alexametrics
24.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Rehabilitasi Benteng Pendem Resmi Dimulai

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rehabilitasi Benteng Van den Bosch resmi dimulai. Senin (21/12) Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama forkopimda dan Balai Prasarana Permukiman Jawa Timur Kementerian PUPR secara simbolis me-launching proyek rehabilitasi salah satu ikon Bumi Orek-Orek itu.

Kanang -sapaan akrab Budi Sulistyono- menyebut bahwa rehabilitasi bangunan bersejarah yang lebih dikenal dengan sebutan Benteng Pendem itu menindaklanjuti keinginan Presiden Joko Widodo. Saat berkunjung ke Ngawi dua tahun lalu, orang nomor satu di Indonesia tersebut menyatakan keberadaan benteng itu tidak boleh dilupakan.

‘’Presiden yang tertarik dengan Benteng Pendem langsung memerintahkan menteri PUPR untuk membentuk tim. Saat ini tim sudah terbentuk, kajian dan lelang juga sudah dilakukan. Benteng akan direhabilitasi ke bentuk aslinya,’’ papar Kanang.

Dia menuturkan, proses rehabilitasi ditargetkan rampung dalam 26 bulan atau Januari 2023 mendatang. Selama pengerjaan, akses masuk ke Benteng Van den Bosch dibatasi.

Baca Juga :  Sentra Vaksinasi dan Nakes Jadi Perhatian Pemerintah Dalam Upaya Pengendalian Pandemi Covid-19

PPK PSPO dan PBL Balai Prasarana Permukiman Jawa Timur Kementerian PUPR Any Virgiani mengatakan, plesteran dinding Benteng Pendem sudah banyak yang mengelupas. ‘’Karena bahannya hanya campuran kapur dan pasir. Seiring berjalannya waktu, air masuk ke dalam dinding sehingga lembap dan akhirnya mengelupas,’’ bebernya.

Any juga menyebut beberapa bagian lantai dua yang sudah bolong akan dibangun ulang sesuai desain aslinya. Pun, untuk menguatkan bangunan, PT Nindya Karya selaku rekanan akan menanam kolom baja disembunyikan di balik dinding.

Dia menambahkan, sejak awal identifikasi, feasibility study, hingga penyusunan detail engineering design (DED) selalu melibatkan BPCB Jawa Timur. Itu sengaja dilakukan agar bangunan kelak memenuhi ketentuan seputar benda cagar budaya. ‘’Proyek rehabilitasi ini akan fokus pada 13 bangunan di lahan seluas 7.500 meter persegi,’’ ungkapnya. (mg3/c1/isd/adv)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rehabilitasi Benteng Van den Bosch resmi dimulai. Senin (21/12) Bupati Ngawi Budi Sulistyono bersama forkopimda dan Balai Prasarana Permukiman Jawa Timur Kementerian PUPR secara simbolis me-launching proyek rehabilitasi salah satu ikon Bumi Orek-Orek itu.

Kanang -sapaan akrab Budi Sulistyono- menyebut bahwa rehabilitasi bangunan bersejarah yang lebih dikenal dengan sebutan Benteng Pendem itu menindaklanjuti keinginan Presiden Joko Widodo. Saat berkunjung ke Ngawi dua tahun lalu, orang nomor satu di Indonesia tersebut menyatakan keberadaan benteng itu tidak boleh dilupakan.

‘’Presiden yang tertarik dengan Benteng Pendem langsung memerintahkan menteri PUPR untuk membentuk tim. Saat ini tim sudah terbentuk, kajian dan lelang juga sudah dilakukan. Benteng akan direhabilitasi ke bentuk aslinya,’’ papar Kanang.

Dia menuturkan, proses rehabilitasi ditargetkan rampung dalam 26 bulan atau Januari 2023 mendatang. Selama pengerjaan, akses masuk ke Benteng Van den Bosch dibatasi.

Baca Juga :  Pemerintah Wujudukan Green Economy

PPK PSPO dan PBL Balai Prasarana Permukiman Jawa Timur Kementerian PUPR Any Virgiani mengatakan, plesteran dinding Benteng Pendem sudah banyak yang mengelupas. ‘’Karena bahannya hanya campuran kapur dan pasir. Seiring berjalannya waktu, air masuk ke dalam dinding sehingga lembap dan akhirnya mengelupas,’’ bebernya.

Any juga menyebut beberapa bagian lantai dua yang sudah bolong akan dibangun ulang sesuai desain aslinya. Pun, untuk menguatkan bangunan, PT Nindya Karya selaku rekanan akan menanam kolom baja disembunyikan di balik dinding.

Dia menambahkan, sejak awal identifikasi, feasibility study, hingga penyusunan detail engineering design (DED) selalu melibatkan BPCB Jawa Timur. Itu sengaja dilakukan agar bangunan kelak memenuhi ketentuan seputar benda cagar budaya. ‘’Proyek rehabilitasi ini akan fokus pada 13 bangunan di lahan seluas 7.500 meter persegi,’’ ungkapnya. (mg3/c1/isd/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/