alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

BPJamsostek, Baznas dan Dindik Ponorogo Teken Kerja Sama Perlindungan GTT-PTT

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Perpanjangan kerja sama terjalin antara BPJS Ketenagakerjaan, Baznas dan Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo. Ketiga belah pihak bersepakat tentang pemberian perlindungan jaminan keselamatan kerja terhadap guru dan pegawai berikut zakat serta infaq.

Sebelumnya, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun Baznas dan Dindik Ponorogo telah menjalin kerja sama ini sejak 2019 lalu. Kini kesepakatan tersebut diperpanjang untuk medio 2022.

Kadindik Ponorogo Endang Retno Wulandari berharap dari kerja sama ini bisa meningkatkan kesejahteraan para guru dan lembaga sekolah. Sehingga, ke depannya mereka bisa menjalankan program kerja dengan baik. ‘’Dengan semua guru dan pegawai terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan, maka mereka akan merasa aman dalam bekerja,’’ kata Retno, Senin (15/11).

Adapun pegawai yang telah terdaftar sebagai peserta ada 5.452 orang. Jumlah itu meliputi guru tidak tetap (GTT), pegawai tidak tetap (PTT) dan gueu PAUD-TK. Retno menyebut masih ada 392 guru dan pegawai yang belum terdaftar.

Dia berharap ada sosialisasi kepada mereka terkait kemudahan dan manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek ini. ‘’Selain melindungi ketika bekerja, BPJS Ketenagakerjaan juga cepat dalam mencairkan dana kepesertaannya. Sudah banyak teman-teman di lingkup Dindik Ponorogo yang telah merasakan manfaatnya,’’ ungkap Retno.

Baca Juga :  Kurang Sepekan, Progres Jembatan Runtuh di Ponorogo Baru Capai 40 Persen

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun Honggy Dwinanda Hariawan menyatakan sudah seharusnya para GTT, PTT dan guru TK-PAUD di Ponorogo seluruhnya ter-cover BPJamsostek. Sebab, keselamatan mereka dalam kerja bisa terjamin. Misalnya ketika mengalami kecelakaan kerja maka seluruh biaya yang dikeluarkan oleh peserta akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Jika peserta meninggal, nantinya pihak ahli waris akan mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan,” imbuh Honggy.

Dia menambahkan dalam lanjutan kerja sama kali ini pihaknya bakal fokus ke GTT dan PTT. Lalu, seandainya mereka nanti diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) kepesertaannya akan diberikan ke GTT lainnya melalui Baznas. ‘’Semoga tahun ini dan tahun depan bagi GTT yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa segera terdaftar,’’ harap Honggy.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian ke dua ahli waris sebesar Rp 42 juta. Tidak hanya itu mereka juga menyerahkan bantuan beras sebanyak 2.100 kilogram kepada Baznas untuk selanjutnya disalurkan ke masyarakat di 21 kecamatan. ‘’Tapi, semua teknis penyerahan beras kami pasrahkan ke Baznas Ponorogo. Karena mereka yang tahu datanya,’’ ujar Honggy. (fac/her/adv)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Perpanjangan kerja sama terjalin antara BPJS Ketenagakerjaan, Baznas dan Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo. Ketiga belah pihak bersepakat tentang pemberian perlindungan jaminan keselamatan kerja terhadap guru dan pegawai berikut zakat serta infaq.

Sebelumnya, baik BPJS Ketenagakerjaan maupun Baznas dan Dindik Ponorogo telah menjalin kerja sama ini sejak 2019 lalu. Kini kesepakatan tersebut diperpanjang untuk medio 2022.

Kadindik Ponorogo Endang Retno Wulandari berharap dari kerja sama ini bisa meningkatkan kesejahteraan para guru dan lembaga sekolah. Sehingga, ke depannya mereka bisa menjalankan program kerja dengan baik. ‘’Dengan semua guru dan pegawai terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan, maka mereka akan merasa aman dalam bekerja,’’ kata Retno, Senin (15/11).

Adapun pegawai yang telah terdaftar sebagai peserta ada 5.452 orang. Jumlah itu meliputi guru tidak tetap (GTT), pegawai tidak tetap (PTT) dan gueu PAUD-TK. Retno menyebut masih ada 392 guru dan pegawai yang belum terdaftar.

Dia berharap ada sosialisasi kepada mereka terkait kemudahan dan manfaat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek ini. ‘’Selain melindungi ketika bekerja, BPJS Ketenagakerjaan juga cepat dalam mencairkan dana kepesertaannya. Sudah banyak teman-teman di lingkup Dindik Ponorogo yang telah merasakan manfaatnya,’’ ungkap Retno.

Baca Juga :  PAIR Annual Summit 2021: Pemulihan Ekonomi On The Track

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Madiun Honggy Dwinanda Hariawan menyatakan sudah seharusnya para GTT, PTT dan guru TK-PAUD di Ponorogo seluruhnya ter-cover BPJamsostek. Sebab, keselamatan mereka dalam kerja bisa terjamin. Misalnya ketika mengalami kecelakaan kerja maka seluruh biaya yang dikeluarkan oleh peserta akan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan. ‘’Jika peserta meninggal, nantinya pihak ahli waris akan mendapat santunan dari BPJS Ketenagakerjaan,” imbuh Honggy.

Dia menambahkan dalam lanjutan kerja sama kali ini pihaknya bakal fokus ke GTT dan PTT. Lalu, seandainya mereka nanti diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) kepesertaannya akan diberikan ke GTT lainnya melalui Baznas. ‘’Semoga tahun ini dan tahun depan bagi GTT yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa segera terdaftar,’’ harap Honggy.

Dalam kesempatan tersebut, pihak BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian ke dua ahli waris sebesar Rp 42 juta. Tidak hanya itu mereka juga menyerahkan bantuan beras sebanyak 2.100 kilogram kepada Baznas untuk selanjutnya disalurkan ke masyarakat di 21 kecamatan. ‘’Tapi, semua teknis penyerahan beras kami pasrahkan ke Baznas Ponorogo. Karena mereka yang tahu datanya,’’ ujar Honggy. (fac/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/