alexametrics
27.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Komisi II DPRD Ngawi dan Cabdindik Sayangkan Aksi Pengeroyokan Pelajar

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Aksi perundungan yang dilakukan lima pelajar SMK terhadap Gan, siswa SMPN 1 Kedunggalar, memang sudah berakhir damai. Namun, di mata Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto, ada masalah serius dalam pola pendidikan karakter di Ngawi. Aksi sok jagoan yang ditunjukkan kelima pelajar SMK menandakan pembinaan karakter di sekolah kurang optimal. ‘’Pendidik harus bergerak cepat membina siswa pelaku perundungan,’’ ujarnya, Sabtu (29/1).

Siswanto menyayangkan aksi pengeroyokan yang viral di media sosial itu terjadi di Ngawi. Dia meminta sekolah mengedukasi para pelajar sok jagoan itu. Mereka bisa dijerat pasal 170 KUHP. Ancaman hukumannya paling lama lima tahun enam bulan. ‘’Kejadian memalukan seperti ini jangan sampai terulang lagi,’’ ujar politisi PKS tersebut.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Gelar Halal Bihalal Bersama PWRI

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Ngawi Supardi ikut angkat bicara. Dia menyayangkan para pelaku nekat melakukan tindak kekerasan terhadap adik tingkat mereka di SMP. ‘’Seharusnya pelajar yang duduk di jenjang pendidikan lebih tinggi memberi contoh baik, bukan malah bertindak semena-mena,’’ katanya.

Terlebih, aksi kekerasan itu dilakukan di jam sekolah. Supardi tak habis pikir pihak sekolah bisa kecolongan. Dia telah berkomunikasi dengan kepala SMK tempat lima pelajar itu bersekolah. ‘’Setelah kami konfirmasi, pihak sekolah menyatakan telah melakukan pembinaan terhadap kelimanya,’’ tutur Supardi. (sae/c1/naz/adv)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Aksi perundungan yang dilakukan lima pelajar SMK terhadap Gan, siswa SMPN 1 Kedunggalar, memang sudah berakhir damai. Namun, di mata Ketua Komisi II DPRD Ngawi Siswanto, ada masalah serius dalam pola pendidikan karakter di Ngawi. Aksi sok jagoan yang ditunjukkan kelima pelajar SMK menandakan pembinaan karakter di sekolah kurang optimal. ‘’Pendidik harus bergerak cepat membina siswa pelaku perundungan,’’ ujarnya, Sabtu (29/1).

Siswanto menyayangkan aksi pengeroyokan yang viral di media sosial itu terjadi di Ngawi. Dia meminta sekolah mengedukasi para pelajar sok jagoan itu. Mereka bisa dijerat pasal 170 KUHP. Ancaman hukumannya paling lama lima tahun enam bulan. ‘’Kejadian memalukan seperti ini jangan sampai terulang lagi,’’ ujar politisi PKS tersebut.

Baca Juga :  Gegara Korona, Ratusan Mahasiswa Unipma dari Dua Kecamatan Ditarik

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Ngawi Supardi ikut angkat bicara. Dia menyayangkan para pelaku nekat melakukan tindak kekerasan terhadap adik tingkat mereka di SMP. ‘’Seharusnya pelajar yang duduk di jenjang pendidikan lebih tinggi memberi contoh baik, bukan malah bertindak semena-mena,’’ katanya.

Terlebih, aksi kekerasan itu dilakukan di jam sekolah. Supardi tak habis pikir pihak sekolah bisa kecolongan. Dia telah berkomunikasi dengan kepala SMK tempat lima pelajar itu bersekolah. ‘’Setelah kami konfirmasi, pihak sekolah menyatakan telah melakukan pembinaan terhadap kelimanya,’’ tutur Supardi. (sae/c1/naz/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/