alexametrics
23.3 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Langsung Vaksin usai Coblosan Pilkades

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Peribahsa itu layak untuk menggambarkan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Madiun. Saat hari H coblosan kemarin (20/12) pemkab setempat membuka gerai vaksinasi Covid-19 di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). ‘’Sesuai Surat Edaran Mendagri (Nomor 141/4268/SJ), pelaksanaan pilkades harus mengutamakan prokes (protokol kesehatan, Red),’’ kata Bupati Ahmad Dawami.

Ada dua tim peninjauan pilkades ke beberapa TPS. Pertama Kaji Mbing, sapaan bupati, bersama sejumlah forkopimda setempat. Kemudian, Wakil Bupati (Wabup) Hari Wuryanto juga meninjau lokasi lain guna memperluas jangkauan. ‘’Sistem dan tata cara pilkades di masa pandemi ini berbeda. Kami ingin memastikan pelaksanaannya di lapangan,’’ ujar bupati.

Potensi kerumunan diantisipasi petugas di TPS. Kedisiplinan warga dalam menjalankan prokes, kata Kaji Mbing, ditata sedari awal. Warga yang hendak menggunakan hak pilih, dicek kondisi kesehatan lebih dulu. Pun, diberi sarung tangan ketika menerima surat suara dan alat nyoblos. ‘’Tinta (tanda setelah nyoblos, Red), kalau dulu jari dicelupkan, hari ini (kemarin) diteteskan,’’ terangnya.

Kaji Mbing bersama rombongan meninjau sejumlah TPS. Mulai di wilayah Kecamatan Balerejo, Wonoasri, Madiun, hingga Wungu. Peninjauan dilakukan setelah video conference dengan Mendagri di Pendapa Muda Graha. Pelaksanaan pilkades serentak juga mendapat perhatian khusus dari pusat. ‘’Segala sesuatu terkait coblosan ini orientasinya adalah prokes. Mulai sarpras sesuai SOP hingga tambahan terkait local wisdom, insya Allah sudah prokes,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Tujuh Warga Madiun Urus Syarat Administrasi Macung Cakades ke Pengadilan

Mobilitas masyarakat dalam menggunakan hak pilih ditindaklanjuti pemkab dengan memfasilitasi vaksinasi untuk warga seusai mencoblos. Tenaga vaksinator juga disiapkan. Pembukaan gerai vaksinasi di TPS menyesuaikan capaian vaksinasi di lingkungan setempat. ‘’Gerai vaksin dibuka di TPS yang (capaian) vaksinasinya rendah. Banyak, ada beberapa TPS yang komplet petugas vaksinasi,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono menambahkan, pilkades serentak tahun ini diikuti 143 desa. Pun, melibatkan ratusan ribu jiwa sebagai pemilih tetap, ratusan calon kepala desa (cakades), dan ribuan TPS.

Berbagai tahapan mulai sosialisasi sampai hari H coblosan terlaksana dengan baik. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk partisipasi masyarakat, merupakan kunci kesuksesan pilkades. ‘’Alhamdulillah berjalan lancar sesuai jadwal. Sejak awal, prokes selalu menjadi penekanan khusus dalam rangkaian pilkades ini,’’ tegas Joko. (den/c1/sat/adv)

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Peribahsa itu layak untuk menggambarkan pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Madiun. Saat hari H coblosan kemarin (20/12) pemkab setempat membuka gerai vaksinasi Covid-19 di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS). ‘’Sesuai Surat Edaran Mendagri (Nomor 141/4268/SJ), pelaksanaan pilkades harus mengutamakan prokes (protokol kesehatan, Red),’’ kata Bupati Ahmad Dawami.

Ada dua tim peninjauan pilkades ke beberapa TPS. Pertama Kaji Mbing, sapaan bupati, bersama sejumlah forkopimda setempat. Kemudian, Wakil Bupati (Wabup) Hari Wuryanto juga meninjau lokasi lain guna memperluas jangkauan. ‘’Sistem dan tata cara pilkades di masa pandemi ini berbeda. Kami ingin memastikan pelaksanaannya di lapangan,’’ ujar bupati.

Potensi kerumunan diantisipasi petugas di TPS. Kedisiplinan warga dalam menjalankan prokes, kata Kaji Mbing, ditata sedari awal. Warga yang hendak menggunakan hak pilih, dicek kondisi kesehatan lebih dulu. Pun, diberi sarung tangan ketika menerima surat suara dan alat nyoblos. ‘’Tinta (tanda setelah nyoblos, Red), kalau dulu jari dicelupkan, hari ini (kemarin) diteteskan,’’ terangnya.

Kaji Mbing bersama rombongan meninjau sejumlah TPS. Mulai di wilayah Kecamatan Balerejo, Wonoasri, Madiun, hingga Wungu. Peninjauan dilakukan setelah video conference dengan Mendagri di Pendapa Muda Graha. Pelaksanaan pilkades serentak juga mendapat perhatian khusus dari pusat. ‘’Segala sesuatu terkait coblosan ini orientasinya adalah prokes. Mulai sarpras sesuai SOP hingga tambahan terkait local wisdom, insya Allah sudah prokes,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Istono: Tidak Ada Benci yang Tersimpan

Mobilitas masyarakat dalam menggunakan hak pilih ditindaklanjuti pemkab dengan memfasilitasi vaksinasi untuk warga seusai mencoblos. Tenaga vaksinator juga disiapkan. Pembukaan gerai vaksinasi di TPS menyesuaikan capaian vaksinasi di lingkungan setempat. ‘’Gerai vaksin dibuka di TPS yang (capaian) vaksinasinya rendah. Banyak, ada beberapa TPS yang komplet petugas vaksinasi,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono menambahkan, pilkades serentak tahun ini diikuti 143 desa. Pun, melibatkan ratusan ribu jiwa sebagai pemilih tetap, ratusan calon kepala desa (cakades), dan ribuan TPS.

Berbagai tahapan mulai sosialisasi sampai hari H coblosan terlaksana dengan baik. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk partisipasi masyarakat, merupakan kunci kesuksesan pilkades. ‘’Alhamdulillah berjalan lancar sesuai jadwal. Sejak awal, prokes selalu menjadi penekanan khusus dalam rangkaian pilkades ini,’’ tegas Joko. (den/c1/sat/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/