Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pilkada Kota Madiun 2024: Golkar Cabut dari KIM Plus, Pilih Usung Bonie Laksmana-Bagus Rizki

Anggiyan Bayu • Rabu, 7 Agustus 2024 | 14:30 WIB
Ilustrasi pilkada.
Ilustrasi pilkada.

Jawa Pos Radar Madiun – Soliditas Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dalam Pilkada Kota Madiun 2024 tidak utuh.

Di saat Gerindra, PSI, Demokrat, PKB, PKS, dan Nasdem berada dalam satu gerbong mendukung pasangan calon (paslon) Maidi-F Bagus Panuntun (Mapan), Golkar justru memilih keluar barisan.

Kenyataan itu didapati setelah partai berlambang pohon beringin tersebut memutuskan untuk mengusung Bonie Laksmana-Bagus Rizki Dinarwan (Bonus) sebagai bacawali-bacawawali bersama Perindo.

Sekretaris DPC Gerindra Kota Madiun Eko Andy Siswantara menghargai sikap politik Partai Golkar tersebut yang memilih membentuk poros baru.

Padahal, mereka sempat ikut mengantarkan Maidi dalam mendeklarasikan diri sebagai bacawali pada Mei lalu.

‘’Kami menghargai keputusan Partai Golkar. Tapi, sebenarnya akan menjadi suatu posisi yang ideal jika Golkar bergabung dengan kami di koalisi pendukung Pak Maidi,’’ kata Eko, Selasa (6/8).

Meski begitu, dia menilai kemunculan pasangan Bonus itu menunjukkan bahwa demokrasi di Kota Madiun tetap hidup sekalipun dari jumlah paslon yang ikut berkontestasi cenderung menyusut dibanding pemilihan wali kota (pilwakot) sebelumnya.

‘’Ini menunjukkan dinamika (politik) di Kota Madiun semakin bagus. Karena tidak hanya satu paslon, tetapi muncul poros lain,’’ terangnya.

Berdasarkan hitung-hitungan di atas kertas, Maidi memang unggul di berbagai survei. Namun, Eko menyatakan hasil survei bukan penentu segalanya.

Apalagi, Bonie yang notabene merupakan pesaing Maidi memiliki rekam jejak politik apik.

‘’Tentu ini nantinya akan menjadi rivalitas yang menarik. Karena bakal ada adu strategi yang menarik juga. Tapi, saya tetap berkeyakinan kalau kami yang terbaik,’’ yakinnya.

Eko juga menegaskan bahwa partainya siap menggerakkan seluruh sumber daya yang dimiliki Gerindra untuk bisa memenangkan pasangan Mapan sesuai instruksi DPP. ‘’Sudah jelas 100 persen (all out),’’ tegasnya.

Hanya saja, dia mengaku sampai saat ini seluruh partai koalisi belum sempat duduk satu meja untuk melakukan konsolidasi.

Tapi, Eko menyatakan komunikasi antarpartai koalisi tetap berlangsung seperti biasa.

‘’Memang secara formal, kami belum pernah bertemu dalam arti rapat khusus atau untuk membahas strategi politik. Tapi, untuk komunikasi antar koalisi partai politik itu sudah terjadi,’’ ungkapnya.

Senada dengan Eko, Ketua DPD Nasdem Kota Madiun Amanto menilai kemunculan pasangan Bonus menghapus paradigma masyarakat tentang politik bumbung kosong dalam pilwakot tahun ini.

‘’Kalau bumbung kosong itu malah seperti suatu kemunduran demokrasi. Jadi, hal tersebut justru tidak bagus untuk Kota Madiun,’’ ujarnya.

Yang jelas, Amanto menyatakan kesiapannya memenangkan pasangan Mapan dengan tanpa meremehkan Bonus. Karena, baik Bonie maupun Bagus memiliki pengalaman politik yang panjang.

‘’Saya berharap juga nanti ketika sudah penetapan calon agar tim Mapan bisa solid di lapangan,’’ harap mantan anggota DPRD Kota Madiun periode 2014–2019 itu.

Kendati demikian, diakuinya sampai saat ini seluruh partai koalisi pengusung Mapan belum pernak sekali duduk bareng membahas hal-hal yang berkaitan dengan konsolidasi pemenangan.

‘’Tapi, saya berkeyakinan ketika surat rekom sepaket sudah turun semua, pasti seluruh parpol akan diajak untuk duduk satu meja membahas strategi pemenangan,’’ terang Amanto.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Kota Madiun Ngedi Trisno Yhusianto membeberkan surat rekomendasi dari partainya untuk pasangan Mapan bakal diserahkan ke DPP di Jakarta pada Kamis mendatang (8/8).

Bakal keluarnya rekom itu merupakan hasil pertemuan dengan DPW, Senin malam lalu (5/8). ‘’Nanti penyerahannya (rekom) bareng PKS. Kamis (besok) paginya, PKS. Lalu, siangnya gantian PKB,’’ ungkapnya. (ggi/her)

Editor : Wawan Isdarwanto
#pilkada kota madiun 2024 #pkb #Maidi #Golkar