Jawa Pos Radar Madiun - Berupa-rupa hal menjadi ciri khas Blitar. Salah satu daerah di Jawa Timur ini juga menyimpan keanekaragaman hayati yang unik sarat makna.
Blitar memilih Nanas Blitar dan Kutilang Gunung sebagai flora dan fauna khas daerah. Keduanya menjadi simbol keanekaragaman hayati yang dimiliki Kabupaten Blitar dan berperan penting dalam potensi ekonomi serta ekosistem lokal.
Nanas Blitar merupakan varietas nanas unggulan yang terkenal akan rasanya yang manis, aroma segar, dan tekstur daging buah yang renyah.
Buah tropis ini tumbuh subur di wilayah lereng Gunung Kelud yang kaya akan mineral vulkanik, menjadikan kualitasnya lebih baik dibandingkan nanas dari daerah lain.
Rasa super manis dan tidak terlalu asam, cocok dikonsumsi langsung atau dijadikan olahan seperti selai, keripik, dan sirup.
Ukuran buah besar dan berwarna cerah, menarik untuk pasar lokal maupun ekspor.
Berkontribusi pada perekonomian daerah, terutama petani lokal yang menjadikan nanas sebagai sumber penghasilan utama.
Bahkan, Nanas Blitar telah beberapa kali tampil dalam ajang pameran buah nasional dan menjadi komoditas unggulan yang mendorong pengembangan agrowisata di Blitar.
Di sisi lain, Kutilang Gunung (Pycnonotus aurigaster) adalah burung khas yang hidup di kawasan pegunungan Blitar, terutama di hutan-hutan lindung sekitar Gunung Kawi dan Kelud.
Burung ini dikenal dengan kicauannya yang merdu dan aktif, sering dianggap simbol kehidupan yang harmonis dengan alam.
Kutilang Gunung punya sejumlah ciri khas. Seperti, tubuh ramping dengan warna dominan coklat abu-abu dan ekor panjang berwarna putih.
Suara kicau yang nyaring dan variatif, sering terdengar saat pagi hari. Hidup berkelompok dan aktif berpindah tempat di antara pepohonan hutan.
Kutilang Gunung juga berperan dalam menjaga ekosistem karena membantu penyebaran biji dan pengendalian hama alami.
Kelestariannya kini menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mencegah kepunahan akibat perburuan liar dan perubahan habitat. (*/den)
Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Deni Kurniawan