Jawa Pos Radar Madiun - Mojokerto merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Timur. Daerah ini tak hanya dikenal dengan situs sejarah dan peninggalan Majapahit.
Daerah ini juga menyimpan kekayaan alam berupa flora dan fauna langka.
Salah satunya adalah pohon ketapang dan trenggiling, satwa yang kini terancam punah.
Ketapang (Terminalia catappa) merupakan salah satu flora asli yang tumbuh subur di kawasan Mojokerto, terutama di daerah pinggiran sungai dan lahan terbuka.
Pohon ini dikenal memiliki banyak manfaat dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan.
Penahan erosi tanah jadi manfaat ketapang. Akar ketapang yang kuat membantu mencegah longsor dan abrasi, terutama di wilayah sungai.
Pun, penyerap polusi. Daunnya mampu menyerap polutan udara dan menghasilkan oksigen yang bersih.
Juga sebagai obat herbal alami. Daun ketapang sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan luka dan menurunkan tekanan darah.
Keunikan lain dari pohon ketapang adalah daunnya yang berwarna merah kecoklatan saat gugur, menciptakan pemandangan yang eksotis dan menjadi daya tarik ekowisata di Mojokerto.
Salah satu fauna khas yang bisa ditemukan di wilayah hutan Mojokerto adalah trenggiling (Manis javanica).
Satwa ini dikenal karena tubuhnya yang bersisik dan kebiasaannya menggulung diri saat merasa terancam.
Ini Fakta Menarik tentang Trenggiling Mojokerto:
Pemakan serangga: Trenggiling membantu mengendalikan populasi rayap dan semut secara alami.
Satwa nokturnal: Mereka aktif di malam hari dan sangat sensitif terhadap gangguan.
Dilindungi hukum: Trenggiling termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi di Indonesia dan dunia karena perburuan ilegal dan perdagangan gelap.
Meskipun trenggiling memiliki peran penting dalam rantai makanan, populasinya di Mojokerto terus menurun akibat kerusakan habitat dan perburuan.
Pemerintah daerah dan komunitas lingkungan kini aktif melakukan konservasi dan edukasi untuk melindungi satwa unik ini.
Menjaga flora dan fauna Mojokerto seperti ketapang dan trenggiling bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat.
Melalui edukasi, konservasi, dan dukungan terhadap kebijakan lingkungan, kita bisa memastikan bahwa keanekaragaman hayati Mojokerto tetap lestari untuk generasi mendatang. (*/den)
*Oktaviani Dwi Ramadhani/Politeknik Negeri Madiun
Editor : Deni Kurniawan