Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lebih Dekat dengan Karika dan Dombos sebagai Flora dan Fauna Khas Wonosobo

Deni Kurniawan • Senin, 23 Juni 2025 | 23:04 WIB
Flora dan fauna khas Wonosobo.
Flora dan fauna khas Wonosobo.

Jawa Pos Radar Madiun - Wonosobo tak hanya terkenal dengan keindahan alam Dieng, tapi juga menyimpan kekayaan hayati unik yang jarang diketahui banyak orang.

Salah satunya adalah buah Karika, si pepaya Dieng, yang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi dan menjadi primadona oleh-oleh khas pegunungan.

Tak hanya dari sisi flora, Wonosobo juga memiliki fauna unggulan bernama domba Wonosobo atau dombos.

Domba hasil persilangan ini memiliki banyak keistimewaan yang menjadikannya aset berharga di bidang peternakan dan edukasi wisata. Simak penjelasannya dibawah ini.

Dataran tinggi di Wonosobo memiliki buah tropis langka yang tak bisa hidup di dataran rendah namanya Karika, sering dijuluki sebagai pepaya Dieng.

Meski mirip pepaya, Karika justru berasal dari Pegunungan Andes dan hanya bisa tumbuh subur di suhu dingin seperti di kawasan Dieng.

Keunikannya tak berhenti di situ. Karika punya tekstur daging yang lebih kenyal, rasa asam-manis yang segar, dan aroma harum yang khas.

Tidak seperti pepaya biasa, Karika lebih sering diolah menjadi manisan premium yang banyak diburu wisatawan sebagai oleh-oleh khas Wonosobo.

Yang menarik, meski Karika termasuk tanaman tropis, dia justru mati jika ditanam di dataran rendah.

Inilah yang membuat Karika jadi tanaman eksklusif dari pegunungan Jawa Tengah yang tak bisa ditanam sembarangan.

Sebuah kekayaan hayati lokal yang belum banyak orang tahu.

Namun, menyimpan potensi ekonomi dan wisata yang besar bagi masyarakat Wonosobo.

Tak hanya menyimpan potensi luar biasa dari sisi tumbuhan, Wonosobo juga memiliki kekayaan fauna yang tak kalah menarik untuk dikenali.

Salah satunya adalah Domba Wonosobo yang dikenal dengan sebutan dombos.

Dombos merupakan hasil persilangan unik antara domba lokal dan domba Texel asal Belanda.

Sekilas tampil seperti domba biasa, namun siapa sangka hewan ini memiliki daya tahan tubuh tinggi terhadap cuaca dingin pegunungan dan pertumbuhan otot yang sangat cepat.

Yang jarang orang tahu, bulu domba Wonosobo tergolong tebal dan bersih sehingga kerap dijadikan ikon dalam kontes ternak nasional.

Tak hanya itu, domba ini juga dikenal lebih tenang dan mudah dilatih dibanding jenis domba lainnya, membuatnya populer sebagai hewan edukasi di kawasan wisata peternakan.

Keunikan lainnya, domba Wonosobo memiliki pola makan yang efisien dan mampu tumbuh sehat meski hanya diberi pakan lokal seperti rumput gajah dan daun jagung.

Itu menjadikannya aset ternak unggulan di dataran tinggi Jawa Tengah. (*/den)

*Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#Karika #flora #Dombos #wonosobo #Fauna #Domba Wonosobo #khas #Pepaya dieng #flora dan fauna