Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RSUD Caruban Soft Launching Unit Hemodialisis

A
Penulis: Administrator❯
Photo
Photo

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – RSUD Caruban membuat lompatan dalam layanan kesehatan masyarakat. Senin (22/6) rumah sakit pelat merah di Kabupaten Madiun itu menggelar soft launching unit hemodialisis. Penderita penyakit gagal ginjal yang ingin cuci darah tidak perlu mendatangi rumah sakit di daerah tetangga. Apalagi, daftar antrean pasien di sana cukup panjang. ‘’Kami ingin mendekatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik ke masyarakat,’’ kata Direktur Utama RSUD Caruban Djoko Santoso.


Djoko merunut perjalanan pembangunan unit hemodialisis. Data mengenai layanan itu di rumah sakit daerah tetangga dikumpulkan. Ternyata, banyak yang kewalahan melayani pasien. Sehingga, kebutuhan pengembangan ruang hemodialisis cukup urgen. Menggunakan dana alokasi umum (DAU) 2018, pembangunannya bisa terealisasi. Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) juga diajak berkoordinasi pada tahap perencanaannya. ‘’Kami diarahkan memperluas data wilayah Jawa Timur bagian barat. Jadi, nantinya yang dari daerah itu bisa ditangani di sini,’’ ujarnya.


Meski bangunan sudah siap sejak 2019, pemanfaatannya menunggu waktu yang tepat. Selain harus menyiapkan tenaga medis, ada kendala administrasi. Persoalan tersebut membuat soft launching mundur hingga pertengahan 2020.


Photo
Photo

Di luar urusan teknis, RSUD Caruban telah menyiapkan sarana dan prasarana. Empat bed untuk merawat pasien. Karena ketersediaan alat medis, baru mampu melayani empat pasien dalam sehari. Pelayanan ditangani oleh satu dokter dan tiga perawat bersertifikat. ‘’Yang terpenting bisa meringankan biaya masyarakat. Misalnya, kalau dulu ke rumah sakit daerah lain harus pakai mobil, kini cukup motor,’’ terangnya.


Kepala Unit Hemodialisis RSUD Caruban dr Anik Mulyaningsih menyebut, RSUD dr Soedono, Madiun, telah diajak kerja sama layanan hemodialisis. Informasinya, 13 pasien reguler siap dikirim ke tempatnya. Meski begitu, pelaksanaannya bertahap karena masih soft launching. Saat ini baru bisa melayani satu pasien dalam sehari untuk satu sif. Penambahan bergantung kondisi selama masa uji coba. ‘’Kalau tidak ada masalah, pasien akan ditambah,’’ ujarnya seraya menyebut proses uji coba didampingi Pernefri dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jatim.


Kabid Pelayanan RSUD Caruban Ali Murtadlo menambahkan, soft launching menekankan pada proses observasi Pernefri. Organisasi itu bakal melihat sudah sesuai tidaknya dengan standar kesehatan. Tempo observasi paling cepat seminggu lewat peninjauan langsung dan online. ‘’Observasinya saat pasien datang, pendaftaran, pemeriksaan dokter, sampai cuci darah,’’ terangnya. (cor/c1/ip)


Advertisement
Advertisement

Artikel Terkait

Kasus Rp21,4 Miliar PT Java Fortis, Ahli Hukum Tegaskan Direksi Bisa Dimintai Tanggung Jawab Pribadi

Kasus Rp21,4 Miliar PT Java Fortis, Ahli Hukum Tegaskan Direksi Bisa Dimintai Tanggung Jawab Pribadi

Sidang gugatan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan direkturnya, Nany Widjaja, menghadirkan ahli yang menegaskan direksi tetap bertanggung jawab atas kerugian perusahaan.

Hearts2Hearts Raih Kemenangan Perdana 'Lemon Tang', Singkirkan LE SSERAFIM hingga KATSEYE

Hearts2Hearts Raih Kemenangan Perdana 'Lemon Tang', Singkirkan LE SSERAFIM hingga KATSEYE

Hearts2Hearts meraih kemenangan pertama untuk "Lemon Tang" di M Countdown usai mengungguli LE SSERAFIM, ILLIT, dan KATSEYE.

Kolaborasi dengan Radar Madiun, Siswa MTsN 1 Ponorogo Dilatih Jadi Jurnalis Andal

Kolaborasi dengan Radar Madiun, Siswa MTsN 1 Ponorogo Dilatih Jadi Jurnalis Andal

Puluhan siswa MTsN 1 Ponorogo antusias mengikuti pelatihan dasar jurnalistik bersama pewarta Jawa Pos Radar Madiun untuk mengasah keterampilan menulis berita dan wawancara.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer