Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Salak Bangkalan dan Itik Dabung: Warisan Alam Bangkalan yang Bernilai Ekonomi dan Budaya

Deni Kurniawan • Kamis, 19 Juni 2025 | 23:21 WIB
Flora dan fauna khas Bangkalan.
Flora dan fauna khas Bangkalan.

Jawa Pos Radar Madiun - Kabupaten Bangkalan yang berada di Pulau Madura, Jawa Timur, menyimpan potensi alam yang tak hanya indah. Tetapi, juga kaya akan flora dan fauna khas.

Dua di antaranya yang menjadi kebanggaan daerah ini adalah Salak Bangkalan sebagai flora lokal unggulan dan Itik Dabung sebagai fauna khas yang unik dan langka.

Keduanya memiliki nilai ekonomi dan budaya yang penting bagi masyarakat setempat.

Salak Bangkalan merupakan salah satu jenis buah salak yang tumbuh subur di tanah Madura.

Ciri khasnya terletak pada daging buah yang manis, renyah, dan memiliki aroma khas yang menggugah selera.

Berbeda dengan salak pondoh atau salak bali, Salak Bangkalan memiliki ukuran yang sedang, kulit buah berwarna coklat gelap, dan rasa yang lebih seimbang antara manis dan sepat.

Tanaman salak ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat pedesaan dan menjadi komoditas lokal yang mendukung perekonomian.

Selain rasanya yang lezat, buah salak juga dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan, seperti memperlancar pencernaan, menjaga daya tahan tubuh, hingga sebagai sumber antioksidan alami.

Tak hanya terkenal dengan hasil pertanian, Kabupaten Bangkalan juga memiliki satwa lokal yang unik, yaitu Itik Dabung.

Fauna ini dikenal sebagai jenis itik khas Madura dengan ciri tubuh agak besar, warna bulu coklat keabu-abuan, dan suara khas yang berbeda dari itik pada umumnya.

Itik Dabung banyak ditemukan di daerah pesisir dan tambak, karena habitat alaminya dekat dengan sumber air.

Keunggulan utama dari itik ini adalah kemampuannya bertelur secara konsisten serta kualitas dagingnya yang gurih.

Karena itulah, Itik Dabung mulai dilirik sebagai potensi usaha ternak yang menjanjikan.

Namun, populasi Itik Dabung saat ini mulai menurun akibat hilangnya habitat alami dan kurangnya perhatian dalam pelestarian.

Oleh karena itu, perlu adanya upaya konservasi dan edukasi masyarakat agar fauna khas ini tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (*/den)

*Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#flora #Fauna #Salak bangkalan #khas #madura #Itik dabung #bangkalan #flora dan fauna