alexametrics
27.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Tim PHP2D Ampibi Unipma Dampingi Kelompok Kampung Susu Lawu Singolangu

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Belum optimalnya perberdayaan kelompok Kampung Susu Lawu (KSL) dan petani strawberry di Desa Singolangu, Sarangan, Magetan mendapat perhatian serius kalangan akademisi dari Universitas PGRI Madiun (Unipma). Pasalnya, jika bisa dikembangkan dengan baik, kedua potensi tersebut bakal semakin menggairahkan wisata dan ekonomi masyarakat setempat.

‘’Desa Singolangu ini merupakan tempat strategis, sebab pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu. Sudah semestinya banyak potensi yang bisa dikembangkan,’’ jelas Hertanti, Ketua Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Ampibi Unipma, Rabu (27/10).

Tim PHP2D yang dinakhodai Asosiasi Mahasiswa Pendidikan Biologi Unipma tersebut melihat desa eduwisata susu sapi perah yang dibangun Pemkab Magetan belum dimanfaatkan warga sekitar secara optimal. Ini terlihat dari minimnya produk yang dihasilkan kelompok peternak maupun petani di wilayah tersebut. Hal ini pun berimbas pada penjualan produk yang belum maksimal. ‘’Kami menggandeng Kelompok Kampung Susu Lawu (KSL) dan petani strawberry untuk menghasilkan produk yang inovatif, yakni Fresh Milky Strawberry serta sabun susu,’’ terangnya.

Siapa sangka, kedua produk ini pun viral. Banyak permintaan mendatangi kelompok KSL dan petani strawberry. Selain produk yang dikeluarkan lebih inovatif, ini juga tidak lepas dari upaya tim dari Unipma mengenalkan penjualan lewat digital marketing. Pelatihan tersebut diberikan kepada anggota karang taruna agar ikut berdaya dengan menjadi tim pemasaran dua produk unggulan itu. ‘’Pelatihan diikuti 30 peserta, kami menerapkan protokol kesehatan ketat selama pelatihan berlangsung,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Siaga Bencana, Kwarcab Kota Madiun Latih Brigade Penolong 13

Tim PHP2D Ampibi Unipma yang dibimbing langsung dosen pendidikan biologi, Pujiati ini juga mendapat dukungan dari Bappeda Kabupaten Magetan. Anggota tim tidak ragu meminta masukan terkait langkah yang dilakukan. Ini penting agar program yang dimiliki tersingkronisasi apik dengan program milik pemerintah daerah. ‘’Tim dari bappeda sangat mendukung kami,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok KSL Sri Wahyuni mengapresiasi langkah dari Tim PHP2D Ampibi Unipma. Sebab pelatihan dan pendampingannya sangat bermanfaat. Peserta kegiatan ini memperoleh pengetahuan baru. Pun juga menjadi motivasi bagi kelompok KSL untuk membuat lebih banyak variasi produk yang akan dipasarkan melalui Omah Susu Lawu serta di sosial media. ‘’Kami sangat berterima kasih, dengan adanya kegiatan pelatihan Sabun Susu dan Fresh Milky Strawberry ini kami berharap bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya di Singolangu, terutama ibu-ibu rumah tangga,’’ pungkasnya. (afi/aan/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Belum optimalnya perberdayaan kelompok Kampung Susu Lawu (KSL) dan petani strawberry di Desa Singolangu, Sarangan, Magetan mendapat perhatian serius kalangan akademisi dari Universitas PGRI Madiun (Unipma). Pasalnya, jika bisa dikembangkan dengan baik, kedua potensi tersebut bakal semakin menggairahkan wisata dan ekonomi masyarakat setempat.

‘’Desa Singolangu ini merupakan tempat strategis, sebab pintu masuk jalur pendakian Gunung Lawu. Sudah semestinya banyak potensi yang bisa dikembangkan,’’ jelas Hertanti, Ketua Tim Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) Ampibi Unipma, Rabu (27/10).

Tim PHP2D yang dinakhodai Asosiasi Mahasiswa Pendidikan Biologi Unipma tersebut melihat desa eduwisata susu sapi perah yang dibangun Pemkab Magetan belum dimanfaatkan warga sekitar secara optimal. Ini terlihat dari minimnya produk yang dihasilkan kelompok peternak maupun petani di wilayah tersebut. Hal ini pun berimbas pada penjualan produk yang belum maksimal. ‘’Kami menggandeng Kelompok Kampung Susu Lawu (KSL) dan petani strawberry untuk menghasilkan produk yang inovatif, yakni Fresh Milky Strawberry serta sabun susu,’’ terangnya.

Siapa sangka, kedua produk ini pun viral. Banyak permintaan mendatangi kelompok KSL dan petani strawberry. Selain produk yang dikeluarkan lebih inovatif, ini juga tidak lepas dari upaya tim dari Unipma mengenalkan penjualan lewat digital marketing. Pelatihan tersebut diberikan kepada anggota karang taruna agar ikut berdaya dengan menjadi tim pemasaran dua produk unggulan itu. ‘’Pelatihan diikuti 30 peserta, kami menerapkan protokol kesehatan ketat selama pelatihan berlangsung,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Bayi Sugianto-Sudarti Lahir di Tanggal Cantik 22-2-2022

Tim PHP2D Ampibi Unipma yang dibimbing langsung dosen pendidikan biologi, Pujiati ini juga mendapat dukungan dari Bappeda Kabupaten Magetan. Anggota tim tidak ragu meminta masukan terkait langkah yang dilakukan. Ini penting agar program yang dimiliki tersingkronisasi apik dengan program milik pemerintah daerah. ‘’Tim dari bappeda sangat mendukung kami,’’ katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok KSL Sri Wahyuni mengapresiasi langkah dari Tim PHP2D Ampibi Unipma. Sebab pelatihan dan pendampingannya sangat bermanfaat. Peserta kegiatan ini memperoleh pengetahuan baru. Pun juga menjadi motivasi bagi kelompok KSL untuk membuat lebih banyak variasi produk yang akan dipasarkan melalui Omah Susu Lawu serta di sosial media. ‘’Kami sangat berterima kasih, dengan adanya kegiatan pelatihan Sabun Susu dan Fresh Milky Strawberry ini kami berharap bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya di Singolangu, terutama ibu-ibu rumah tangga,’’ pungkasnya. (afi/aan/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/