Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Research Group Dosen UNS Kampus Caruban Dampingi UMKM Brem di Desa Kaliabu

Hengky Ristanto • Sabtu, 12 November 2022 | 03:07 WIB
BERI DUKUNGAN: Tim Research Group UNS Kampus Caruban menggelar pelatihan untuk para pelaku usaha brem di Kaliabu. (ISTIMEWA)
BERI DUKUNGAN: Tim Research Group UNS Kampus Caruban menggelar pelatihan untuk para pelaku usaha brem di Kaliabu. (ISTIMEWA)
MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tim Research Group Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Kampus Caruban menjalin kerjasama dengan sentra UMKM brem di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun. Kerjasama difokuskan pada serangkaian pelatihan, pendampingan, serta pengembangan pemasaran digital.

Selain itu, pelatihan juga diberikan terkait sistematika pencatatan keuangan di sentra UMKM brem Kaliabu. Tim ini diikuti sejumlah dosen UNS Kampus Caruban, Sekolah Vokasi UNS, dan enam mahasiswa yang membantu asistensi di lapangan.

Program ini diketuai Denty Arista. Anggota tim di antaranya Labbaika Dwi Ayu, Putri Nugrahaningsih, Alfi Nur Rokhmah, Masbahah. Selain itu, Trisna Ari R, Fitriyah Zulfa, Zaim Arif Eko, Nur Azizatul Haqimi dan enam mahasiswa.

Kerjasama ini disambut baik oleh Kades Kaliabu Suwondo. Menurut Suwondo, dukungan dari UNS sangat bermanfaat untuk mengembangkan UMKM di desanya. ‘’Semoga produk UMKM di desa kami semakin berkembang pesat,’’ ujarnya.

Apresiasi juga diberikan oleh Supiyati. Pelaku UMKM brem di Kaliabu itu sangat berterima kasih kepada Tim Research Group Dosen UNS Kampus Caruban yang telah membantunya dalam meningkatkan mutu produk dan memperluas pemasaran. ‘’Semoga bisnis kami kian maju. UMKM Kaliabu siap bersaing sebagai produk unggulan di kancah nasional,’’ tuturnya.

Sabtu (28/10) lalu, tim menggelar pelatihan dan pendampingan. Seluruh pelaku UMKM brem di Kaliabu dihadirkan. Imamuddin Wahid, praktisi pemasaran digital, dan Budiono, owner KJA Budino, dihadirkan sebagai narasumber.

Materi diberikan kepada para pelaku UMKM melalui diskusi. Banyak hal dikupas tuntas guna mendukung pengembangan UMKM brem di desa setempat. Contohnya, kiat mencari kelebihan dan kekurangan produk, atau mencari sasaran pasar yang tepat.

Yang tak kalah penting, pelaku usaha diajarkan jurus mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapi. Proses pencatatan keuangan dalam pembayaran pajak maupun faktur juga diajarkan. Pasalnya mulai tahun depan, para pelaku UMKM akan dikenai pajak. (dea/naz/adv) Editor : Hengky Ristanto
#umkm #uns #Brem #caruban #usaha #madiun