Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

4.292 Orang Ikut Program Siaga Kita, Pemkot Madiun Cairkan Premi Rp 738,5 juta

Hengky Ristanto • Kamis, 11 November 2021 | 16:45 WIB
MIMBAR: Wali Kota Maidi memberikan sambutan terkait pentingnya program Siaga Kita. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
MIMBAR: Wali Kota Maidi memberikan sambutan terkait pentingnya program Siaga Kita. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Betapa sibuknya Pemkot Madiun jika tak ada asuransi bagi tenaga kerja sektor informasi se Kota Madiun (Siaga Kita) di masa pandemi ini. Apalagi pada puncak mengganasnya Covid-19 nyawa seolah tak ada harganya. Beruntung, pemkot telah merogoh kocek sekitar Rp 1,4 miliar guna menanggung premi BPJS Ketenagakerjaan ribuan warga yang bekerja di sektor informal mulai dijalankan setahun belakangan.


Wali Kota Madiun Maidi menyebut Kota Madiun menjadi daerah pertama dari total 514 kabupaten kota di Indonesia. Menjamin asuransi bagi tenaga kerja sektor informal. Kini total telah ada sepuluh daerah di Indonesia yang telah menjalankan upaya ini. ‘’Dulu kita bahas dan rencanakan sebelum ada Covid-19, tidak mengira jika ada Covid-19. Sangat bermanfaat,’’ kata Maidi usai monitoring dan evaluasi (monev) Siaga Kita di Sun Hotel, Rabu (10/11).




Photo
Photo
KHIDMAT: Wali Kota Maidi beserta jajaran dan BPJS Ketenagakerjaan saat acara monitoring dan evaluasi Siaga Kita.

Dalam monev itu, diketahui jumlah peserta bertambah. Dari sebelumnya di angka 3.640 tahun lalu kini menjadi 4.292 peserta. Maidi ingin jumlah peserta terus ditingkatkan. Artinya warga yang berhak segera diproses menjadi peserta. Pun dia mengingatkan lurah dan camat untuk segera mendata. ‘’Yang punya hak didaftarkan, kalau belum masuk orang kota ya masukkan. Jangan sampai setelah kejadian saling menyalahkan,’’ pinta Maidi.


Maidi mengklaim asuransi itu sangat bermanfaat bagi warga, terlebih di masa pandemi Covid-19 ini. Dalam sambutannya dia mencontohkan ada seorang penjual pentol yang meninggal. Pun dia merupakan tulang punggung keluarga. ‘’Suaminya jualan pentol kemudian meninggal. Kita datang beri santunan kematian Rp 42 juta, ini sangat membantu sekali,’’ tambahnya.


Photo
Photo

Maidi menambahkan sekitar bulan Juli jumlah kematian akibat Covid-19 melonjak. Pun asuransi ini dinilai membantu keluarga yang kehilangan kepala keluarga karena Covid-19. Mantan Sekda juga ingin tenaga upahan turut dimasukkan agar tercover asuransi tersebut. ‘’Juli banyak karena Covid-19 semua, kalau sampai 600 orang meninggal, ya, keluarkan anggaran besar. Program sudah ada sebelum pandemi, pandemi datang sangat membantu. Sebelum itu ada santunan kematian Rp 1 juta,’’ ujar dia.


Sekedar informasi, asuransi ini diluncurkan 9 September tahun lalu. Adapun jaminan terdiri dari dua jenis. Pertama, jaminan kematian (JKM) terbagi dalam dua lingkup. Jika meninggal dalam hubungan kerja atau kecelakaan kerja diberikan santunan Rp 48 juta. Jika di luar hubungan kerja Rp 42 juta.


Ahli waris di usia sekolah juga turut berhak mendapatkan beasiswa mulai jenjang TK hingga perguruan tinggi. Beasiswa diberikan maksimal kepada dua ahli waris. Dengan catatan, belum menikah dan usianya di bawah 23 tahun. Kedua, jaminan kecelakaan kerja (JKK) yang diberikan berupa bantuan klaim biaya pengobatan dan perawatan unlimited. Biaya pengobatan diberikan dari awal hingga sembuh. Termasuk meng-cover biaya transportasi saat awal dibawa ke rumah sakit maupun biaya perjalanan saat kontrol.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disnaker-KUKM) Kota Madiun Agus Mursidi mengungkapkan Siaga Kita telah berjalan setahun lebih. Premi sampai Oktober yang telah dicairkan sebesar Rp 738,5 juta. Perinciannya JKK dua orang, JKM 19 orang. Sementara 14 orang dalam proses pencairan JKM. ‘’Jumlah peserta 4.292 peserta,’’ kata Agus dalam sambutannya. (her/adv)

Editor : Hengky Ristanto
#Maidi #covid #madiun #program siaga kita