27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Baznaz Kabupaten Madiun Dukung Program BPJAMSOSTEK

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Madiun mendukung penuh Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Wujud dukungan tersebut antara lain berupa bantuan kepada para pengelola masjid di wilayah Kabupaten Madiun.

Dalam acara pembinaan rohani personil yang diselenggarakan di kantor BPJS Ketenagakerjaan Madiun, BPJAMSOSTEK menyerahkan bantuan 1 ton beras kemasan lima kilogram kepada Baznas. Bantuan beras ini akan diberikan kepada yang membutuhkan di Kabupaten Madiun.

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Madiun Zakiah mengatakan bahwa di Kabupaten Madiun saat ini sudah lebih dari 2.000 pengelola masjid yang telah terlindungi program BPJAMSOSTEK. Perlindungan tersebut diberikan melalui Baznas kepada sektor pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). ”Ini wujud saling mendukung dalam kerjasama kami dengan Baznas,” tuturnya.

Pengelola masjid di Kabupaten Madiun perlu dilindungi lantaran mereka juga tergolong pekerja rentan. ”Sekaligus mencegah kemiskinan,” jelas Zakiah.

Baca Juga :  Besok Puncak Arus Balik Libur Nataru

Menurut Zakiah, masih banyak orang yang dalam kesehariannya bekerja namun belum memikirkan atau bahkan belum mampu memiliki program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. ”Sementara, risiko pekerjaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja,” sebutnya.

Para pengelola masjid yang termasuk dalam kategori pekerja rentan nantinya akan dilindungi dua program. Antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). ”Dengan terdaftar dalam program JKK, maka pekerja berhak atas jaminan perlindungan akibat kecelakaaan yang mungkin ketika bekerja,” terangnya.

Manfaat yang diberikan antara lain berupa pelayanan di fasilitas kesehatan, termasuk biaya angkutan dari lokasi kejadian. Selain itu, santunan uang tunai hingga pendampingan pasca terjadinya kecelakaan kerja. ”Lingkup perlindungan tak terbatas hanya pada saat bekerja, tapi juga saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya. Selain itu, penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja,” kata Zakiah. (afi/naz/adv)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Madiun mendukung penuh Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Wujud dukungan tersebut antara lain berupa bantuan kepada para pengelola masjid di wilayah Kabupaten Madiun.

Dalam acara pembinaan rohani personil yang diselenggarakan di kantor BPJS Ketenagakerjaan Madiun, BPJAMSOSTEK menyerahkan bantuan 1 ton beras kemasan lima kilogram kepada Baznas. Bantuan beras ini akan diberikan kepada yang membutuhkan di Kabupaten Madiun.

Kepala Kantor Cabang BPJAMSOSTEK Madiun Zakiah mengatakan bahwa di Kabupaten Madiun saat ini sudah lebih dari 2.000 pengelola masjid yang telah terlindungi program BPJAMSOSTEK. Perlindungan tersebut diberikan melalui Baznas kepada sektor pekerja Bukan Penerima Upah (BPU). ”Ini wujud saling mendukung dalam kerjasama kami dengan Baznas,” tuturnya.

Pengelola masjid di Kabupaten Madiun perlu dilindungi lantaran mereka juga tergolong pekerja rentan. ”Sekaligus mencegah kemiskinan,” jelas Zakiah.

Baca Juga :  Upaya Menekan Kasus Stunting Harus Libatkan Semua OPD

Menurut Zakiah, masih banyak orang yang dalam kesehariannya bekerja namun belum memikirkan atau bahkan belum mampu memiliki program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan. ”Sementara, risiko pekerjaan dapat terjadi kapan saja dan dimana saja,” sebutnya.

Para pengelola masjid yang termasuk dalam kategori pekerja rentan nantinya akan dilindungi dua program. Antara lain Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). ”Dengan terdaftar dalam program JKK, maka pekerja berhak atas jaminan perlindungan akibat kecelakaaan yang mungkin ketika bekerja,” terangnya.

Manfaat yang diberikan antara lain berupa pelayanan di fasilitas kesehatan, termasuk biaya angkutan dari lokasi kejadian. Selain itu, santunan uang tunai hingga pendampingan pasca terjadinya kecelakaan kerja. ”Lingkup perlindungan tak terbatas hanya pada saat bekerja, tapi juga saat perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau sebaliknya. Selain itu, penyakit yang disebabkan oleh lingkungan kerja,” kata Zakiah. (afi/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/