,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Di sisi lain, pemkot getol melakukan pekerjaan penanganan banjir. Mulai normalisasi saluran Rejomulyo dan Kalipiring hingga pembangunan pintu air Kaswari yang menyedot anggaran Rp 2,09 miliar.

Terpisah, Kepala DPUPR Kota Madiun Suwarno mengatakan bahwa pembangunan yang dikerjakan pihaknya selama dua tahun terakhir merupakan bagian dari mewujudkan jargon Madiun Kota Membangun. ‘’Intinya, pembangunan yang ada berkesinambungan dengan pariwisata, ekonomi, sosial, dan budaya,’’ ujarnya. (her/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/