PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – PKK Kelurahan Brotonegaran memiliki program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).
Yakni, pemanfaaan lahan dengan tanaman sayursayuran seperti bayam cabut, terong ungu, tomat, cabai, dan sawi.
Sayangnya, aneka tanaman tersebut tidak bisa tumbuh subur diduga akibat kurang
perawatan.
‘’Tanaman terlihat kering dan tidak sehat. Penyebab utamanya karena
kurangnya perawatan dan asupan air,’’ kata Umi Isnatin, salah seorang anggota
pengabdian masyarakat dosen Universitas Darussalam (Unida) Gontor.
Itu pula yang membuat Umi bersama rekannya Agustin Rani Nurfadilah dan Kartika
Pibriyanti memberikan pelatihan dan pendampingan kepada PKK Kelurahan Brotonegaran.
Terutama terkait pengembangan program KRPL.
‘’Sehingga nantinya sayuran yang dihasilkan bisa menjadi konsumsi bergizi bagi ibu hamil dan balita,’’ ujarnya.
Program itu tidak hanya bermanfaat bagi mitra, tapi juga dosen dan mahasiswa. Dosen
secara langsung memberikan ilmu ke masyarakat lewat pengembangan kebun gizi KRPL.
Mulai perawatan tanaman, pengolahan hasil panen, hingga beternak ayam.
‘’Sehingga PKK Kelurahan Brotonegaran bisa mendukung program ketahanan pangan dan gizi keluarga,’’ bebernya.
Dia juga berharap, mitra PKK kelak akan mentransfer ilmu dan keterampilan yang telah
didapat kepada warga. ‘’Mulai manajemen KRPL, pembibitan, penanaman, sampai panen,’’ pungkasnya. (fac/isd/*)