alexametrics
24.7 C
Madiun
Thursday, May 19, 2022

Cegah Kenaikan Kasus, Pemerintah Monitor Kondisi di Dalam dan Luar Negeri

JAKARTA – Evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali terus dilakukan setiap minggu. Meskipun periode PPKM kali ini masih akan berlanjut hingga 22 November 2021. Beberapa indikator pandemi memang terus konsisten mengalami perbaikan dari minggu sebelumnya, namun ada sedikit kenaikan dari sisi angka reproduksi kasus efektif di beberapa pulau.

Berdasarkan data per 14 November 2021, jumlah kasus aktif sebesar 9.018 kasus atau 0,2 persen dari total kasus, dan ini jauh lebih baik daripada rata-rata global yang sebesar 7,4 persen. Apabila dibandingkan dari kondisi puncak di 24 Juli 2021, maka persentasenya sudah turun -98,43 persen. Kasus konfirmasi harian rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 384 kasus dengan tren penurunan, data per 14 November sebanyak 399 kasus atau sudah turun -99,4 persen dari situasi puncak 15 Juli 2021.

Secara nasional, persentase tingkat kesembuhan (recovery rate/RR) adalah 96,41 persen, tingkat kematian (case fatality rate/CFR) adalah 3,38 persen, dengan penurunan total kasus aktif adalah -97,59 persen.

Angka reproduksi kasus efektif (Rt) Covid-19 Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 0,95 (pada 5 November 2021) menjadi 0,96 (pada 11 November 2021), namun masih di bawah 1,00 (terkendali). “Potensi peningkatan kasus, walaupun kecil akan terus dimonitor dan diwaspadai oleh Pemerintah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (15/11).

Jika diperhatikan per pulau, Rt semua pulau sudah berada di bawah 1 (terkendali). Namun di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan Rt-nya sedikit naik selama sepekan terakhir ini. Rt Jawa naik dari 0,93 menjadi 0,95, sedangkan Bali naik dari 0,97 menjadi 0,98, dan Rt Kalimantan dari 0,96 menjadi 0,98. Kemudian, ada 4 pulau yang Rt-nya tetap yakni Sumatera (0,96), Papua (0,98), Nusa Tenggara (0,98), dan Sulawesi (0,95). Sedangkan, yang turun adalah Rt Maluku dari 1,01 menjadi 1,00.

Menko Airlangga melanjutkan, Presiden Jokowi meminta semua pihak harus terus memperhatikan kunjungan warga negara asing ke Indonesia. “Tingkat kasus di negara lain juga harus terus dimonitor sebelum membuka (kunjungan dari dan ke) negara-negara lain. Kalau untuk persiapan libur Nataru, akan didalami kembali seminggu ke depan, sebelum diumumkan ke masyarakat,” ucapnya.

Perkembangan Kondisi Luar Jawa-Bali

DILIHAT dari jumlah kasus aktif di luar Jawa-Bali, per 14 November 2021 sebesar 4.339 kasus atau 0,31 persen dari total kasus, atau sudah menurun -98,0 persen dari puncaknya di 6 Agustus 2021. Kasus konfirmasi harian rata-rata 7 hari (7DMA) per 14 November 2021 sebesar 135 kasus, dengan tren penurunan sebanyak 117 kasus.

Kasus kematian (CFR) per 14 November 2021 berjumlah 7 kasus dengan total 43.522 kematian (CFR 3,12 persen). Tingkat kesembuhan (RR) harian per 14 November bertambah 191 orang dengan total 1.345.623 orang (RR 96,57 persen). “Tren penurunan cukup konsisten untuk Kasus Konfirmasi Harian dan jumlah Kasus Aktif di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali,” imbuh Menko Airlangga.

Baca Juga :  Dukungan Internasional Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Proporsi kasus konfirmasi harian dari luar Jawa-Bali terhadap tambahan kasus nasional per 14 November 2021 adalah sebesar 39,8 persen (135 dari 339 kasus baru), dan jumlah ini mulai menurun di bawah proporsi Jawa-Bali sejak akhir Oktober 2021. Per 14 November 2021, kasus aktif di luar Jawa-Bali adalah sebesar 48,1 persen dari total kasus aktif nasional (4.339 dari 9.018 kasus aktif).

Mengenai level asesmen per 13 November 2021, dari 27 Provinsi di luar Jawa-Bali tercatat bahwa seluruh provinsi berada pada level transmisi komunitas tingkat 1, namun kondisi berbeda terjadi pada sisi kapasitas respon. level asesmen situasi pandemi: tidak ada provinsi di level 4 dan 3; sebanyak 25 provinsi berada di level 2 (karena kapasitas respon “sedang” atau “terbatas”); serta 2 provinsi yang berada di level 1 dengan kapasitas respon memadai (Provinsi Kep. Riau dan Nusa Tenggara Barat). Dari sisi capaian vaksinasi, hanya 1 provinsi dengan tingkat vaksinasi dosis-1 pada level “memadai” (>70 persen), yaitu Kepulauan Riau (91,88 persen), 11 provinsi di level sedang (50-70 persen), dan 15 provinsi pada level terbatas (<50 persen).

“Level asesmen pada tingkat kabupaten/kota, tidak ada yang masuk di level 4, namun masih ada 5 kabupaten/kota di level 3, yaitu Tana Tidung, Gayo Lues, Sorong, Kota Subulussalam, dan Teluk Bintuni. Sebanyak 207 kabupaten/ kota di level 2, dan terjadi peningkatan kabupaten/ kota di level 1 yaitu sebanyak 174 kabupaten/ kota,” jelas Menko Airlangga.

Untuk 5 kabupaten/kota penyelenggara World Superbike (WSBK) Mandalika, yakni Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah, dan Lombok Barat, kesemuanya berada pada Level Asesmen 1. Menyoal pencapaian vaksinasi saat penyelenggaraan Superbike, yang ditargetkan mencapai 70 persen Dosis-1 sebelum event dilaksanakan, saat ini dari 5 kabupaten/kota di Pulau Lombok, tinggal 1 kabupaten lagi yang belum mencapai 70 persen yaitu Lombok Timur yang mencapai 68,99 persen, dan segera akan dikejar pencapaiannya dalam minggu ini.

Perkembangan Sisi Ekonomi

REALISASI Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai 12 November 2021 mencapai Rp 483,91 triliun atau 65,0 persen dari pagu Rp 744,77 triliun. Sementara itu, realisasi dari klaster Perlinsos yang sebesar Rp 132,49 triliun, antara lain digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 94,3 persen atau Rp 28,31 triliun dari pagu Rp 28,31 triliun, Kartu Sembako sebesar 66,6 persen atau Rp 33,22 triliun dari pagu Rp 49,89 triliun, BLT Desa sebesar 65,5 persen atau Rp 18,85 triliun dari pagu Rp 28,80 triliun, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 76,1 persen atau Rp 6,70 triliun dari pagu Rp 8,80 triliun.

Untuk Kartu Prakerja hingga 12 November 2021, telah diberikan kepada 5.932.867 penerima untuk batch 12-22, dan 5.764.498 (96 persen) penerima telah menyelesaikan pelatihan, serta 5.667.110 juta (95 persen) Penerima telah mendapatkan insentif. Total insentif yang disalurkan selama 2021 sebesar Rp 11,6 triliun,” pungkas Menko Airlangga. (don/her/adv)

JAKARTA – Evaluasi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali terus dilakukan setiap minggu. Meskipun periode PPKM kali ini masih akan berlanjut hingga 22 November 2021. Beberapa indikator pandemi memang terus konsisten mengalami perbaikan dari minggu sebelumnya, namun ada sedikit kenaikan dari sisi angka reproduksi kasus efektif di beberapa pulau.

Berdasarkan data per 14 November 2021, jumlah kasus aktif sebesar 9.018 kasus atau 0,2 persen dari total kasus, dan ini jauh lebih baik daripada rata-rata global yang sebesar 7,4 persen. Apabila dibandingkan dari kondisi puncak di 24 Juli 2021, maka persentasenya sudah turun -98,43 persen. Kasus konfirmasi harian rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 384 kasus dengan tren penurunan, data per 14 November sebanyak 399 kasus atau sudah turun -99,4 persen dari situasi puncak 15 Juli 2021.

Secara nasional, persentase tingkat kesembuhan (recovery rate/RR) adalah 96,41 persen, tingkat kematian (case fatality rate/CFR) adalah 3,38 persen, dengan penurunan total kasus aktif adalah -97,59 persen.

Angka reproduksi kasus efektif (Rt) Covid-19 Indonesia mengalami sedikit peningkatan dari 0,95 (pada 5 November 2021) menjadi 0,96 (pada 11 November 2021), namun masih di bawah 1,00 (terkendali). “Potensi peningkatan kasus, walaupun kecil akan terus dimonitor dan diwaspadai oleh Pemerintah,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Konferensi Pers Ratas Evaluasi PPKM, Senin (15/11).

Jika diperhatikan per pulau, Rt semua pulau sudah berada di bawah 1 (terkendali). Namun di Pulau Jawa, Bali, dan Kalimantan Rt-nya sedikit naik selama sepekan terakhir ini. Rt Jawa naik dari 0,93 menjadi 0,95, sedangkan Bali naik dari 0,97 menjadi 0,98, dan Rt Kalimantan dari 0,96 menjadi 0,98. Kemudian, ada 4 pulau yang Rt-nya tetap yakni Sumatera (0,96), Papua (0,98), Nusa Tenggara (0,98), dan Sulawesi (0,95). Sedangkan, yang turun adalah Rt Maluku dari 1,01 menjadi 1,00.

Menko Airlangga melanjutkan, Presiden Jokowi meminta semua pihak harus terus memperhatikan kunjungan warga negara asing ke Indonesia. “Tingkat kasus di negara lain juga harus terus dimonitor sebelum membuka (kunjungan dari dan ke) negara-negara lain. Kalau untuk persiapan libur Nataru, akan didalami kembali seminggu ke depan, sebelum diumumkan ke masyarakat,” ucapnya.

Perkembangan Kondisi Luar Jawa-Bali

DILIHAT dari jumlah kasus aktif di luar Jawa-Bali, per 14 November 2021 sebesar 4.339 kasus atau 0,31 persen dari total kasus, atau sudah menurun -98,0 persen dari puncaknya di 6 Agustus 2021. Kasus konfirmasi harian rata-rata 7 hari (7DMA) per 14 November 2021 sebesar 135 kasus, dengan tren penurunan sebanyak 117 kasus.

Kasus kematian (CFR) per 14 November 2021 berjumlah 7 kasus dengan total 43.522 kematian (CFR 3,12 persen). Tingkat kesembuhan (RR) harian per 14 November bertambah 191 orang dengan total 1.345.623 orang (RR 96,57 persen). “Tren penurunan cukup konsisten untuk Kasus Konfirmasi Harian dan jumlah Kasus Aktif di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali,” imbuh Menko Airlangga.

Baca Juga :  Mendag Lutfi Yakin Indonesia Mampu Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

Proporsi kasus konfirmasi harian dari luar Jawa-Bali terhadap tambahan kasus nasional per 14 November 2021 adalah sebesar 39,8 persen (135 dari 339 kasus baru), dan jumlah ini mulai menurun di bawah proporsi Jawa-Bali sejak akhir Oktober 2021. Per 14 November 2021, kasus aktif di luar Jawa-Bali adalah sebesar 48,1 persen dari total kasus aktif nasional (4.339 dari 9.018 kasus aktif).

Mengenai level asesmen per 13 November 2021, dari 27 Provinsi di luar Jawa-Bali tercatat bahwa seluruh provinsi berada pada level transmisi komunitas tingkat 1, namun kondisi berbeda terjadi pada sisi kapasitas respon. level asesmen situasi pandemi: tidak ada provinsi di level 4 dan 3; sebanyak 25 provinsi berada di level 2 (karena kapasitas respon “sedang” atau “terbatas”); serta 2 provinsi yang berada di level 1 dengan kapasitas respon memadai (Provinsi Kep. Riau dan Nusa Tenggara Barat). Dari sisi capaian vaksinasi, hanya 1 provinsi dengan tingkat vaksinasi dosis-1 pada level “memadai” (>70 persen), yaitu Kepulauan Riau (91,88 persen), 11 provinsi di level sedang (50-70 persen), dan 15 provinsi pada level terbatas (<50 persen).

“Level asesmen pada tingkat kabupaten/kota, tidak ada yang masuk di level 4, namun masih ada 5 kabupaten/kota di level 3, yaitu Tana Tidung, Gayo Lues, Sorong, Kota Subulussalam, dan Teluk Bintuni. Sebanyak 207 kabupaten/ kota di level 2, dan terjadi peningkatan kabupaten/ kota di level 1 yaitu sebanyak 174 kabupaten/ kota,” jelas Menko Airlangga.

Untuk 5 kabupaten/kota penyelenggara World Superbike (WSBK) Mandalika, yakni Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Timur, dan Lombok Tengah, dan Lombok Barat, kesemuanya berada pada Level Asesmen 1. Menyoal pencapaian vaksinasi saat penyelenggaraan Superbike, yang ditargetkan mencapai 70 persen Dosis-1 sebelum event dilaksanakan, saat ini dari 5 kabupaten/kota di Pulau Lombok, tinggal 1 kabupaten lagi yang belum mencapai 70 persen yaitu Lombok Timur yang mencapai 68,99 persen, dan segera akan dikejar pencapaiannya dalam minggu ini.

Perkembangan Sisi Ekonomi

REALISASI Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sampai 12 November 2021 mencapai Rp 483,91 triliun atau 65,0 persen dari pagu Rp 744,77 triliun. Sementara itu, realisasi dari klaster Perlinsos yang sebesar Rp 132,49 triliun, antara lain digunakan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar 94,3 persen atau Rp 28,31 triliun dari pagu Rp 28,31 triliun, Kartu Sembako sebesar 66,6 persen atau Rp 33,22 triliun dari pagu Rp 49,89 triliun, BLT Desa sebesar 65,5 persen atau Rp 18,85 triliun dari pagu Rp 28,80 triliun, dan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar 76,1 persen atau Rp 6,70 triliun dari pagu Rp 8,80 triliun.

Untuk Kartu Prakerja hingga 12 November 2021, telah diberikan kepada 5.932.867 penerima untuk batch 12-22, dan 5.764.498 (96 persen) penerima telah menyelesaikan pelatihan, serta 5.667.110 juta (95 persen) Penerima telah mendapatkan insentif. Total insentif yang disalurkan selama 2021 sebesar Rp 11,6 triliun,” pungkas Menko Airlangga. (don/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/