alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Bangkitkan Ekonomi Indonesia, Pemerintah Dukung Industri Otomotif

JAKARTA – Kinerja penjualan produk industri otomotif turut terkena imbasnya di tengah pandemi Covid-19. Namun ketika kebijakan pemerintah mengenai relaksasi PPnBM diberlakukan, kinerja penjualan mobil pada Maret–September 2021 terus menguat. Penjualan mobil selama September 2021 tercatat sebanyak 84,11 ribu unit atau naik sekitar 41,5 persen jika dibandingkan Februari.

“Untuk mendorong dan mengakselerasi konsumsi, serta peningkatan utilitas industri otomotif, Pemerintah melanjutkan perluasan kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP), sebagai tindak lanjut dari keberhasilan penjualan kendaraan bermotor roda empat (KBM-R4) hingga hampir 150 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Kamis (11/11).

Pemerintah telah memutusan untuk memberikan insentif pengurangan PPnBM 100 persen bagi pembelian KBM-R4 berkapasitas silinder mesin di bawah 1.500 cc hingga Desember 2021. Serta insentif pengurangan PPnBM dari 25 persen hingga 50 persen untuk KBM-R4 berkapasitas silinder mesin antara 1.501–2.500 cc.

Sebagai salah satu bentuk komitmen dalam mengatasi permasalahan perubahan iklim, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan (EBT). Serta pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik/Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) dengan cara mengeluarkan peta jalan industri otomotif nasional dan peta jalan pengembangan Industri KBL-BB.

Baca Juga :  Insiden Balongan Tak Pengaruhi Pasokan dan Distribusi BBM-LPG di Jatimbalinus

Guna mendukung kebijakan pengembangan KBL-BB tersebut, pemerintah telah menerbitkan PP 74/2021 tentang Perubahan Atas PP 73/2019 tentang PPnBM Kendaraan Bermotor di mana di dalamnya diatur tentang pengenaan tarif PPnBM, yang dikenakan berdasarkan tingkat emisi karbon kendaraan bermotor.

Pelaksanaan pameran GIIAS 2021 yang mengusung tema “Wheels to Move” akan dapat menjadi wadah untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. Tujuannya supaya segera kembali bangkit pasca pandemi Covid-19 ini, serta menjadi ajang dalam mendukung penurunan emisi karbon pada kendaraan bermotor.

“Pemerintah sangat mendukung acara pameran GIIAS 2021 ini untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional Indonesia. Karena itu, saya mengucapkan selamat dan semoga acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta mendatangkan banyak manfaat untuk perekonomian Indonesia,” ungkap Airlangga.

Airlangga juga mengharapkan Indonesia bisa menjadi swasembada kendaraan bermotor dan teknologinya dengan meningkatkan kualitas produk yang diproduksi dalam negeri dan bisa mendongkrak nilai ekspor otomotif untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi pasca pandemi.

Opening ceremony GIIAS 2021 ini dilanjutkan dengan kunjungan rombongan ke area pameran otomotif di ICE BSD. Pameran tahun ini menghadirkan sejumlah produk terbaru dari 24 merk kendaraan ternama yang turut berpartisipasi, yang diharapkan akan dapat menjadi penanda kebangkitan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19. (don/her/adv)

JAKARTA – Kinerja penjualan produk industri otomotif turut terkena imbasnya di tengah pandemi Covid-19. Namun ketika kebijakan pemerintah mengenai relaksasi PPnBM diberlakukan, kinerja penjualan mobil pada Maret–September 2021 terus menguat. Penjualan mobil selama September 2021 tercatat sebanyak 84,11 ribu unit atau naik sekitar 41,5 persen jika dibandingkan Februari.

“Untuk mendorong dan mengakselerasi konsumsi, serta peningkatan utilitas industri otomotif, Pemerintah melanjutkan perluasan kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM-DTP), sebagai tindak lanjut dari keberhasilan penjualan kendaraan bermotor roda empat (KBM-R4) hingga hampir 150 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membuka Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, Kamis (11/11).

Pemerintah telah memutusan untuk memberikan insentif pengurangan PPnBM 100 persen bagi pembelian KBM-R4 berkapasitas silinder mesin di bawah 1.500 cc hingga Desember 2021. Serta insentif pengurangan PPnBM dari 25 persen hingga 50 persen untuk KBM-R4 berkapasitas silinder mesin antara 1.501–2.500 cc.

Sebagai salah satu bentuk komitmen dalam mengatasi permasalahan perubahan iklim, pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur energi baru terbarukan (EBT). Serta pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik/Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB) dengan cara mengeluarkan peta jalan industri otomotif nasional dan peta jalan pengembangan Industri KBL-BB.

Baca Juga :  STKIP PGRI Ngawi Gabung Unipma

Guna mendukung kebijakan pengembangan KBL-BB tersebut, pemerintah telah menerbitkan PP 74/2021 tentang Perubahan Atas PP 73/2019 tentang PPnBM Kendaraan Bermotor di mana di dalamnya diatur tentang pengenaan tarif PPnBM, yang dikenakan berdasarkan tingkat emisi karbon kendaraan bermotor.

Pelaksanaan pameran GIIAS 2021 yang mengusung tema “Wheels to Move” akan dapat menjadi wadah untuk mendukung pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. Tujuannya supaya segera kembali bangkit pasca pandemi Covid-19 ini, serta menjadi ajang dalam mendukung penurunan emisi karbon pada kendaraan bermotor.

“Pemerintah sangat mendukung acara pameran GIIAS 2021 ini untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional Indonesia. Karena itu, saya mengucapkan selamat dan semoga acara ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta mendatangkan banyak manfaat untuk perekonomian Indonesia,” ungkap Airlangga.

Airlangga juga mengharapkan Indonesia bisa menjadi swasembada kendaraan bermotor dan teknologinya dengan meningkatkan kualitas produk yang diproduksi dalam negeri dan bisa mendongkrak nilai ekspor otomotif untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi pasca pandemi.

Opening ceremony GIIAS 2021 ini dilanjutkan dengan kunjungan rombongan ke area pameran otomotif di ICE BSD. Pameran tahun ini menghadirkan sejumlah produk terbaru dari 24 merk kendaraan ternama yang turut berpartisipasi, yang diharapkan akan dapat menjadi penanda kebangkitan ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19. (don/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/