alexametrics
29.2 C
Madiun
Tuesday, May 17, 2022

Magnet Serap Tenaga Kerja

KEBERADAAN porang berpeluang membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Madiun. Dengan catatan, totalitas dalam mengelola komoditas itu. ‘’Akan lebih baik kalau dijadikan program unggulan daerah,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Mashudi.

Menurut Mashudi, porang punya potensi mengurangi angka pengangguran. Multiefek menyerap para tenaga kerja. ‘’Porang akan menjadi daya tarik investor jika produksinya bagus dan terus mengalami peningkatan. Peluang ini harus ditangkap dan ditindaklanjuti dengan serius,’’ paparnya.

Dia menyebut, pabrik porang yang berdiri di kabupaten ini tentu membutuhkan banyak pekerja untuk berproduksi. Baik tenaga manusia secara langsung maupun operasional mesin. ‘’Saat ini bahan baku tersedia melimpah. Sudah saatnya potensi penyerapan tenaga kerja dari porang dimaksimalkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Gelar Halal Bihalal Bersama PWRI

Luasan lahan porang menghasilkan di Kabupaten Madiun bertambah signifikan dari tahun ke tahun. Dari 1.484 hektare pada 2016, meningkat menjadi 5.252 hektare tahun ini. ‘’Saat ini baru ada satu pabrik porang di Kabupaten Madiun. Semakin banyak pabrik akan semakin baik,’’ ujar Mashudi.

Politikus Partai Gokar itu menyebut, keberadaan pabrik perlu diikuti pemantapan kawasan industri. Keluwesan regulasi perizinan juga menjadi pertimbangan untuk menarik perhatian calon penanam modal. ‘’Mudah dan cepat tanpa mengesampingkan peraturan yang ada,’’ ucapnya. (den/c1/cor/adv)

KEBERADAAN porang berpeluang membuka lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Madiun. Dengan catatan, totalitas dalam mengelola komoditas itu. ‘’Akan lebih baik kalau dijadikan program unggulan daerah,’’ kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Madiun Mashudi.

Menurut Mashudi, porang punya potensi mengurangi angka pengangguran. Multiefek menyerap para tenaga kerja. ‘’Porang akan menjadi daya tarik investor jika produksinya bagus dan terus mengalami peningkatan. Peluang ini harus ditangkap dan ditindaklanjuti dengan serius,’’ paparnya.

Dia menyebut, pabrik porang yang berdiri di kabupaten ini tentu membutuhkan banyak pekerja untuk berproduksi. Baik tenaga manusia secara langsung maupun operasional mesin. ‘’Saat ini bahan baku tersedia melimpah. Sudah saatnya potensi penyerapan tenaga kerja dari porang dimaksimalkan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Ibu Berdaya, Keluarga Sejahtera

Luasan lahan porang menghasilkan di Kabupaten Madiun bertambah signifikan dari tahun ke tahun. Dari 1.484 hektare pada 2016, meningkat menjadi 5.252 hektare tahun ini. ‘’Saat ini baru ada satu pabrik porang di Kabupaten Madiun. Semakin banyak pabrik akan semakin baik,’’ ujar Mashudi.

Politikus Partai Gokar itu menyebut, keberadaan pabrik perlu diikuti pemantapan kawasan industri. Keluwesan regulasi perizinan juga menjadi pertimbangan untuk menarik perhatian calon penanam modal. ‘’Mudah dan cepat tanpa mengesampingkan peraturan yang ada,’’ ucapnya. (den/c1/cor/adv)

Most Read

Artikel Terbaru

/