alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Kantor Imigrasi Ponorogo Raih Penghargaan dari Kemenkumham dan Kemenpan RB

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Nama-nama tokoh kesenian reyog familiar di Kantor Imigrasi Ponorogo. Sebut saja PraBu KELaNa yang merupakan akronim dari Paspor Butuh Keadaan Emergency, Lara dan bencaNa. Yakni, pemohon paspor yang berhalangan datang ke Kantor Imigrasi karena sakit atau bencana. Ada juga Bujang Ganong (butuh jadi ing setunggal dino) berupa pelayanan percepatan paspor dalam satu hari jadi.

Pun, Endorsment Jadi sejam tinggal ambil (E-Jathil) yakni perubahan nama untuk calon jemaah haji atau umrah yang satu jam sudah jadi. ‘’Satu lagi Dadak Merak atau Datang Ambil Tidak Mesti Turun Angkutan alias drive thru. Pemohon tidak perlu turun dari kendaraan untuk ambil paspor,’’ kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo Perdemuan Sebayang kemarin (28/12).

Perdemuan mengungkapkan sejumlah inovasi yang sudah berjalan selama setahun di kantornya itu. Tak urung, Kantor Imigrasi Ponorogo menyabet dua penghargaan sekaligus. Yakni, Satuan Kerja Pelayanan Publik Berbasis HAM dari Kemenkumham RI dan Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB). ‘’Tujuan inovasi pelayanan itu supaya masyarakat mendapatkan kemudahan dalam mengurus dokumen keimigrasian,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Disdukcapil Magetan Jemput Bola Rekam Data Adminduk

Dia juga menyebut inovasi Pengaduan Wadah Solusi Masyarakat (Pandawa Lima) berupa penyebaran informasi keimigrasian secara door to door ke masyarakat dan sinergi instansi terkait untuk meminimalisir pelanggaran keimigrasian serta pengaduan masyarakat. Selain itu, WhatsApp Respon Langsung (Warung) yang memudahkan masyarakat berkonsultasi langsung selama 24 jam lewat aplikasi WA. Ada pula Data Warta Elektronik Jaringan Terhubung (Dawet Jabung) yang berisi capaian kinerja, sarana pengaduan dan inovasi layanan yang diakses di website. ‘’Masyarakat dapat dengan mudah berkomunikasi dengan petugas dan membaca informasi terbaru Kantor Imigrasi Ponorogo,’’ terang Perdemuan.

Menurut dia, pandemi Covid-19 berdampak terhadap penerbitan paspor. Hanya sebanyak 1.985 paspor terbit selama setahun dari target 16.544. Namun, pihaknya mampu menyelenggarakan 41 kegiatan intelijen dalam upaya pencegahan pelanggaran keimigrasian. Bersamaan itu, sebanyak 3.006 publikasi terkait keimigrasian tersosialisasikan lewat media sosial maupun secara langsung. ‘’Selama pandemi, minat masyarakat Ponorogo bepergian ke luar negeri menurun drastis,’’ ungkapnya. (fac/hw/adv)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Nama-nama tokoh kesenian reyog familiar di Kantor Imigrasi Ponorogo. Sebut saja PraBu KELaNa yang merupakan akronim dari Paspor Butuh Keadaan Emergency, Lara dan bencaNa. Yakni, pemohon paspor yang berhalangan datang ke Kantor Imigrasi karena sakit atau bencana. Ada juga Bujang Ganong (butuh jadi ing setunggal dino) berupa pelayanan percepatan paspor dalam satu hari jadi.

Pun, Endorsment Jadi sejam tinggal ambil (E-Jathil) yakni perubahan nama untuk calon jemaah haji atau umrah yang satu jam sudah jadi. ‘’Satu lagi Dadak Merak atau Datang Ambil Tidak Mesti Turun Angkutan alias drive thru. Pemohon tidak perlu turun dari kendaraan untuk ambil paspor,’’ kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Ponorogo Perdemuan Sebayang kemarin (28/12).

Perdemuan mengungkapkan sejumlah inovasi yang sudah berjalan selama setahun di kantornya itu. Tak urung, Kantor Imigrasi Ponorogo menyabet dua penghargaan sekaligus. Yakni, Satuan Kerja Pelayanan Publik Berbasis HAM dari Kemenkumham RI dan Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB). ‘’Tujuan inovasi pelayanan itu supaya masyarakat mendapatkan kemudahan dalam mengurus dokumen keimigrasian,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Prostitusi Warung Remang di Ponorogo, Akademisi: Jangan Dipandang Sebelah Mata

Dia juga menyebut inovasi Pengaduan Wadah Solusi Masyarakat (Pandawa Lima) berupa penyebaran informasi keimigrasian secara door to door ke masyarakat dan sinergi instansi terkait untuk meminimalisir pelanggaran keimigrasian serta pengaduan masyarakat. Selain itu, WhatsApp Respon Langsung (Warung) yang memudahkan masyarakat berkonsultasi langsung selama 24 jam lewat aplikasi WA. Ada pula Data Warta Elektronik Jaringan Terhubung (Dawet Jabung) yang berisi capaian kinerja, sarana pengaduan dan inovasi layanan yang diakses di website. ‘’Masyarakat dapat dengan mudah berkomunikasi dengan petugas dan membaca informasi terbaru Kantor Imigrasi Ponorogo,’’ terang Perdemuan.

Menurut dia, pandemi Covid-19 berdampak terhadap penerbitan paspor. Hanya sebanyak 1.985 paspor terbit selama setahun dari target 16.544. Namun, pihaknya mampu menyelenggarakan 41 kegiatan intelijen dalam upaya pencegahan pelanggaran keimigrasian. Bersamaan itu, sebanyak 3.006 publikasi terkait keimigrasian tersosialisasikan lewat media sosial maupun secara langsung. ‘’Selama pandemi, minat masyarakat Ponorogo bepergian ke luar negeri menurun drastis,’’ ungkapnya. (fac/hw/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/