Jawa Pos Radar Madiun - Kabupaten Lumajang bukan hanya terkenal dengan pesona Gunung Semeru. Daerah ini juga menyimpan kekayaan hayati yang tak kalah mencengangkan. Pisang Agung resmi jadi flora khas, dan Walangkopo Bilok menjadi fauna khasnya.
Pisang Agung dikenal sebagai varietas pisang lokal dengan ukuran luar biasa. Satu tandannya bisa mencapai lebih dari 40 kilogram, dengan panjang buah mencapai 30 cm.
Tak hanya besar, pisang ini juga manis, legit, dan kaya gizi. Kandungan vitamin C, B6, serta serat di dalamnya menjadikannya sebagai buah unggulan untuk menunjang kesehatan pencernaan.
Buah ini banyak diolah menjadi keripik, sale, hingga aneka kue tradisional. Di sisi ekonomi, Pisang Agung menyumbang pemasukan signifikan bagi petani Lumajang dan telah ditetapkan sebagai komoditas agrowisata unggulan oleh pemerintah daerah.
Sementara di sisi fauna, Lumajang punya Walangkopo Bilok, satwa endemik ini menyerupai tupai terbang ini aktif di malam hari. Hewan ini banyak ditemukan di hutan tropis.
Baik Pisang Agung maupun Walangkopo Bilok kini menghadapi ancaman serius. Dari alih fungsi lahan, degradasi habitat, hingga minimnya edukasi konservasi.
Pemerintah Lumajang bersama kelompok masyarakat kini mulai menggencarkan program pelestarian hayati, termasuk melalui wisata edukatif berbasis alam.
Keberadaan flora dan fauna khas Lumajang ini bukan sekadar soal identitas, tapi juga penopang ekosistem dan sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. (*/den)
*Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Deni Kurniawan