alexametrics
27.4 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

Cegah Radikalisme-Intoleransi, Bakesbangpol Magetan Gelar Aksi Simpatik

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Segala potensi yang mengancam NKRI coba ditangkal di Magetan. Melalui aksi simpatik di jalan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Magetan mengedukasi warga mengenai bahaya radikalisme, terorisme, intoleransi, dan penyalahgunaan narkoba. ‘’Kami bagikan ratusan stiker kepada pengguna jalan di sekitar Pasar Sayur Magetan,’’ ujar Kepala Bakesbangpol Magetan Chanif Tri Wahyudi, kemarin (23/12).

Sosialisasi menangkal ancaman serupa kerap digelar dalam bentuk sarasehan. Melibatkan ormas, LSM, pelajar, dan warga desa. Berbagai upaya ini bertujuan untuk menekan potensi ancaman tersebut tumbuh di Bumi Ki Mageti. ‘’Generasi milenial perlu dibentengi dari berbagai ancaman tersebut,’’ sebutnya.

Atensi khusus patut disematkan terhadap ancaman ideologi radikal. Umumnya ideologi yang menyimpang dari Pancasila itu berkembag subur di daerah yang masyarakatnya merasa terpinggirkan. Di sisi lain, terorisme modern juga ramai dilancarkan lewat propaganda virtual. ‘’Kami tekankan untuk selalu berhati-hati dalam menerima segala informasi,’’ kata Chanif.

Baca Juga :  Dua Tahun Kepemimpinan Bupati Madiun Ahmad Dawami-Wabup Hari Wuryanto

Sebelumnya, bakesbangpol juga menggelar rapat koordinasi (rakor) Tim Kewaspadaan Dini dan Tim penanganan konflik sosial di Harmada Joglo pada Rabu (20/12). Rakor ini bertujuan menciptakan situasi konfusif selama Natal dan tahun baru (Nataru). Bupati Magetan Suprawoto, Wabup Magetan Nanik Endang Rusminiarti, dan jajaran forkopimda hadir dalam rakor tersebut. ‘’Pemerintah bersinergi menekan kelompok intoleran. Sehingga kamtibmas selalu terjaga dan situasi menjadi kondusif,’’ pungkasnya. (ebo/naz/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Segala potensi yang mengancam NKRI coba ditangkal di Magetan. Melalui aksi simpatik di jalan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Magetan mengedukasi warga mengenai bahaya radikalisme, terorisme, intoleransi, dan penyalahgunaan narkoba. ‘’Kami bagikan ratusan stiker kepada pengguna jalan di sekitar Pasar Sayur Magetan,’’ ujar Kepala Bakesbangpol Magetan Chanif Tri Wahyudi, kemarin (23/12).

Sosialisasi menangkal ancaman serupa kerap digelar dalam bentuk sarasehan. Melibatkan ormas, LSM, pelajar, dan warga desa. Berbagai upaya ini bertujuan untuk menekan potensi ancaman tersebut tumbuh di Bumi Ki Mageti. ‘’Generasi milenial perlu dibentengi dari berbagai ancaman tersebut,’’ sebutnya.

Atensi khusus patut disematkan terhadap ancaman ideologi radikal. Umumnya ideologi yang menyimpang dari Pancasila itu berkembag subur di daerah yang masyarakatnya merasa terpinggirkan. Di sisi lain, terorisme modern juga ramai dilancarkan lewat propaganda virtual. ‘’Kami tekankan untuk selalu berhati-hati dalam menerima segala informasi,’’ kata Chanif.

Baca Juga :  Tim Unipma Berdayakan PKK Desa Cileng lewat Pelatihan Manajemen Usaha

Sebelumnya, bakesbangpol juga menggelar rapat koordinasi (rakor) Tim Kewaspadaan Dini dan Tim penanganan konflik sosial di Harmada Joglo pada Rabu (20/12). Rakor ini bertujuan menciptakan situasi konfusif selama Natal dan tahun baru (Nataru). Bupati Magetan Suprawoto, Wabup Magetan Nanik Endang Rusminiarti, dan jajaran forkopimda hadir dalam rakor tersebut. ‘’Pemerintah bersinergi menekan kelompok intoleran. Sehingga kamtibmas selalu terjaga dan situasi menjadi kondusif,’’ pungkasnya. (ebo/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/