alexametrics
30.6 C
Madiun
Thursday, August 18, 2022

Musrenbang RKPD Ngawi 2022, Canangkan Lima Prioritas Kembangkan Sektor Pertanian

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Geliat pembangunan untuk menjadikan Ngawi sebagai daerah agropolitan siap digeber tahun depan. Masterplan pembangunan tersebut mulai dimatangkan lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten di Pendapa Wedya Graha yang digelar mulai Selasa (22/3) hingga Rabu (24/3). ‘’Ada lima program prioritas khusus pertanian,’’ kata Bupati Ony Anwar Harsono.

Pembangunan sektor pertanian tak hanya termaktub dalam visi dan misi Bupati Ony dan Wabup Dwi Rianto Jatmiko. Rencana itu sudah jauh hari disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Ngawi 2005-2025. ‘’Jadi, tidak boleh melenceng dari RPJPD,’’ ujarnya.

Ony menyebut, ada lima prioritas utama yang diarahkan untuk membangun sektor pertanian. Mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM), pengembangan agrowisata dan industri berbasis pertanian, hingga infrastruktur untuk menunjang sektor tersebut (selengkapnya lihat grafis). ‘’Salah satu cara meningkatkan SDM dengan memasukkan materi pertanian dalam muatan lokal SD dan SMP,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dari Kain Perca Tjatur Ambarwati Mendulang Rupiah

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Indah Kusuma Wardhani menyebut ada tiga bidang usulan pembangunan yang dirangkum dari musrenbang di 19 kecamatan hingga forum perangkat daerah. Meliputi bidang perekonomian dan sumber daya alam, infrastruktur dan kewilayahan, serta pemerintahan dan pembangunan manusia.

Dari ketiga bidang, total terdapat 241 program, 689 kegiatan, dan 2.025 subkegiatan dengan total anggaran diestimasi mencapai Rp 3,5 triliun. Selain itu, ada 866 usulan masyarakat yang diinput melalui SIPD Kemendagri, yang biayanya mencapai Rp 198 miliar. Setelah divalidasi, usulan bertambah 517 dengan perkiraan anggaran Rp 72 miliar. Itu belum termasuk hasil pokok pikiran DPRD yang menghasilkan 351 usulan dengan dana Rp 47 miliar. ‘’Seluruh usulan akan dibahas dalam musrenbang tingkat kabupaten ini,’’ jelasnya. (mg3/c1/naz/adv)

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Geliat pembangunan untuk menjadikan Ngawi sebagai daerah agropolitan siap digeber tahun depan. Masterplan pembangunan tersebut mulai dimatangkan lewat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten di Pendapa Wedya Graha yang digelar mulai Selasa (22/3) hingga Rabu (24/3). ‘’Ada lima program prioritas khusus pertanian,’’ kata Bupati Ony Anwar Harsono.

Pembangunan sektor pertanian tak hanya termaktub dalam visi dan misi Bupati Ony dan Wabup Dwi Rianto Jatmiko. Rencana itu sudah jauh hari disusun dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Ngawi 2005-2025. ‘’Jadi, tidak boleh melenceng dari RPJPD,’’ ujarnya.

Ony menyebut, ada lima prioritas utama yang diarahkan untuk membangun sektor pertanian. Mulai dari peningkatan sumber daya manusia (SDM), pengembangan agrowisata dan industri berbasis pertanian, hingga infrastruktur untuk menunjang sektor tersebut (selengkapnya lihat grafis). ‘’Salah satu cara meningkatkan SDM dengan memasukkan materi pertanian dalam muatan lokal SD dan SMP,’’ tuturnya.

Baca Juga :  PKU Online Akbar Jawa Timur Sehat, UMKM Kuat

Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Indah Kusuma Wardhani menyebut ada tiga bidang usulan pembangunan yang dirangkum dari musrenbang di 19 kecamatan hingga forum perangkat daerah. Meliputi bidang perekonomian dan sumber daya alam, infrastruktur dan kewilayahan, serta pemerintahan dan pembangunan manusia.

Dari ketiga bidang, total terdapat 241 program, 689 kegiatan, dan 2.025 subkegiatan dengan total anggaran diestimasi mencapai Rp 3,5 triliun. Selain itu, ada 866 usulan masyarakat yang diinput melalui SIPD Kemendagri, yang biayanya mencapai Rp 198 miliar. Setelah divalidasi, usulan bertambah 517 dengan perkiraan anggaran Rp 72 miliar. Itu belum termasuk hasil pokok pikiran DPRD yang menghasilkan 351 usulan dengan dana Rp 47 miliar. ‘’Seluruh usulan akan dibahas dalam musrenbang tingkat kabupaten ini,’’ jelasnya. (mg3/c1/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/