‘’Karena berhasil menyelesaikan istima’ul Alquran 30 juz, kami berikan beasiswa S1, beberapa kitab, dan bingkisan,’’ kata Pengasuh Ponpes Ar-Rohman Tegalrejo Kiai Muhammad Ridlo Rifa’i.
Ponpes Ar-Rohman memberlakukan sejumlah takhossus alias program unggulan dalam menggembleng santri. Seperti, takhossus tahfidzul Quran dan fahmut turats. Tujuannya, mencetak penghafal Alquran dan ahli kitab kuning. Alhasil, muncul santri-santri berkualitas seperti tiga santri itu. ‘’Ada 53 santri yang ikut tahfidzul Quran,’’ ungkap Ridlo.
Ridlo menekankan, menghafal Alquran bukan sesuatu yang berat. Istiqomah murojaah menjaga hafalan jauh lebih penting. Oleh sebab itu, dia berpesan agar santri hafidz tidak terlalu berbangga diri dan terus belajar. Tanggung jawab seorang hafidz, adalah berusaha memahami makna dan tafsir dari Alquran.
‘’Selain itu, perlu berusaha maksimal untuk bertindak dan berakhlak qurani,’’ ujarnya seusai kegiatan yang dilanjut halalbihalal seluruh wali santri dan keluarga besar ponpes dengan K.H. Marhaban Al Hafidz dari PCNU Kabupaten Magetan sebagai pemberi mauidhoh hasanah itu.
Sukemi, wali santri Alya Sartika, merasa bangga dan bersyukur anaknya mendapat kesempatan menimba ilmu di ponpes. Plus, menjadi hafidz. ‘’Alhamdulillah, semoga memotivasi seluruh santri untuk lebih semangat menghafal Alquran,’’ kata Sukemi. (ebo/den/adv) Editor : Hengky Ristanto