Jawa Pos Radar Madiun - Pernah tersesat ke desa yang namanya persis seperti di daerah lain? Di Jawa Timur (Jatim), itu bukan hal aneh. Provinsi dengan lebih dari 8.000 desa ini menyimpan banyak kejutan.
Termasuk, desa-desa dengan nama yang sama persis namun tersebar di wilayah berbeda.
Fenomena ini menarik untuk ditelusuri dari sisi sejarah, budaya, hingga penamaan lokal.
Berikut ini daftar desa dengan nama yang identik di Jawa Timur yang sering membuat bingung dan bikin jidat berkerut.
1. Desa Banjarsari
- Kabupaten Madiun, Kecamatan Dagangan.
- Kabupaten Ponorogo, Kecamatan Badegan.
- Kabupaten Bojonegoro, Kecamatan Trucuk.
Nama Banjarsari sangat umum di tanah Jawa. Nama ini punya arti pemukiman yang asri. Tak heran, ada beberapa desa dengan nama ini hanya di Jawa Timur.
2. Desa Kedungrejo
- Kabupaten Gresik, Kecamatan Muncar.
- Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Muncar.
- Kabupaten Jombang (Kecamatan Tembelang)
Nama ini berasal dari kata kedung (cekungan air) dan rejo (makmur). Biasanya dipamai untuk untuk desa dengan potensi pertanian.
3. Desa Sumberagung
- Kabupaten Tulungagung, Kecamatan Rejotangan.
- Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Pesanggaran.
- Kabupaten Probolinggo, Kecamatan Sumberasih.
Dengan arti mata air yang agung, nama ini mencerminkan desa-desa yang berada dekat sumber air atau lereng pegunungan.
4. Desa Sukorejo
- Kabupaten Pasuruan, Kecamatan Sukorejo.
- Kabupaten Blitar, Kecamatan Sutojayan.
- Kabupaten Bojonegoro (Kecamatan Malo)
Nama Sukorejo bisa berarti desa bahagia atau makmur, menjadikannya nama favorit di berbagai daerah.
5. Desa Karanganyar
- Kabupaten Ngawi, Kecamatan Karanganyar.
- Kabupaten Pacitan, Kecamatan Kebonagung.
- Kabupaten Jember, Kecamatan Ambulu.
Makna karang (tanah kering/batu) dan anyar (baru) menjadikan nama ini umum di wilayah pesisir maupun lereng.
Kenapa Banyak Nama Sama?
Fenomena ini bisa dijelaskan oleh beberapa faktor.
Seperti, toponimi tradisional. Nama desa kerap diambil dari kondisi geografis atau nama leluhur.
Kemudian, faktor penamaan zaman kolonial. Banyak nama desa yang diduplikasi saat masa registrasi administrasi Hindia Belanda.
Serta, pengaruh bahasa lokal. Penggunaan istilah umum seperti sumber, karang, atau rejo menyebar luas di berbagai kabupaten.
Dengan fenomena seperti ini, bisa jadi ada dua kepala desa (kades) yang menjabat di desa yang sama. Tapi, beda kabupaten, hehe. (den)
Editor : Deni Kurniawan