alexametrics
25.5 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Tekankan Disiplin Prokes, Bupati Madiun Tinjau Pelaksanaan PTM 100 Persen

SARADAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada raut ceria di wajah seluruh siswa di Kabupaten Madiun seiring dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen jenjang TK/PAUD sampai SMP kemarin (10/1). Bupati Madiun Ahmad Dawami beserta jajaran meninjau pelaksanaan PTM 100 persen hari pertama itu ke sejumlah sekolah seperti SDN Pajaran 01-05. ‘’Senang bisa sekolah bersama teman-teman yang banyak,’’ kata Gilang Pratama, siswa kelas I SDN setempat.

Teman satu sekolah Gilang semakin banyak karena seluruh siswa masuk dalam sekali waktu saban hari. Gilang yang kemarin juga divaksin Covid-19 mengaku tidak merasa sakit. Sementara, Lilis Setyawati –ibu Gilang- yang mendampingi vaksinasi tak kalah bahagia. ‘’Jadi lebih tenang setelah anak divaksin,’’ ungkap Lilis.

HERD IMMUNITY: Bupati Madiun Ahmad Dawami meninjau pelaksanaan vaksinasi di salah SD di Saradan kemarin. (PROKOPIM FOR RADAR MADIUN)

Keceriaan siswa turut dirasakan Kaji Mbing –sapaan Bupati Ahmad Dawami- saat meninjau vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan hari pertama PTM 100 persen. Yakni, di SDN 01-05 Pajaran dan SMPN 3 Saradan. Dalam kunjungan tersebut Kaji Mbing sempat mengajak diskusi sejumlah siswa terkait PTM 100 persen maupun vaksinasi. ‘’Mereka ingin sekolah dengan bermacam-macam alasan yang intinya ingin berkegiatan secara normal,’’ kata Kaji Mbing.

Hari pertama PTM 100 persen sarat kebahagiaan. Kendati demikian, pemkab tak mau kecolongan. Dalam kunjungannya, Kaji Mbing menekankan kepada siswa untuk disiplin prokes. Pun, memelototi kesiapan sekolah terhadap berbagai hal terkait situasi pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Klaster BNI 46 Madiun Meluas ke Sekolah, PTM 100 Persen Tertunda

Dia mengungkapkan, kesiapan itu menjadi poin penting terkait keberlanjutan PTM 100 persen. ‘’Yang jelas, semua ini demi anak-anak. Saya pesan, orang tua juga harus disiplin prokes agar anak-anak bisa terus sekolah. Masker jangan sampai lupa,’’ tegas Kaji Mbing.

Bupati mengatakan, ada sesuatu yang harus dikejar bersamaan masuknya seluruh siswa ke sekolah. Yakni, perihal pendidikan karakter yang belum maksimal ketika belum PTM. ‘’Saya sering menyampaikan soal akhlak dan moralitas. Sesuatu yang tidak bisa dipelajari, tapi harus diteladani. Itu yang mesti dimaksimalkan dalam PTM 100 persen ini,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah menambahkan, pelaksanaan PTM 100 persen sudah sesuai ketentuan SKB 4 menteri. Seluruh sekolah sudah di-review ulang sebelum PTM 100 persen dimulai. Mulai sarpras sampai upaya preventif dan edukatif terkait pandemi Covid-19.

Pihaknya juga mengeluarkan imbauan kepada 1.145 satuan pendidikan untuk selalu menyediakan masker bagi siswa. Pun, mendorong sekolah untuk lebih memaksimalkan kecepatan komunikasi dengan desa maupun kecamatan setempat. ‘’Monitoring dan evaluasi akan dilakukan ke semua sekolah terkait pelaksanaan PTM 100 persen ini,’’ ungkap Siti. (den/c1/isd/adv/her)

SARADAN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada raut ceria di wajah seluruh siswa di Kabupaten Madiun seiring dimulainya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen jenjang TK/PAUD sampai SMP kemarin (10/1). Bupati Madiun Ahmad Dawami beserta jajaran meninjau pelaksanaan PTM 100 persen hari pertama itu ke sejumlah sekolah seperti SDN Pajaran 01-05. ‘’Senang bisa sekolah bersama teman-teman yang banyak,’’ kata Gilang Pratama, siswa kelas I SDN setempat.

Teman satu sekolah Gilang semakin banyak karena seluruh siswa masuk dalam sekali waktu saban hari. Gilang yang kemarin juga divaksin Covid-19 mengaku tidak merasa sakit. Sementara, Lilis Setyawati –ibu Gilang- yang mendampingi vaksinasi tak kalah bahagia. ‘’Jadi lebih tenang setelah anak divaksin,’’ ungkap Lilis.

HERD IMMUNITY: Bupati Madiun Ahmad Dawami meninjau pelaksanaan vaksinasi di salah SD di Saradan kemarin. (PROKOPIM FOR RADAR MADIUN)

Keceriaan siswa turut dirasakan Kaji Mbing –sapaan Bupati Ahmad Dawami- saat meninjau vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan hari pertama PTM 100 persen. Yakni, di SDN 01-05 Pajaran dan SMPN 3 Saradan. Dalam kunjungan tersebut Kaji Mbing sempat mengajak diskusi sejumlah siswa terkait PTM 100 persen maupun vaksinasi. ‘’Mereka ingin sekolah dengan bermacam-macam alasan yang intinya ingin berkegiatan secara normal,’’ kata Kaji Mbing.

Hari pertama PTM 100 persen sarat kebahagiaan. Kendati demikian, pemkab tak mau kecolongan. Dalam kunjungannya, Kaji Mbing menekankan kepada siswa untuk disiplin prokes. Pun, memelototi kesiapan sekolah terhadap berbagai hal terkait situasi pandemi Covid-19.

Baca Juga :  DPRD Sahkan Ranperda PAPBD Ngawi 2020

Dia mengungkapkan, kesiapan itu menjadi poin penting terkait keberlanjutan PTM 100 persen. ‘’Yang jelas, semua ini demi anak-anak. Saya pesan, orang tua juga harus disiplin prokes agar anak-anak bisa terus sekolah. Masker jangan sampai lupa,’’ tegas Kaji Mbing.

Bupati mengatakan, ada sesuatu yang harus dikejar bersamaan masuknya seluruh siswa ke sekolah. Yakni, perihal pendidikan karakter yang belum maksimal ketika belum PTM. ‘’Saya sering menyampaikan soal akhlak dan moralitas. Sesuatu yang tidak bisa dipelajari, tapi harus diteladani. Itu yang mesti dimaksimalkan dalam PTM 100 persen ini,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah menambahkan, pelaksanaan PTM 100 persen sudah sesuai ketentuan SKB 4 menteri. Seluruh sekolah sudah di-review ulang sebelum PTM 100 persen dimulai. Mulai sarpras sampai upaya preventif dan edukatif terkait pandemi Covid-19.

Pihaknya juga mengeluarkan imbauan kepada 1.145 satuan pendidikan untuk selalu menyediakan masker bagi siswa. Pun, mendorong sekolah untuk lebih memaksimalkan kecepatan komunikasi dengan desa maupun kecamatan setempat. ‘’Monitoring dan evaluasi akan dilakukan ke semua sekolah terkait pelaksanaan PTM 100 persen ini,’’ ungkap Siti. (den/c1/isd/adv/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/