alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Persempit Ruang Edar Rokok Ilegal

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Potensi peredaran rokok ilegal di Magetan terus dipersempit. Caranya dengan mengedukasi masyarakat secara terus menerus. Kamis lalu (17/6), Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Magetan menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada warga di Kecamatan Barat. Pemkab menggandeng Kantor Bea Cukai Madiun, kepolisian, dan kejaksaan setempat.

Sasaran sosialisasi mencakup ibu-ibu anggota pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM). ‘’Diharapkan, mereka menjadi penyambung informasi kepada warganya mengenai larangan peredaran rokok ilegal,’’ terang Pelaksana tugas (Plt) Kabag Perekonomian dan SDA Sukartini.

Menurut Sukartini, edukasi terhadap warga penting untuk mempersempit ruang peredaran rokok ilegal. Warga perlu mengetahui ciri rokok ilegal serta ancaman sanksi hukum jika mengonsumsi atau bahkan mengedarkan. ‘’Rokok ilegal sangat berpotensi merugikan keuangan negara, terutama pada penerimaan dari cukai tembakau,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Berjuang Amankan Suara Lansia

Rokok ilegal, lanjut Sukartini, dapat ditandai dengan tidak adanya tempelan pita cukai di kemasan. Atau, pita cukai tampak sobek, berkerut, atau rusak. Itu tandanya produk rokok ilegal tersebut memakai pita bekas. Warga diminta segera melapor jika menemukan rokok ilegal beredar. Agar lebih maksimal, sosialisasi terus akan dilakukan menyasar 18 kecamatan. ‘’Juni dilaksanakan di Kawedanan, Barat, Bendo, dan Nguntoronadi. Pemerintah berkomitmen meningkatkan kesadaran warga,’’ kata Sukartini. (ebo/naz/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Potensi peredaran rokok ilegal di Magetan terus dipersempit. Caranya dengan mengedukasi masyarakat secara terus menerus. Kamis lalu (17/6), Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Magetan menggelar sosialisasi ketentuan di bidang cukai kepada warga di Kecamatan Barat. Pemkab menggandeng Kantor Bea Cukai Madiun, kepolisian, dan kejaksaan setempat.

Sasaran sosialisasi mencakup ibu-ibu anggota pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK), tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga pemberdayaan masyarakat (LPM). ‘’Diharapkan, mereka menjadi penyambung informasi kepada warganya mengenai larangan peredaran rokok ilegal,’’ terang Pelaksana tugas (Plt) Kabag Perekonomian dan SDA Sukartini.

Menurut Sukartini, edukasi terhadap warga penting untuk mempersempit ruang peredaran rokok ilegal. Warga perlu mengetahui ciri rokok ilegal serta ancaman sanksi hukum jika mengonsumsi atau bahkan mengedarkan. ‘’Rokok ilegal sangat berpotensi merugikan keuangan negara, terutama pada penerimaan dari cukai tembakau,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Terus Berulang, Satu Lagi Warga Ngawi Tewas Tersengat Jebakan Tikus

Rokok ilegal, lanjut Sukartini, dapat ditandai dengan tidak adanya tempelan pita cukai di kemasan. Atau, pita cukai tampak sobek, berkerut, atau rusak. Itu tandanya produk rokok ilegal tersebut memakai pita bekas. Warga diminta segera melapor jika menemukan rokok ilegal beredar. Agar lebih maksimal, sosialisasi terus akan dilakukan menyasar 18 kecamatan. ‘’Juni dilaksanakan di Kawedanan, Barat, Bendo, dan Nguntoronadi. Pemerintah berkomitmen meningkatkan kesadaran warga,’’ kata Sukartini. (ebo/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/