alexametrics
24.1 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Pemerintah Dorong Pesantren Manfaatkan KUR

PEKALONGAN – Sebagai respon atas dampak pandemi Covid-19, pemerintah melalui program kredit usaha rakyat (KUR) berusaha untuk membangkitkan aktivitas UMKM. Bentunya berupa akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau. Seperti pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen hingga 31 Desember 2021, kebijakan penundaan angsuran pokok, dan relaksasi ketentuan KUR. Misalnya perpanjangan jangka waktu serta penambahan limit plafon kredit yang diberikan kepada penerima KUR terdampak pandemi Covid-19.

Pemerintah terus memaksimalkan peran KUR untuk membantu UMKM bertahan di masa pandemi sekaligus meningkatkan produktivitas UMKM agar bisa naik kelas dan “go digital”. Hingga 13 September 2021, KUR telah disalurkan sebesar Rp 179,54 triliun kepada 4,77 juta debitur. Ini berarti penyaluran KUR telah mencapai 63 persen dari target tahun 2021 dengan Non Performing Loan tetap terjaga di 0,99 persen.

‘’Arahan bapak presiden, anggaran KUR ini ditingkatkan dan saat ini sudah ditingkatkan dari 253 triliun rupiah menjadi 285 triliun rupiah dengan bunga 3 persen,’’ jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengikuti agenda penyaluran KUR dalam rangkaian kunjungan kerja di Pekalongan, Kamis (16/9).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga secara simbolis menyerahkan KUR kepada 17 debitur KUR BRI, BNI, Bank Mandiri, BPD Jateng, BSI, dan Kospin Jasa dengan nilai Rp3,17 Miliar. Debitur yang hadir diwakili oleh pelaku usaha batik, pertanian, perkebunan, peternakan, konveksi, kerajinan, pedagang sayur dan ayam. Airlangga juga sempat berdiskusi secara langsung kepada sembilan penerima manfaat KUR yang menampilkan produk usahanya dalam booth UMKM.

‘’Saya mengapresiasi peran perbankan yang telah menyalurkan KUR dengan sangat baik. Penyalurannya tinggi sekaligus penyaluran bantuan pendampingannya juga tinggi. Semoga ini bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi dan masyarakat bisa sejahtera,’’ harap Airlangga.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir melaporkan perkembangan KUR di Jateng sejak Januari sampai 13 September 2021 telah mencapai Rp 32,08 dan diberikan kepada 930.478 debitur. Adapun proses penyaluran KUR di Jateng selama 2021 sebesar 49,69 persen di sektor perdagangan. Lalu, disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 24,39 persen dan jasa-jasa 12,92 persen.

Baca Juga :  Warga Magelang Tabrak Motor, Babak Belur Dihajar Massa karena Kabur

Khusus untuk Pekalongan, penyaluran KUR sejak Januari–September 2021 telah mencapai Rp 192,95 miliar dengan diberikan kepada 5.598 debitur. Secara persentase tersebar ke beberapa sektor. Meliputi sektor perdagangan sebesar 56 persen, sektor industri pengolahan 23,72 persen dan jasa-jasa sebesar 17,27 persen.

Menko Airlangga juga menyaksikan penyaluran bantuan pemberdayaan pesantren berupa bantuan untuk pembangunan dan renovasi program kemitraan Eureka Mart yang dikelola pesantren. Bantuan pemberdayaan tersebut disalurkan bagi 10 pesantren dengan masing-masing menerima Rp 200 juta. Melalui bantuan ini, pesantren diharapkan bisa melahirkan para santri yang mandiri dan berjiwa usaha.

Bantuan berupa kartu santri dari PT Telkom juga diserahkan kepada perwakilan pondok pesantren dalam kesempatan itu. Selain untuk mendukung administrasi, monitoring, dan transaksi santri, adanya kartu santri ini juga berdampak kepada UMKM dengan adanya ekosistem ekonomi digital terintegrasi yang telah didesain di dalamnya.

Pemerintah terus berkomitmen untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional sekaligus mengembangkan ekonomi syariah dan UMKM di Indonesia. Karena Indonesia dianggap memiliki potensi yang besar dalam ekonomi syariah. Indonesia menduduki posisi ke-6 terbesar industri halal pada 2020 dan menduduki urutan ke-7 total aset keuangan syariah terbesar di dunia dengan nilai USD 99 miliar pada 2019.

Penyalur dan penjamin KUR juga memberikan bantuan pendampingan berupa paket instalasi biogas peternakan rakyat, paket instalasi oven spesial tea perkebunan teh rakyat, dan kartu santri program pesantren Go Digital Telkom. Penyalur dan penjamin KUR pada kesempatan itu juga memberikan bantuan paket sembako kepada tenaga kesehatan RS Zaky Djunaid.

‘’Pertumbuhan ekonomi dan Covid-19 seperti 2 siklus. Kalau kasus Covid-19 menurun maka ekonominya naik, begitu juga sebaliknya. Saat ini kasus Covid-19 sudah turun yaitu di bawah 100.000. Kita berharap di akhir tahun pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 3,7 persen sampai 4,5%,’’ terang Airlangga yang pada kesempatan itu juga memberikan bantuan berupa 1 ton telur kepada santri. (don/her/adv)

PEKALONGAN – Sebagai respon atas dampak pandemi Covid-19, pemerintah melalui program kredit usaha rakyat (KUR) berusaha untuk membangkitkan aktivitas UMKM. Bentunya berupa akses pembiayaan yang mudah dan terjangkau. Seperti pemberian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen hingga 31 Desember 2021, kebijakan penundaan angsuran pokok, dan relaksasi ketentuan KUR. Misalnya perpanjangan jangka waktu serta penambahan limit plafon kredit yang diberikan kepada penerima KUR terdampak pandemi Covid-19.

Pemerintah terus memaksimalkan peran KUR untuk membantu UMKM bertahan di masa pandemi sekaligus meningkatkan produktivitas UMKM agar bisa naik kelas dan “go digital”. Hingga 13 September 2021, KUR telah disalurkan sebesar Rp 179,54 triliun kepada 4,77 juta debitur. Ini berarti penyaluran KUR telah mencapai 63 persen dari target tahun 2021 dengan Non Performing Loan tetap terjaga di 0,99 persen.

‘’Arahan bapak presiden, anggaran KUR ini ditingkatkan dan saat ini sudah ditingkatkan dari 253 triliun rupiah menjadi 285 triliun rupiah dengan bunga 3 persen,’’ jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat mengikuti agenda penyaluran KUR dalam rangkaian kunjungan kerja di Pekalongan, Kamis (16/9).

Dalam kesempatan tersebut, Airlangga secara simbolis menyerahkan KUR kepada 17 debitur KUR BRI, BNI, Bank Mandiri, BPD Jateng, BSI, dan Kospin Jasa dengan nilai Rp3,17 Miliar. Debitur yang hadir diwakili oleh pelaku usaha batik, pertanian, perkebunan, peternakan, konveksi, kerajinan, pedagang sayur dan ayam. Airlangga juga sempat berdiskusi secara langsung kepada sembilan penerima manfaat KUR yang menampilkan produk usahanya dalam booth UMKM.

‘’Saya mengapresiasi peran perbankan yang telah menyalurkan KUR dengan sangat baik. Penyalurannya tinggi sekaligus penyaluran bantuan pendampingannya juga tinggi. Semoga ini bisa menaikkan pertumbuhan ekonomi dan masyarakat bisa sejahtera,’’ harap Airlangga.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Iskandar Simorangkir melaporkan perkembangan KUR di Jateng sejak Januari sampai 13 September 2021 telah mencapai Rp 32,08 dan diberikan kepada 930.478 debitur. Adapun proses penyaluran KUR di Jateng selama 2021 sebesar 49,69 persen di sektor perdagangan. Lalu, disusul sektor pertanian, perburuan dan kehutanan sebesar 24,39 persen dan jasa-jasa 12,92 persen.

Baca Juga :  Maidi Janjikan Perbaikan Rumah Sutini

Khusus untuk Pekalongan, penyaluran KUR sejak Januari–September 2021 telah mencapai Rp 192,95 miliar dengan diberikan kepada 5.598 debitur. Secara persentase tersebar ke beberapa sektor. Meliputi sektor perdagangan sebesar 56 persen, sektor industri pengolahan 23,72 persen dan jasa-jasa sebesar 17,27 persen.

Menko Airlangga juga menyaksikan penyaluran bantuan pemberdayaan pesantren berupa bantuan untuk pembangunan dan renovasi program kemitraan Eureka Mart yang dikelola pesantren. Bantuan pemberdayaan tersebut disalurkan bagi 10 pesantren dengan masing-masing menerima Rp 200 juta. Melalui bantuan ini, pesantren diharapkan bisa melahirkan para santri yang mandiri dan berjiwa usaha.

Bantuan berupa kartu santri dari PT Telkom juga diserahkan kepada perwakilan pondok pesantren dalam kesempatan itu. Selain untuk mendukung administrasi, monitoring, dan transaksi santri, adanya kartu santri ini juga berdampak kepada UMKM dengan adanya ekosistem ekonomi digital terintegrasi yang telah didesain di dalamnya.

Pemerintah terus berkomitmen untuk melakukan pemulihan ekonomi nasional sekaligus mengembangkan ekonomi syariah dan UMKM di Indonesia. Karena Indonesia dianggap memiliki potensi yang besar dalam ekonomi syariah. Indonesia menduduki posisi ke-6 terbesar industri halal pada 2020 dan menduduki urutan ke-7 total aset keuangan syariah terbesar di dunia dengan nilai USD 99 miliar pada 2019.

Penyalur dan penjamin KUR juga memberikan bantuan pendampingan berupa paket instalasi biogas peternakan rakyat, paket instalasi oven spesial tea perkebunan teh rakyat, dan kartu santri program pesantren Go Digital Telkom. Penyalur dan penjamin KUR pada kesempatan itu juga memberikan bantuan paket sembako kepada tenaga kesehatan RS Zaky Djunaid.

‘’Pertumbuhan ekonomi dan Covid-19 seperti 2 siklus. Kalau kasus Covid-19 menurun maka ekonominya naik, begitu juga sebaliknya. Saat ini kasus Covid-19 sudah turun yaitu di bawah 100.000. Kita berharap di akhir tahun pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 3,7 persen sampai 4,5%,’’ terang Airlangga yang pada kesempatan itu juga memberikan bantuan berupa 1 ton telur kepada santri. (don/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/