alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

7 Masalah yang Sering Dihadapi Saat Menggunakan Aplikasi E Faktur dan Solusinya

Jawa Pos Radar MadiunAplikasi e Faktur adalah sistem elektronik yang digunakan untuk menerbitkan Faktur Pajak dan melaporkan SPT Masa PPN yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Adanya aplikasi E Faktur memudahkan Pengusaha Kena Pajak (PKP) membuat faktur pajak dengan format seragam yang telah ditentukan oleh DJP.

Sejak tahun 2014, Direktorat Jenderal Pajak atau DJP mengeluarkan sebuah aplikasi untuk mempermudah pengelolaan faktur pajak yang disebut dengan e Faktur.

Tercetusnya e Faktur pajak bermula ketika banyak permasalahan yang terjadi dalam pembuatan faktur pajak misalnya, faktur fiktif, faktur pajak ganda, keterlambatan penerbitan, hingga penerbitan faktur dari orang yang tidak berhak atau berwenang.

Lalu apa sebenarnya aplikasi e Faktur pajak? Apa saja fitur-fiturnya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Pengertian e Faktur Pajak

Seperti istilah-istilah lainnya yang menggunakan embel-embel “e” di depannya yang mengartikan sebuah kata “elektronik”, e Faktur merupakan aplikasi pembuatan faktur pajak secara elektronik yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak atau aplikasi mitra resmi DJP.

Salah satu aplikasi resmi yang dikelola DJP adalah e Faktur client desktop dan e Faktur pajak.go.id. Dimana Anda bisa membuat, menerbitkan, dan melaporkan faktur pajak.

Berdasarkan pasal 11 Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2014, Pengusaha Kena Pajak (PKP) wajib membuat dan melaporkan faktur pajak dengan cara mengunggah dan memperoleh persetujuan dari DJP.

Aplikasi e Faktur Pajak DJP

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, e Faktur pajak DJP merupakan aplikasi atau aplikasi pengelolaan faktur pajak dan laporan SPT Masa PPN 1111 dengan cara diunggah dan memperoleh persetujuan dari DJP.

Persetujuan yang dimaksud adalah DJP telah menyalin semua detail data faktur pajak, rekonsiliasi informasi faktur sesuai aturan berlaku, lalu memberikan approval melalui kode QR pada lembaran faktur pajak.

Perlu diingat bahwa Anda hanya bisa mencetak faktur setelah melalui proses persetujuan atau dalam status approval.

Selain proses approval, dalam aplikasi Anda juga bisa saja mendapatkan status rejected atau ditolak. Biasanya hal tersebut karena ada kesalahan data atau informasi dalam faktur yang diunggah.

Dengan aplikasi e Faktur ini, Anda dapat memantau proses validasi data faktur pajak keluaran sehingga data dapat terjamin keamanannya ketika data dikreditkan.

Selain itu dengan aplikasi e Faktur pajak, tidak ada lagi fraud atau kecurangan dalam penerbitan faktur. Para PKP juga dapat lebih mudah untuk mengelola faktur pajaknya karena proses dilakukan secara cepat dan efisien.

Namun, ada beberapa kendala yang sering dialami oleh wajib pajak dalam penggunaan aplikasi e Faktur. Berikut ini adalah kendala dan tips yang dapat dilakukan oleh wajib pajak di aplikasi e Faktur.

Masalah E Faktur: Kode Error

Masalah e Faktur kode error ini sangat sering dijumpai oleh PKP yang menggunakan aplikasi e Faktur, beberapa kode error yang sering dijumpai di antaranya:

  1. ERROR E-TAX 10001 untuk Masalah e Faktur Error Database

Masalah e Faktur ini disebabkan oleh karena database yang corrupt.  Solusinya, pastikan kembali dalam folder database terdapat folder log,seg0 dan tmp serta file db.lck, “Readme_do_not_touch_file”.

  1. ERROR E-TAX 10003 untuk Masalah E Faktur Masukan atau Input Database

Masalah E Faktur ini disebabkan oleh terputusnya koneksi antara server dan client. Solusinya, Pastikan kembali bahwa koneksi PC server dan client terkoneksi dengan baik, kemudian ulangi proses.

  1. ERROR E-TAX 10005 untuk Masalah E Faktur Database Tidak Ditemukan

Masalah E Faktur ini disebabkan oleh folder DB terhapus, atau terkena virus yang menyebabkan aplikasi tidak menemukan posisi database E Faktur. Solusinya, pastikan database E Faktur terdapat dalam folder DB aplikasi.

  1. ERROR E-TAX 10006 untuk Masalah E Faktur Tidak Dapat Start Database sebagai Network Server

Masalah E Faktur ini disebabkan oleh Port yang digunakan untuk koneksi database belum dibuka. Solusinya, pastikan kembali Port yang digunakan untuk koneksi database telah dibuka.

  1. ERROR E-TAX 20003 untuk Masalah E Faktur Nomor Faktur Tidak Ditemukan

Masalah E Faktur berikut ini disebabkan oleh retur faktur etax yang belum dilakukan approve. Untuk masalah ini Anda dapat melakukan impor retur.

  1. ERROR E-TAX 30011 untuk Masalah E Faktur Profil Belum Diregistrasi

Masalah E Faktur ini biasanya disebabkan oleh PKP belum melakukan update profil pada aplikasi E Faktur. Solusinya, pengguna harus melakukan update profil pada menu update profil.

  1. ERROR E-TAX 40001 untuk Masalah E Faktur Tidak Terhubung Internet

Masalah E Faktur ini biasanya disebabkan oleh perangkat tidak terhubung dengan internet, atau sertifikat digital sudah kadaluwarsa.

Solusinya, cek koneksi internet, dan pastikan perangkat yang digunakan PKP terhubung dengan internet. Apabila koneksi internet dengan proxy, pastikan sudah melakukan setting proxy aplikasi dengan benar di menu Referensi > Setting Aplikasi, dan apabila sertifikat digital sudah kadaluwarsa Silahkan ajukan permintaan sertifikat digital yang baru.

Masalah E Faktur: Database Hilang

Permasalahan hilangnya database E Faktur biasanya disebabkan oleh data yang corrupt atau perangkat yang terkena virus. Jika PKP mengalami kendala E Faktur database hilang ada solusi yang bisa dilakukan.

Solusi yang bisa dilakukan oleh PKP dengan cara mengajukan permintaan data E Faktur ke kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat PKP terdaftar, dengan cara menyampaikan surat permintaan data E Faktur sebagaimana diatur dalam peraturan DJP Nomor PER-16 PJ 2014 tentang tata cara pembuatan dan pelaporan faktur pajak berbentuk elektronik.

Baca Juga :  Pamer Jenis Padi Berhasil Panen Jumbo

Data yang diberikan dari KPP akan diberikan dalam format “Winrar”. Namun, data yang bisa PKP peroleh kembali terbatas pada data faktur pajak keluaran yang telah dunggah ke DJP dan telah memperoleh persetujuan DJP atau status approval sukses. Untuk data faktur pajak masukan tidak bisa diperoleh PKP.

PKP juga dapat mengantisipasi dengan melakukan backup database secara manual. Perlu diketahui bahwa aplikasi E Faktur secara otomatis akan membentuk backup database di folder backup dalam bentuk file yang sudah terkompresi dalam format zip.

Namun tidak jelas kapan aplikasi E Faktur tersebut akan membentuk file. Sehingga, sangat disarankan untuk melakukan backup database secara manual. Caranya dengan menyalin folder database dalam aplikasi E Faktur dan mengkompresnya dalam bentuk zip agar data dalam folder tidak rusak. Selanjutnya, pindahkan folder database yang sudah dikompres ke komputer/Hardisk.

Masalah E Faktur: Gagal Cetak PDF Faktur Pajak

E Faktur pajak merupakan sebuah aplikasi yang sering digunakan oleh PKP. Namun, ada kalanya saat PKP ingin mencetak faktur pajak, E Faktur justru gagal cetak PDF yang ditandai dengan pesan PDF/Failed Generate Report.

Untuk mengatasi hal ini, PKP hanya perlu refresh tampilan dan mencetak faktur pajak yang gagal PKP cetak. PKP juga bisa restart aplikasi E Faktur pajak dan mencoba untuk mencetak PDF faktur pajak kembali.

Masalah E Faktur: Tidak Bisa Upload

Jika PKP mengalami masalah E Faktur tidak bisa upload, PKP bisa memeriksa kembali beberapa hal berikut ini:

  1. Koneksi internet PKP. Oleh karena itu, pastikan perangkat yang digunakan PKP memiliki koneksi internet yang baik/stabil.
  2. Periksa kembali sertifikat digital PKP. Karena, jika sertifikat digital PKP kadaluwarsa menjadi salah satu penyebab masalah E Faktur tidak bisa upload. Masa kadaluwarsa sertifikat digital bisa di cek di browser pengguna, karena masa aktif sertifikat digital hanya 2 tahun. Jika sertifikat digital telah kadaluwarsa PKP bisa ajukan pembaruan sertifikat digital ke KPP tempat PKP terdaftar.

Gunakan Aplikasi E Faktur Praktis dengan Klikpajak by Mekari

Untuk mempermudah serta meminimalkan error pada proses pembuatan E Faktur, Anda dapat memanfaatkan aplikasi KlikPajak by Mekari.

Klikpajak adalah aplikasi pajak online yang telah terdaftar sebagai Application Service Provider (ASP) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak yang telah diresmikan berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. KEP-169/PJ/2018 dan telah tersertifikasi ISO 27001 untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan data Anda.

Keunggulan Menggunakan Aplikasi E Faktur Berbasis Web Klikpajak by Mekari

Berikut adalah beberapa keunggulan jika Anda menggunakan aplikasi pajak online berbasis web dari Klikpajak by Mekari, di antaranya:

  1. Dapat Diakses Berbagai Platform
    Anda bisa dengan lebih fleksibel mengoperasikan aplikasi tersebut menggunakan laptop, smartphone, tablet, maupun komputer yang bisa Anda lakukan kapan pun jika sudah terhubung dengan internet.
  2. Keamanan Data Terjamin
    Seluruh data dan informasi yang Anda masukkan akan tersimpan dengan aman di database berbasis cloud computing sehingga sangat sulit untuk diretas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
  3. Tidak Harus Install Aplikasi
    Tidak perlu menyiapkan ruang penyimpanan memori jika ingin menginstalnya. Sehingga bisa dengan mudah mengakses aplikasi Klikpajak tanpa khawatir mengeluarkan anggaran lebih untuk membeli memory atau perangkat keras lainnya.
  4. Update Otomatis
    Anda tidak perlu melakukan update secara berkala karena seluruh maintenance dan update akan dilakukan secara otomatis melalui Klikpajak by Mekari.

    Seperti yang Anda ketahui bahwa tarif PPN sudah naik pada tanggal 1 April 2022 lalu, hal ini berdampak juga pada ketentuan e-Faktur. Namun, Anda tidak perlu repot untuk download versi terbaru dari e-Faktur 3.2 karena Klikpajak akan terupdate otomatis melalui servernya.

  5. Hemat Waktu dan Biaya
    Wajib pajak tidak harus meluangkan waktunya untuk ke kantor pajak apabila ingin melaporkan pajaknya karena aplikasi berbasis web Klikpajak by Mekari memberikan kemudahan bagi Anda yang ingin mengurus keperluan perpajakan.

    Di dalam platform pajak ini, Anda juga bisa langsung membayar pajak yang menyediakan pembuatan ID Billing secara gratis tanpa dipungut biaya sama sekali sehingga Anda sudah bisa membayar pajak dengan mudah dan cepat tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Layanan Klikpajak by Mekari

Selain menjadi aplikasi E Faktur yang praktis, Klikpajak juga menyediakan berbagai fasilitas seperti e-Filing, e-Bupot dan e-Billing.

Ada juga fitur arsip pajak di mana Anda bisa menyimpan keseluruhan data perpajakan dengan aman sehingga Anda tidak perlu bingung lagi jika ingin melakukan pelaporan atau pembayaran pajak di kemudian hari.

Itulah berbagai masalah yang sering dihadapi saat menggunakan aplikasi e-Faktur beserta solusi disertai rekomendasi aplikasi berbasis web yang terpercaya yaitu Klikpajak by Mekari.

Semoga pembahasan pada artikel kali ini bisa bermanfaat, ya!

Jawa Pos Radar MadiunAplikasi e Faktur adalah sistem elektronik yang digunakan untuk menerbitkan Faktur Pajak dan melaporkan SPT Masa PPN yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Adanya aplikasi E Faktur memudahkan Pengusaha Kena Pajak (PKP) membuat faktur pajak dengan format seragam yang telah ditentukan oleh DJP.

Sejak tahun 2014, Direktorat Jenderal Pajak atau DJP mengeluarkan sebuah aplikasi untuk mempermudah pengelolaan faktur pajak yang disebut dengan e Faktur.

Tercetusnya e Faktur pajak bermula ketika banyak permasalahan yang terjadi dalam pembuatan faktur pajak misalnya, faktur fiktif, faktur pajak ganda, keterlambatan penerbitan, hingga penerbitan faktur dari orang yang tidak berhak atau berwenang.

Lalu apa sebenarnya aplikasi e Faktur pajak? Apa saja fitur-fiturnya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Pengertian e Faktur Pajak

Seperti istilah-istilah lainnya yang menggunakan embel-embel “e” di depannya yang mengartikan sebuah kata “elektronik”, e Faktur merupakan aplikasi pembuatan faktur pajak secara elektronik yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak atau aplikasi mitra resmi DJP.

Salah satu aplikasi resmi yang dikelola DJP adalah e Faktur client desktop dan e Faktur pajak.go.id. Dimana Anda bisa membuat, menerbitkan, dan melaporkan faktur pajak.

Berdasarkan pasal 11 Peraturan Direktorat Jenderal Pajak No. PER-16/PJ/2014, Pengusaha Kena Pajak (PKP) wajib membuat dan melaporkan faktur pajak dengan cara mengunggah dan memperoleh persetujuan dari DJP.

Aplikasi e Faktur Pajak DJP

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, e Faktur pajak DJP merupakan aplikasi atau aplikasi pengelolaan faktur pajak dan laporan SPT Masa PPN 1111 dengan cara diunggah dan memperoleh persetujuan dari DJP.

Persetujuan yang dimaksud adalah DJP telah menyalin semua detail data faktur pajak, rekonsiliasi informasi faktur sesuai aturan berlaku, lalu memberikan approval melalui kode QR pada lembaran faktur pajak.

Perlu diingat bahwa Anda hanya bisa mencetak faktur setelah melalui proses persetujuan atau dalam status approval.

Selain proses approval, dalam aplikasi Anda juga bisa saja mendapatkan status rejected atau ditolak. Biasanya hal tersebut karena ada kesalahan data atau informasi dalam faktur yang diunggah.

Dengan aplikasi e Faktur ini, Anda dapat memantau proses validasi data faktur pajak keluaran sehingga data dapat terjamin keamanannya ketika data dikreditkan.

Selain itu dengan aplikasi e Faktur pajak, tidak ada lagi fraud atau kecurangan dalam penerbitan faktur. Para PKP juga dapat lebih mudah untuk mengelola faktur pajaknya karena proses dilakukan secara cepat dan efisien.

Namun, ada beberapa kendala yang sering dialami oleh wajib pajak dalam penggunaan aplikasi e Faktur. Berikut ini adalah kendala dan tips yang dapat dilakukan oleh wajib pajak di aplikasi e Faktur.

Masalah E Faktur: Kode Error

Masalah e Faktur kode error ini sangat sering dijumpai oleh PKP yang menggunakan aplikasi e Faktur, beberapa kode error yang sering dijumpai di antaranya:

  1. ERROR E-TAX 10001 untuk Masalah e Faktur Error Database

Masalah e Faktur ini disebabkan oleh karena database yang corrupt.  Solusinya, pastikan kembali dalam folder database terdapat folder log,seg0 dan tmp serta file db.lck, “Readme_do_not_touch_file”.

  1. ERROR E-TAX 10003 untuk Masalah E Faktur Masukan atau Input Database

Masalah E Faktur ini disebabkan oleh terputusnya koneksi antara server dan client. Solusinya, Pastikan kembali bahwa koneksi PC server dan client terkoneksi dengan baik, kemudian ulangi proses.

  1. ERROR E-TAX 10005 untuk Masalah E Faktur Database Tidak Ditemukan

Masalah E Faktur ini disebabkan oleh folder DB terhapus, atau terkena virus yang menyebabkan aplikasi tidak menemukan posisi database E Faktur. Solusinya, pastikan database E Faktur terdapat dalam folder DB aplikasi.

  1. ERROR E-TAX 10006 untuk Masalah E Faktur Tidak Dapat Start Database sebagai Network Server

Masalah E Faktur ini disebabkan oleh Port yang digunakan untuk koneksi database belum dibuka. Solusinya, pastikan kembali Port yang digunakan untuk koneksi database telah dibuka.

  1. ERROR E-TAX 20003 untuk Masalah E Faktur Nomor Faktur Tidak Ditemukan

Masalah E Faktur berikut ini disebabkan oleh retur faktur etax yang belum dilakukan approve. Untuk masalah ini Anda dapat melakukan impor retur.

  1. ERROR E-TAX 30011 untuk Masalah E Faktur Profil Belum Diregistrasi

Masalah E Faktur ini biasanya disebabkan oleh PKP belum melakukan update profil pada aplikasi E Faktur. Solusinya, pengguna harus melakukan update profil pada menu update profil.

  1. ERROR E-TAX 40001 untuk Masalah E Faktur Tidak Terhubung Internet

Masalah E Faktur ini biasanya disebabkan oleh perangkat tidak terhubung dengan internet, atau sertifikat digital sudah kadaluwarsa.

Solusinya, cek koneksi internet, dan pastikan perangkat yang digunakan PKP terhubung dengan internet. Apabila koneksi internet dengan proxy, pastikan sudah melakukan setting proxy aplikasi dengan benar di menu Referensi > Setting Aplikasi, dan apabila sertifikat digital sudah kadaluwarsa Silahkan ajukan permintaan sertifikat digital yang baru.

Masalah E Faktur: Database Hilang

Permasalahan hilangnya database E Faktur biasanya disebabkan oleh data yang corrupt atau perangkat yang terkena virus. Jika PKP mengalami kendala E Faktur database hilang ada solusi yang bisa dilakukan.

Solusi yang bisa dilakukan oleh PKP dengan cara mengajukan permintaan data E Faktur ke kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat PKP terdaftar, dengan cara menyampaikan surat permintaan data E Faktur sebagaimana diatur dalam peraturan DJP Nomor PER-16 PJ 2014 tentang tata cara pembuatan dan pelaporan faktur pajak berbentuk elektronik.

Baca Juga :  BRI Ngawi Serahkan Mobil Panen Hadiah Simpedes

Data yang diberikan dari KPP akan diberikan dalam format “Winrar”. Namun, data yang bisa PKP peroleh kembali terbatas pada data faktur pajak keluaran yang telah dunggah ke DJP dan telah memperoleh persetujuan DJP atau status approval sukses. Untuk data faktur pajak masukan tidak bisa diperoleh PKP.

PKP juga dapat mengantisipasi dengan melakukan backup database secara manual. Perlu diketahui bahwa aplikasi E Faktur secara otomatis akan membentuk backup database di folder backup dalam bentuk file yang sudah terkompresi dalam format zip.

Namun tidak jelas kapan aplikasi E Faktur tersebut akan membentuk file. Sehingga, sangat disarankan untuk melakukan backup database secara manual. Caranya dengan menyalin folder database dalam aplikasi E Faktur dan mengkompresnya dalam bentuk zip agar data dalam folder tidak rusak. Selanjutnya, pindahkan folder database yang sudah dikompres ke komputer/Hardisk.

Masalah E Faktur: Gagal Cetak PDF Faktur Pajak

E Faktur pajak merupakan sebuah aplikasi yang sering digunakan oleh PKP. Namun, ada kalanya saat PKP ingin mencetak faktur pajak, E Faktur justru gagal cetak PDF yang ditandai dengan pesan PDF/Failed Generate Report.

Untuk mengatasi hal ini, PKP hanya perlu refresh tampilan dan mencetak faktur pajak yang gagal PKP cetak. PKP juga bisa restart aplikasi E Faktur pajak dan mencoba untuk mencetak PDF faktur pajak kembali.

Masalah E Faktur: Tidak Bisa Upload

Jika PKP mengalami masalah E Faktur tidak bisa upload, PKP bisa memeriksa kembali beberapa hal berikut ini:

  1. Koneksi internet PKP. Oleh karena itu, pastikan perangkat yang digunakan PKP memiliki koneksi internet yang baik/stabil.
  2. Periksa kembali sertifikat digital PKP. Karena, jika sertifikat digital PKP kadaluwarsa menjadi salah satu penyebab masalah E Faktur tidak bisa upload. Masa kadaluwarsa sertifikat digital bisa di cek di browser pengguna, karena masa aktif sertifikat digital hanya 2 tahun. Jika sertifikat digital telah kadaluwarsa PKP bisa ajukan pembaruan sertifikat digital ke KPP tempat PKP terdaftar.

Gunakan Aplikasi E Faktur Praktis dengan Klikpajak by Mekari

Untuk mempermudah serta meminimalkan error pada proses pembuatan E Faktur, Anda dapat memanfaatkan aplikasi KlikPajak by Mekari.

Klikpajak adalah aplikasi pajak online yang telah terdaftar sebagai Application Service Provider (ASP) resmi dari Direktorat Jenderal Pajak yang telah diresmikan berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pajak No. KEP-169/PJ/2018 dan telah tersertifikasi ISO 27001 untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan data Anda.

Keunggulan Menggunakan Aplikasi E Faktur Berbasis Web Klikpajak by Mekari

Berikut adalah beberapa keunggulan jika Anda menggunakan aplikasi pajak online berbasis web dari Klikpajak by Mekari, di antaranya:

  1. Dapat Diakses Berbagai Platform
    Anda bisa dengan lebih fleksibel mengoperasikan aplikasi tersebut menggunakan laptop, smartphone, tablet, maupun komputer yang bisa Anda lakukan kapan pun jika sudah terhubung dengan internet.
  2. Keamanan Data Terjamin
    Seluruh data dan informasi yang Anda masukkan akan tersimpan dengan aman di database berbasis cloud computing sehingga sangat sulit untuk diretas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
  3. Tidak Harus Install Aplikasi
    Tidak perlu menyiapkan ruang penyimpanan memori jika ingin menginstalnya. Sehingga bisa dengan mudah mengakses aplikasi Klikpajak tanpa khawatir mengeluarkan anggaran lebih untuk membeli memory atau perangkat keras lainnya.
  4. Update Otomatis
    Anda tidak perlu melakukan update secara berkala karena seluruh maintenance dan update akan dilakukan secara otomatis melalui Klikpajak by Mekari.

    Seperti yang Anda ketahui bahwa tarif PPN sudah naik pada tanggal 1 April 2022 lalu, hal ini berdampak juga pada ketentuan e-Faktur. Namun, Anda tidak perlu repot untuk download versi terbaru dari e-Faktur 3.2 karena Klikpajak akan terupdate otomatis melalui servernya.

  5. Hemat Waktu dan Biaya
    Wajib pajak tidak harus meluangkan waktunya untuk ke kantor pajak apabila ingin melaporkan pajaknya karena aplikasi berbasis web Klikpajak by Mekari memberikan kemudahan bagi Anda yang ingin mengurus keperluan perpajakan.

    Di dalam platform pajak ini, Anda juga bisa langsung membayar pajak yang menyediakan pembuatan ID Billing secara gratis tanpa dipungut biaya sama sekali sehingga Anda sudah bisa membayar pajak dengan mudah dan cepat tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Layanan Klikpajak by Mekari

Selain menjadi aplikasi E Faktur yang praktis, Klikpajak juga menyediakan berbagai fasilitas seperti e-Filing, e-Bupot dan e-Billing.

Ada juga fitur arsip pajak di mana Anda bisa menyimpan keseluruhan data perpajakan dengan aman sehingga Anda tidak perlu bingung lagi jika ingin melakukan pelaporan atau pembayaran pajak di kemudian hari.

Itulah berbagai masalah yang sering dihadapi saat menggunakan aplikasi e-Faktur beserta solusi disertai rekomendasi aplikasi berbasis web yang terpercaya yaitu Klikpajak by Mekari.

Semoga pembahasan pada artikel kali ini bisa bermanfaat, ya!

Most Read

Artikel Terbaru

/