Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Srigading dan Kacer Jawa, Flora dan Fauna Khas yang Penting sebagai Identitas Pemalang

Deni Kurniawan • Senin, 23 Juni 2025 | 23:15 WIB
Flora dan fauna khas Pemalang.
Flora dan fauna khas Pemalang.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemalang, sebuah kabupaten yang terletak di pesisir utara Jawa Tengah, tidak hanya dikenal dengan alamnya yang memesona, tapi juga kaya akan keanekaragaman hayati.

Dua yang menarik perhatian adalah flora Srigading dan fauna Burung Kacer Jawa yang menghuni kawasan ini.

Flora dan fauna khas ini yang tidak hanya menjadi kekayaan alam tapi juga warisan budaya dan ekologis penting di Pemalang.

Flora Srigading: Keindahan dan Manfaat yang Menawan

Srigading adalah sejenis tanaman yang termasuk dalam keluarga anggrek, dikenal secara ilmiah dengan nama Coelogyne spp. Tanaman ini tumbuh alami di daerah hutan tropis, termasuk kawasan hutan di Pemalang.

Srigading memiliki bunga yang cantik dan beraroma harum, seringkali berwarna putih dengan corak kuning atau cokelat pada bagian tengahnya, membuatnya sangat menarik perhatian para pecinta flora.

Keunikan dan Peran Ekologis Srigading

Keindahan visual: Srigading sering disebut sebagai permata hutan karena keindahan bunganya yang eksotis.

Habitat asli: Tanaman ini biasanya tumbuh menempel pada pohon besar di hutan dengan ketinggian tertentu, memanfaatkan kelembapan dan naungan alami.

Manfaat ekologis: Sebagai bagian dari ekosistem hutan, Srigading berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan, menyediakan sumber nektar bagi serangga penyerbuk seperti lebah dan kupu-kupu.

Di Pemalang, Srigading juga memiliki nilai budaya dan estetika. Banyak masyarakat lokal yang menjadikan bunga ini simbol keindahan dan kemurnian. Bahkan, Srigading kerap digunakan dalam upacara adat dan dekorasi tradisional.

Fauna Burung Kacer Jawa: Sang Penyanyi Hutan yang Memikat

Burung Kacer Jawa (Copsychus malabaricus) adalah salah satu burung yang populer di kalangan penggemar burung kicau di Indonesia.

Burung ini dikenal dengan warna bulu hitam mengkilap di kepala dan punggung serta perut putih, serta suaranya yang merdu dan bervariasi.

Habitat alami: Burung Kacer Jawa biasanya ditemukan di hutan-hutan tropis, semak belukar, dan perkebunan di wilayah Pemalang.

Sifat dan kebiasaan: Burung ini termasuk jenis yang agresif mempertahankan wilayahnya, namun sangat atraktif saat bernyanyi, terutama pada pagi dan sore hari.

Peran ekologi: Sebagai pemakan serangga, Burung Kacer berperan dalam pengendalian hama alami di ekosistem sekitar, sehingga membantu menjaga keseimbangan alam.

Sayangnya, populasi Burung Kacer Jawa mulai terancam oleh perburuan dan alih fungsi lahan.

Di Pemalang, beberapa komunitas dan pecinta burung aktif melakukan upaya pelestarian, mulai dari edukasi masyarakat hingga pengembangan habitat buatan.

Kedua elemen flora dan fauna khas ni bukan hanya keindahan visual atau objek penelitian semata.

Mereka adalah bagian vital dari ekosistem yang menjaga keseimbangan lingkungan di Pemalang.

Flora Srigading dan fauna Burung Kacer Jawa saling terkait dalam rantai makanan dan siklus alam yang rumit.

Pelestarian mereka berarti menjaga keberlanjutan lingkungan, meningkatkan kualitas udara, dan mendukung kehidupan makhluk hidup lain.

Selain itu, keberadaan mereka juga menjadi daya tarik wisata alam yang potensial, membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

Jika kamu tertarik dengan keanekaragaman alam Indonesia, khususnya dari Pemalang, jangan lupa untuk mengunjungi dan ikut serta dalam menjaga kelestarian flora dan fauna unik ini. (*/den)

*Oktaviani Dwi Ramadhani/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#flora #Fauna #pemalang #Kacer Jawa #Srigading #flora dan fauna