KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bulan puasa di depan mata. Biasanya, harga berbagai bahan pokok terkerek. Termasuk di Kota Madiun. Sadar potensi itu, pemkot setempat ambil sikap.
‘’Saat ini, kami sedang melakukan pendataan warga yang sangat membutuhkan bahan pokok,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Minggu (3/3/2024).
Pendataan warga sangat membutuhkan bahan pokok dilakukan ke kelurahan-kelurahan. Setelah data diperoleh, nama-nama yang masuk catatan bakal menjadi prioritas sasaran subsidi.
‘’Berapa data warga yang sangat membutuhkan itu akan kami utamakan untuk mendapat bahan kebutuhan pokok yang murah dan terjangkau,’’ ungkap Ansar.
Pemkot sudah menyediakan sejumlah komoditas bahan pokok. Seperti beras, minyak goreng, dan telur. Penyediaan, kata Ansar, dibatasi.
Tujuannya, agar tidak disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab. ‘’Juga agar pengawasannya tidak terlalu sulit dan tidak ada barang dijual di tempat lain,’’ ujarnya.
Upaya pemkot terkait kestabilan bahan pokok menjelang Ramadan 1445 H itu juga terkait penurunan angka inflasi daerah. Bersamaan sejumlah pelaksanaan program lain dengan tujuan serupa. Seperti, warung tekan (wartek) inflasi.
Kemudian, operasi pasar di Pasar Besar Madiun (PBM) serta Sleko. Pun, operasi pasar keliling dengan sasaran kalangan pedagang kaki lima (PKL).
‘’Wartek sudah buka terus, tidak ada yang sifatnya mengalami kesulitan,’’ kata Wali Kota Maidi. (mg1/den)
HARGA KEBUTUHAN BUMBU DAPUR SAAT INI
Cabai merah: Rp 100.000 per kilogram
Cabai rawit: Rp. 48.000 per kilogram
Cabai keriting: Rp 60.000 per kilogram
Bawang putih Sinco: Rp 34.000 per kilogram
Bawang putih kating: Rp 39.000 per kilogram
Minyak goreng: Rp 15.500 per 900 mililiter
Gula pasir: Rp 17.000 per kilogram
Telur ayam ras: Rp 31.000 per kilogram
Beras medium serang: Rp 15.500–Rp 16.000 per kilogram
Beras medium wangi: Rp 16.000–Rp 16.500 per kilogram
Beras premium: Rp 19.000–Rp 20.000 per kilogram
Beras SPHP: Rp 10.900 per kilogram
Diolah dari berbagai sumber
Editor : Hengky Ristanto