Jawa Pos Radar Madiun – Tekun melestarikan batik tulis gentongan khas Bangkalan, Darmayanti sukses membawa Batik Sumber Arafat menembus pasar global.
UMKM binaan PT Pertamina Patra Niaga ini kini menjangkau pasar ritel internasional seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura.
Bermula dari warisan sang nenek, Darmayanti memulai usahanya dari nol.
Ia mengusung teknik pewarnaan gentongan—proses pewarnaan alami dalam gentong besar yang bisa memakan waktu hingga setahun.
Motif yang dihasilkan beragam. Mulai flora, fauna, hingga aktivitas keseharian masyarakat Madura.
Kain batik diproses dalam empat tahap, lalu direndam dengan pewarna pohon monduh.
Sejak menjadi mitra Pertamina pada 2002, Batik Sumber Arafat mendapat suntikan modal Rp109 juta.
Pada 2023, Darmayanti ikut kelas Go Global di UMK Academy Pertamina.
Di sanalah ia belajar inovasi produk turunan seperti tas dan sepatu batik kombinasi kulit sapi.
Kini Batik Sumber Arafat punya 75 pekerja, 70 di antaranya perempuan dari Desa Tanjungbumi, Bangkalan.
“Kami ingin terus berkembang bersama masyarakat. Terima kasih untuk Pertamina,” kata Darmayanti.
Area Manager Comm, Rel, & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyatakan dukungannya terhadap UMKM lokal.
“Batik Sumber Arafat jadi contoh nyata keberhasilan kolaborasi dan pembiayaan yang tepat,” ucapnya.
Upaya ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yakni menciptakan lapangan kerja, mendorong kewirausahaan, dan memajukan industri kreatif. (her)
Editor : Hengky Ristanto