23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Lewat Program PKU, PNM Berdayakan UMKM di Indonesia

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) berhasil memberdayakan dan memberikan pendampingan kepada UMKM di Indonesia melalui program PKU. Selama 2022, PNM PKU telah mendampingi UMKM binaannya melalui berbagai pelatihan.

Salah satunya program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) yang mengusung tema literasi keuangan, pentingnya memiliki nomor induk berusaha (NIB), pemasaran di media sosial, registrasi di e-commerce, pengembangan kemasan, dan aplikasi keuangan sederhana.

“PNM selalu berkomitmen memberikan pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan kepada nasabahnya, tepatnya dengan program PKU. Tema pemberdayaan kami di PKU adalah giving our customer a complete set of empowerment,’’ ujar Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM Dicky Fajrian.

Pihak PNM berharap pendampingan ini bisa berdampak pada kemajuan usaha yang dijalankan nasabah PNM hingga naik kelas. Saat ini tercatat sebanyak 692.275 UMKM binaan PNM sudah mengikuti 14.896 program pelatihan PKU selama 2022.

‘’Kami berharap melalui program-program PKU dapat membantu seluruh nasabah untuk tumbuh dan berkembang, sehingga bisa naik kelas dan memiliki kesempatan memiliki kesejahteraan hidup yang lebih baik bagi keluarganya,’’ katanya.

Pelatihan melalui program PKU ini juga mendorong nasabah PNM meningkatkan pengetahuan. Manfaatnya banyak, terutama memiliki NIB sehingga legalitas usahanya terjamin dan meningkatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Jaga Momentum Pemulihan Ekonomi di 2022

Nasabah PNM juga berkesempatan mengikuti pengadaan barang atau jasa pemerintah. Kemudian nasabah juga didampingi untuk on boarding social media agar bisa memperluas pemasaran usahanya melalui pasar digital atau online dan nasional yang bisa menambah kesejahteraan keluarga sehingga nasabah PNM naik kelas.

Program ini merupakan salah satu bentuk dari tiga modal PNM. Dalam mendukung pertumbuhan ultra mikro dan UMKM, PNM memberikan tiga modal berupa finansial, intelektual dan sosial. Modal finansial diberikan melalui pembiayaan usaha produktif, sedangkan modal intelektual melalui pendampingan antara lain pelatihan, berbagi info dan pengalaman.

Untuk modal sosial, PNM membangun kepedulian nasabah melalui jejaring usaha dan sinergi bisnis yang mampu membantu percepatan usaha nasabah. Kemudian, pelatihan ini berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara itu, hingga 31 Desember 2022 lalu, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 202,4 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 13.921.722 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.510 kantor layanan PNM Mekaar dan 705 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 513 kabupaten/kota, dan 6.655 Kecamatan.(*/aan/adv)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) berhasil memberdayakan dan memberikan pendampingan kepada UMKM di Indonesia melalui program PKU. Selama 2022, PNM PKU telah mendampingi UMKM binaannya melalui berbagai pelatihan.

Salah satunya program Mba Maya (Membina dan Memberdaya) yang mengusung tema literasi keuangan, pentingnya memiliki nomor induk berusaha (NIB), pemasaran di media sosial, registrasi di e-commerce, pengembangan kemasan, dan aplikasi keuangan sederhana.

“PNM selalu berkomitmen memberikan pemberdayaan melalui pelatihan dan pendampingan kepada nasabahnya, tepatnya dengan program PKU. Tema pemberdayaan kami di PKU adalah giving our customer a complete set of empowerment,’’ ujar Kepala Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha PT PNM Dicky Fajrian.

Pihak PNM berharap pendampingan ini bisa berdampak pada kemajuan usaha yang dijalankan nasabah PNM hingga naik kelas. Saat ini tercatat sebanyak 692.275 UMKM binaan PNM sudah mengikuti 14.896 program pelatihan PKU selama 2022.

‘’Kami berharap melalui program-program PKU dapat membantu seluruh nasabah untuk tumbuh dan berkembang, sehingga bisa naik kelas dan memiliki kesempatan memiliki kesejahteraan hidup yang lebih baik bagi keluarganya,’’ katanya.

Pelatihan melalui program PKU ini juga mendorong nasabah PNM meningkatkan pengetahuan. Manfaatnya banyak, terutama memiliki NIB sehingga legalitas usahanya terjamin dan meningkatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan.

Baca Juga :  Ambil Hikmah dari Kondisi Pandemi, Semoga Ibadah Lebih Berkah

Nasabah PNM juga berkesempatan mengikuti pengadaan barang atau jasa pemerintah. Kemudian nasabah juga didampingi untuk on boarding social media agar bisa memperluas pemasaran usahanya melalui pasar digital atau online dan nasional yang bisa menambah kesejahteraan keluarga sehingga nasabah PNM naik kelas.

Program ini merupakan salah satu bentuk dari tiga modal PNM. Dalam mendukung pertumbuhan ultra mikro dan UMKM, PNM memberikan tiga modal berupa finansial, intelektual dan sosial. Modal finansial diberikan melalui pembiayaan usaha produktif, sedangkan modal intelektual melalui pendampingan antara lain pelatihan, berbagi info dan pengalaman.

Untuk modal sosial, PNM membangun kepedulian nasabah melalui jejaring usaha dan sinergi bisnis yang mampu membantu percepatan usaha nasabah. Kemudian, pelatihan ini berjalan sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat.

Sementara itu, hingga 31 Desember 2022 lalu, PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 202,4 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 13.921.722 juta nasabah. Saat ini PNM memiliki 3.510 kantor layanan PNM Mekaar dan 705 kantor layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 513 kabupaten/kota, dan 6.655 Kecamatan.(*/aan/adv)

Most Read

Artikel Terbaru