alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Dewan Dorong Pemkab Ngawi Bangkit dari Krisis Pandemi Covid-19

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar mengajak masyarakat kembali mengenang Boedi Oetomo di momen Hari Kebangkitan Nasional ke-113. Organisasi pertama di zaman kolonial Belanda itu menjadi simbol kesadaran awal nasionalisme. ‘’Bangsa kita tangguh. Dalam kondisi serbasulit karena pandemi Covid-19, sudah seharusnya bangkit bersama-sama,’’ katanya, Kamis (20/5).

Heru menyebut bahwa kebangkitan bersama telah berjalan di lembaganya. Salah satu contohnya, para anggota dewan rela pendapatannya dipotong untuk penanganan Covid-19. Berkaca itu, pemkab diminta legawa bila bujet program dan kegiatan sejumlah perangkat daerah (PD) terpangkas. Sebab, hal tersebut langkah pemerintah pusat untuk bangkit dari krisis kesehatan, ekonomi, atau pendidikan. ‘’Penghematan anggaran oleh negara tidak lepas untuk kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kanang Apresiasi Media Ikut Kampanyekan Prokes

Politikus PDI Perjuangan itu meyakini kondisi di hampir semua negara terpuruk kena pukulan pandemi. Pemerintahan masing-masing negara bereksperimen agar bisa lepas dari krisis. Upaya bangkit itu mustahil bisa dilakukan sendiri. ‘’Karena itu, kita perlu mencontoh organisasi Boedi Oetomo. Jika kesadaran tidak dipupuk bersama, kemerdekaan bangsa Indonesia sangat sulit tercapai,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/adv)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Ketua DPRD Ngawi Heru Kusnindar mengajak masyarakat kembali mengenang Boedi Oetomo di momen Hari Kebangkitan Nasional ke-113. Organisasi pertama di zaman kolonial Belanda itu menjadi simbol kesadaran awal nasionalisme. ‘’Bangsa kita tangguh. Dalam kondisi serbasulit karena pandemi Covid-19, sudah seharusnya bangkit bersama-sama,’’ katanya, Kamis (20/5).

Heru menyebut bahwa kebangkitan bersama telah berjalan di lembaganya. Salah satu contohnya, para anggota dewan rela pendapatannya dipotong untuk penanganan Covid-19. Berkaca itu, pemkab diminta legawa bila bujet program dan kegiatan sejumlah perangkat daerah (PD) terpangkas. Sebab, hal tersebut langkah pemerintah pusat untuk bangkit dari krisis kesehatan, ekonomi, atau pendidikan. ‘’Penghematan anggaran oleh negara tidak lepas untuk kesejahteraan masyarakat,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Politikus PDI Perjuangan itu meyakini kondisi di hampir semua negara terpuruk kena pukulan pandemi. Pemerintahan masing-masing negara bereksperimen agar bisa lepas dari krisis. Upaya bangkit itu mustahil bisa dilakukan sendiri. ‘’Karena itu, kita perlu mencontoh organisasi Boedi Oetomo. Jika kesadaran tidak dipupuk bersama, kemerdekaan bangsa Indonesia sangat sulit tercapai,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/