alexametrics
27.3 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Dinas Arpus Magetan dan Perpusnas Wujudkan Literasi Berbasis Inklusi Sosial

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Magetan terbuka bagi siapa saja. Termasuk bagi kalangan penyandang disabilitas. Di perpusda, terdapat beragam buku bacaan braille dan aplikasi Job Acess with Speech (JAWS) yang dapat dimanfaatkan para tuna netra. ‘’Kami bersama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mewujudkan literasi berbasis inklusi sosial untuk warga,’’ ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Magetan Suhardi.

Ke depan, JAWS akan diintegrasikan dengan aplikasi e-Perpusda Magetan yang sudah ada. Sehingga penyandang tuna netra dapat mengakses pengetahuan dan informasi yang lebih luas kapanpun dan di manapun. ‘’Penyandang disabilitas juga punya hak yang sama untuk mendapat manfaat pelayanan perpustakaan,’’ terangnya.

Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, perpusda juga membuka ruang untuk memfasilitasi berbagai kegiatan. Mulai dari anak, remaja, ibu, dan para difabel. Kegiatannya pun beragam. Misalnya kelas Bahasa Inggris, menggambar, seni tari, serta pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu atau penyandang disabilitas. ‘’Jadi sekarang, datang ke perpustakaan itu tidak hanya baca buku, tapi juga bisa untuk mengembangkan potensi diri,’’ jelas Suhardi.

Baca Juga :  Airlangga: Kampus Bantu Tingkatkan Kemampuan Digital dan Wirausahawan Mudaw

Dinas arpus menggandeng komunitas Selop Aksar yang terdiri dari volunteer dan komunitas yang mendukung pengembangan literasi. Untuk memaksimalkan berbagai program perpusda. Tak hanya itu, perpusda juga membantu promosi hasil pelatihan dan keterampilan masyarakat lewat outlet khusus serta media sosial. ‘’Graha Pusat Literasi semakin meningkatkan jangkauan layanan perpustakaan dalam menumbuhkan budaya baca,’’ pungkasnya.(ebo/naz/adv)

MAGETAN, Jawa Pos Radar Madiun – Perpustakaan Daerah (Perpusda) Magetan terbuka bagi siapa saja. Termasuk bagi kalangan penyandang disabilitas. Di perpusda, terdapat beragam buku bacaan braille dan aplikasi Job Acess with Speech (JAWS) yang dapat dimanfaatkan para tuna netra. ‘’Kami bersama Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mewujudkan literasi berbasis inklusi sosial untuk warga,’’ ujar Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Magetan Suhardi.

Ke depan, JAWS akan diintegrasikan dengan aplikasi e-Perpusda Magetan yang sudah ada. Sehingga penyandang tuna netra dapat mengakses pengetahuan dan informasi yang lebih luas kapanpun dan di manapun. ‘’Penyandang disabilitas juga punya hak yang sama untuk mendapat manfaat pelayanan perpustakaan,’’ terangnya.

Sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, perpusda juga membuka ruang untuk memfasilitasi berbagai kegiatan. Mulai dari anak, remaja, ibu, dan para difabel. Kegiatannya pun beragam. Misalnya kelas Bahasa Inggris, menggambar, seni tari, serta pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu atau penyandang disabilitas. ‘’Jadi sekarang, datang ke perpustakaan itu tidak hanya baca buku, tapi juga bisa untuk mengembangkan potensi diri,’’ jelas Suhardi.

Baca Juga :  Moto3 Mandalika, Mario Aji Start Ketiga

Dinas arpus menggandeng komunitas Selop Aksar yang terdiri dari volunteer dan komunitas yang mendukung pengembangan literasi. Untuk memaksimalkan berbagai program perpusda. Tak hanya itu, perpusda juga membantu promosi hasil pelatihan dan keterampilan masyarakat lewat outlet khusus serta media sosial. ‘’Graha Pusat Literasi semakin meningkatkan jangkauan layanan perpustakaan dalam menumbuhkan budaya baca,’’ pungkasnya.(ebo/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/