alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Menko Airlangga: SWF Tiga Negara Komitmen Investasi di Indonesia

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Investasi besar berpeluang masuk ke Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (20/8). Dia mengatakan ada tiga platform sovereign wealth fund (SWF) dari Belanda, Kanada, dan Uni Emirat Arab (UAE) yang telah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD 3 miliar di Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

‘’Terdapat tiga sovereign besar dari Belanda, Kanada, dan UAE yang telah berkomitmen untuk berinvestasi sekitar 3 miliar dolar AS di LPI,’’ kata Airlangga dalam webinar di Jakarta.

Selain itu, pemerintah juga akan menambah modal awal LPI atau Indonesia Investment Authority (INA) sebesar USD 4 miliar untuk mengoptimalkan perannya sebagai SWF Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah telah meresmikan INA pada 2020 dan mengalokasikan USD 1 miliar pada platform tersebut. INA diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Selain meluncurkan INA, untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke Indonesia, pemerintah baru-baru ini juga meresmikan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko. Pelaku usaha berukuran mikro sampai besar bisa mendapatkan perizinan usaha dengan lebih cepat dan mudah.

Baca Juga :  Pulangkan Artefak Gua Lawa di Belanda

Airlangga berharap INA dan OSS Berbasis Risiko dapat menarik masuk lebih banyak investasi dan membuka lapangan kerja yang lebih luas lagi bagi masyarakat Indonesia. Di sisi lain, pemerintah juga telah mengubah paradigma terhadap investasi. Seperti dengan mengganti daftar negatif investasi menjadi sektor investasi prioritas.

Dengan begitu, investor yang berinvestasi di sektor-sektor prioritas akan mendapatkan berbagai insentif baik fiskal maupun non-fiskal. ‘’Pemerintah fokus pada penyediaan kemudahan berusaha di sektor usaha prioritas yang mana termasuk untuk proyek strategis nasional, industri berteknologi tinggi, industri pionir, industri orientasi ekspor, dan industri yang berbasis pada riset dan pembangunan,’’ kata Airlangga. (don/her/adv)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Investasi besar berpeluang masuk ke Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jumat (20/8). Dia mengatakan ada tiga platform sovereign wealth fund (SWF) dari Belanda, Kanada, dan Uni Emirat Arab (UAE) yang telah berkomitmen untuk berinvestasi sebesar USD 3 miliar di Lembaga Pengelola Investasi (LPI).

‘’Terdapat tiga sovereign besar dari Belanda, Kanada, dan UAE yang telah berkomitmen untuk berinvestasi sekitar 3 miliar dolar AS di LPI,’’ kata Airlangga dalam webinar di Jakarta.

Selain itu, pemerintah juga akan menambah modal awal LPI atau Indonesia Investment Authority (INA) sebesar USD 4 miliar untuk mengoptimalkan perannya sebagai SWF Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah telah meresmikan INA pada 2020 dan mengalokasikan USD 1 miliar pada platform tersebut. INA diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Selain meluncurkan INA, untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke Indonesia, pemerintah baru-baru ini juga meresmikan Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko. Pelaku usaha berukuran mikro sampai besar bisa mendapatkan perizinan usaha dengan lebih cepat dan mudah.

Baca Juga :  Kompak Ngabuburit Walau Berjarak

Airlangga berharap INA dan OSS Berbasis Risiko dapat menarik masuk lebih banyak investasi dan membuka lapangan kerja yang lebih luas lagi bagi masyarakat Indonesia. Di sisi lain, pemerintah juga telah mengubah paradigma terhadap investasi. Seperti dengan mengganti daftar negatif investasi menjadi sektor investasi prioritas.

Dengan begitu, investor yang berinvestasi di sektor-sektor prioritas akan mendapatkan berbagai insentif baik fiskal maupun non-fiskal. ‘’Pemerintah fokus pada penyediaan kemudahan berusaha di sektor usaha prioritas yang mana termasuk untuk proyek strategis nasional, industri berteknologi tinggi, industri pionir, industri orientasi ekspor, dan industri yang berbasis pada riset dan pembangunan,’’ kata Airlangga. (don/her/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/