JAWA POS RADAR MADIUN - Kabupaten Tuban dikenal sebagai Bumi Wali karena sejarah Islamnya yang kuat. Namun, Tuban juga menyimpan kekayaan alam yang luar biasa.
Salah satu kekayaan hayati khas daerah sebagai flora dan fauna khas. Yakni, siwalan (Borassus flabellifer) dan jalak hitam (Sturnus melanopterus) yang menjadi simbol penting ekologi dan budaya setempat.
Siwalan atau yang dikenal juga sebagai lontar, merupakan tanaman khas daerah beriklim kering seperti Tuban.
Pohon ini memiliki banyak manfaat, baik dari segi ekologi maupun ekonomi. Tinggi menjulang dengan daun kipas yang lebar, siwalan menjadi ikon lanskap pedesaan Tuban.
Siwalan kaya manfaat. Nira Siwalan, getah manis dari tandan bunganya dimanfaatkan sebagai bahan dasar minuman tradisional dan gula siwalan.
Buah Siwalan dikenal sebagai legen, buahnya kaya akan air, menyegarkan, dan bernutrisi.
Daunnya sering digunakan sebagai bahan kerajinan, sedangkan batangnya kuat dan awet untuk konstruksi rumah adat.
Tanaman ini juga berperan penting dalam mencegah erosi tanah di daerah pesisir dan membantu konservasi air tanah.
Kemudian, salah satu satwa endemik yang bisa ditemukan di kawasan hutan dan ladang Tuban adalah jalak hitam.
Burung ini dikenal dengan bulu hitam mengkilap, suara nyaring, dan kecerdasannya yang tinggi.
Jalak hitam .emiliki kemampuan menirukan suara manusia dan lingkungan.
Hidup berkelompok dan bersarang di pohon-pohon besar seperti siwalan.
Populasinya menurun karena perburuan liar dan rusaknya habitat alami.
Menariknya lagi, jalak hitam sering ditemukan bersarang di pohon siwalan yang tinggi dan rindang.
Keberadaan pohon siwalan menyediakan tempat berlindung yang aman bagi burung ini dari predator dan panasnya matahari.
Kombinasi antara siwalan dengan jalak hitam sebagai flora dan fauna khas Tuban menciptakan harmoni ekosistem yang patut dijaga. (*/den)
*Fauzia Adelia Cahya Ningrum/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Deni Kurniawan