alexametrics
25.6 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

PNM Berikan Pelatihan Klasterisasi Sektoral Pengolahan Hasil Bumi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuka dan meresmikan program pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) klasterisasi sektoral pengolahan hasil bumi di Kantor Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Pacitan, Rabu (17/11).

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Bandar Suwoto dan pihak narasumber dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) serta owner produk minuman Laily, Nikmatul Lailiyah. ‘’Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengembangan kreativitas bagi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar dan adanya peningkatan kualitas pengolahan hasil bumi,’’ harap Person in Charge (PIC) Pengembangan Kapasitas Usaha PNM, Diyah Rut Damayanti.

Saat ini, nasabah PNM Mekaar di Bandar dengan usaha hasil bumi berjumlah hampir 75 persen. Sehingga berpotensi untuk meningkatkan kinerja bisnis. Selain itu, Bandar juga dikenal sebagai wilayah penghasil empon-empon. Tapi, hasil panen tersebut kemudian dijual ke pengepul oleh masyarakat dengan harga tak menentu.

Dari situ, PNM kemudian terdorong untuk memberikan kegiatan pelatihan olahan hasil bumi bagi nasabah PNM Mekaar. ‘’Dengan harapan, agar mereka dapat mengolah empon-empon tersebut menjadi olahan minuman yang berkualitas dengan harga jual yang tinggi,’’ terang Diyah.

Baca Juga :  Unipma Promosikan Kota Madiun Sampai Level Internasional di Program Magang SEAMEO

Lebih lanjut, pihaknya bakal membuka pelatihan sektoral dan teritorial melalui program PKU untuk nasabah PNM Mekaar serta PNM UlaMM secara bertahap. Hal ini tidak terlepas dari komitmen PNM dalam membangun hubungan emosional serta memberikan pendampingan usaha kepada pelaku UMKM. ‘’Dengan diberikan pendampingan, tentu para pelaku UMKM akan mendapat pengetahuan baru yang bisa memajukan usaha mereka. Utamanya tanaman biofarmaka,’’ jelas Diyah.

Pelatihan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Para peserta juga mengaku senang dan merasa terbantu berkat pelatihan mengolah empon-empon yang diberikan PNM. ‘’Di samping meningkatkan potensi nasabah supaya bisa naik kelas, pelatihan ini juga meningkatkan wawasan kewirausahaan, kemampuan dalam mengelola usaha dan meningkatkan efisiensi pelaku UMKM. Termasuk pengembangan potensi lain sebagai usaha alternatif,’’ paparnya.

Seperti diketahui, terhitung hingga kemarin (17/11) PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 98,49 triliun ke 10,7 juta nasabah PNM Mekaar. Proses pembiayaan itu dilakukan di 3.673 kantor layanan yang tersebar di 34 provinsi, 422 kabupaten/kota, dan 5.640 kecamatan. (uci/her/adv)

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) membuka dan meresmikan program pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) klasterisasi sektoral pengolahan hasil bumi di Kantor Desa Tumpuk, Kecamatan Bandar, Pacitan, Rabu (17/11).

Acara tersebut dihadiri oleh Camat Bandar Suwoto dan pihak narasumber dari Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) serta owner produk minuman Laily, Nikmatul Lailiyah. ‘’Kegiatan ini diharapkan dapat memberi pengembangan kreativitas bagi ibu-ibu nasabah PNM Mekaar dan adanya peningkatan kualitas pengolahan hasil bumi,’’ harap Person in Charge (PIC) Pengembangan Kapasitas Usaha PNM, Diyah Rut Damayanti.

Saat ini, nasabah PNM Mekaar di Bandar dengan usaha hasil bumi berjumlah hampir 75 persen. Sehingga berpotensi untuk meningkatkan kinerja bisnis. Selain itu, Bandar juga dikenal sebagai wilayah penghasil empon-empon. Tapi, hasil panen tersebut kemudian dijual ke pengepul oleh masyarakat dengan harga tak menentu.

Dari situ, PNM kemudian terdorong untuk memberikan kegiatan pelatihan olahan hasil bumi bagi nasabah PNM Mekaar. ‘’Dengan harapan, agar mereka dapat mengolah empon-empon tersebut menjadi olahan minuman yang berkualitas dengan harga jual yang tinggi,’’ terang Diyah.

Baca Juga :  Hari Jadi Ngawi ke-661, Bupati Tekankan Pentingnya Kualitas SDM

Lebih lanjut, pihaknya bakal membuka pelatihan sektoral dan teritorial melalui program PKU untuk nasabah PNM Mekaar serta PNM UlaMM secara bertahap. Hal ini tidak terlepas dari komitmen PNM dalam membangun hubungan emosional serta memberikan pendampingan usaha kepada pelaku UMKM. ‘’Dengan diberikan pendampingan, tentu para pelaku UMKM akan mendapat pengetahuan baru yang bisa memajukan usaha mereka. Utamanya tanaman biofarmaka,’’ jelas Diyah.

Pelatihan tersebut digelar dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. Para peserta juga mengaku senang dan merasa terbantu berkat pelatihan mengolah empon-empon yang diberikan PNM. ‘’Di samping meningkatkan potensi nasabah supaya bisa naik kelas, pelatihan ini juga meningkatkan wawasan kewirausahaan, kemampuan dalam mengelola usaha dan meningkatkan efisiensi pelaku UMKM. Termasuk pengembangan potensi lain sebagai usaha alternatif,’’ paparnya.

Seperti diketahui, terhitung hingga kemarin (17/11) PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 98,49 triliun ke 10,7 juta nasabah PNM Mekaar. Proses pembiayaan itu dilakukan di 3.673 kantor layanan yang tersebar di 34 provinsi, 422 kabupaten/kota, dan 5.640 kecamatan. (uci/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/