alexametrics
26.1 C
Madiun
Saturday, May 28, 2022

Kota Madiun Raih Penghargaan STBM dari Kemenkes

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang dijalankan Pemkot Madiun diganjar penghargaan oleh kementerian kesehatan (kemenkes). Pemkot memperoleh STBM Award 2021 kategori enabling dalam upaya pelaksanaan program STBM secara berkelanjutan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan pemkot telah membuktikan diri sebagai daerah dengan kondisi lingkungan paling sehat. Mulai dari kesuksesan mengembangkan program kesehatan berbasis masyarakat. Selain itu, pihaknya juga telah menjalankan sistem penataan sampah sesuai dengan aturan. ‘’Masyarakatnya juga kompak menjaga kesehatan,’’ katanya, Jumat (15/10).

Di samping itu, Kota Madiun juga termasuk dalam daerah golongan open defecation free (ODF) atau tidak ada warganya yang buang air besar sembarangan. Menurut Maidi, hal tersebut ditunjang dengan program jambanisasi yang dilakukan pemkot setiap tahunnya. ‘’Masyarakat 100 persen menjalankan prinsip hidup sehat. Semisal buang air besar di jamban dan penataan lingkungannya baik,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Maidi menambahkan pengolahan limbah secara sehat juga dilakukan secara berkelanjutan oleh pemkot. Bahkan, imbuhnya, dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana setempat telah melakukan advokasi kepada pemangku kepentingan serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pengolahan limbah tersebut. ‘’Angka harapan hidup (AHH) Kota Madiun yang tinggi saat ini bisa menjadi bukti bahwa pola hidup bersih dijalankan oleh masyarakat,’’ terang Maidi.

Baca Juga :  DPMPTSP Magetan Peringati Hari Kartini

Seperti diketahui, STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

Sedangkan indikator output STBM adalah individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF). Setiap rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.

Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas tersedia fasilitas cuci tangan. Sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar. (her/adv)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) yang dijalankan Pemkot Madiun diganjar penghargaan oleh kementerian kesehatan (kemenkes). Pemkot memperoleh STBM Award 2021 kategori enabling dalam upaya pelaksanaan program STBM secara berkelanjutan.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan pemkot telah membuktikan diri sebagai daerah dengan kondisi lingkungan paling sehat. Mulai dari kesuksesan mengembangkan program kesehatan berbasis masyarakat. Selain itu, pihaknya juga telah menjalankan sistem penataan sampah sesuai dengan aturan. ‘’Masyarakatnya juga kompak menjaga kesehatan,’’ katanya, Jumat (15/10).

Di samping itu, Kota Madiun juga termasuk dalam daerah golongan open defecation free (ODF) atau tidak ada warganya yang buang air besar sembarangan. Menurut Maidi, hal tersebut ditunjang dengan program jambanisasi yang dilakukan pemkot setiap tahunnya. ‘’Masyarakat 100 persen menjalankan prinsip hidup sehat. Semisal buang air besar di jamban dan penataan lingkungannya baik,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Maidi menambahkan pengolahan limbah secara sehat juga dilakukan secara berkelanjutan oleh pemkot. Bahkan, imbuhnya, dinas kesehatan, pengendalian penduduk dan keluarga berencana setempat telah melakukan advokasi kepada pemangku kepentingan serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pengolahan limbah tersebut. ‘’Angka harapan hidup (AHH) Kota Madiun yang tinggi saat ini bisa menjadi bukti bahwa pola hidup bersih dijalankan oleh masyarakat,’’ terang Maidi.

Baca Juga :  ACT Madiun Galang Dana Dampak Karhutla

Seperti diketahui, STBM merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higienis dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku.

Sedangkan indikator output STBM adalah individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF). Setiap rumah tangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.

Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas tersedia fasilitas cuci tangan. Sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar. (her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/