‘’Dalam pelatihan Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) akbar ini PNM mengusung tema UMKM Paham Digital Bukti Nyawijine PNM Mbangun Ekonomi Pacitan, kami berharap selepas pelatihan ini pelaku UMKM semakin paham digital dan hal ini juga membuktikan PNM ikut membangun ekonomi Pacitan,’’ ujar Pemimpin Cabang PT PNM Pacitan Roby Suryo Budi Prijono.
Pelatihan yang digelar divisi PKU PNM ini juga membantu pelaku UMKM untuk lebih mengerti tentang literasi keuangan, digital, dan usaha. Peserta juga difasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB).
‘’Kami juga membantu peserta memahami dunia digitalisasi dengan memanfaatkan aplikasi PNM Digi, serta manfaat menabung di bank. Peserta kami didampingi membuka Tabungan Simpedes UMi, serta Tabungan Emas, dan menjadi agen BRI Link,’’ terangnya.
Melalui PKU ini, PNM juga memberikan pelatihan yang bersifat pendampingan antara PNM dengan nasabah. Tujuannya mendorong nasabah PNM mengetahui pentingnya memiliki perizinan usaha (NIB), sehingga legalitas usahanya terjamin dan dapat meningkatkan fasilitas pembiayaan dari perbankan, peluang mendapatkan pelatihan, dan kesempatan mengikuti pengadaan barang atau jasa pemerintah.
‘’Hal ini pun akan semakin meningkatkan kesejahteraan keluarga dan akhirnya nasabah PNM naik kelas. Digitalisasi juga membantu nasabah mengembangkan usahanya di pasar online. Tidak hanya itu, pemasarannya semakin luas,’’ jelasnya.
Dalam PKU akbar ini, pihak PNM juga menghadirkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Pacitan T Andi Faliandra, Manager Bisnis Mikro BRI Kanca Pacitan Nuryanto dan sejumlah pejabat lintas sektoral.
Sebagai informasi, hingga 31 April tahun ini PNM telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp23,05 triliun kepada nasabah PNM Mekaar yang berjumlah 14.551.096 nasabah. Saat ini PNM memiliki 62 cabang, 3.800 kantor unit layanan PNM Mekaar dan 645 kantor unit layanan PNM ULaMM di seluruh Indonesia yang melayani UMK di 34 provinsi, 513 kabupaten/kota, dan 6.664 kecamatan. (uci/aan/adv) Editor : Hengky Ristanto