Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Mitos Pohon Berjalan dan si Burung Pintar sebagai Flora dan Fauna Khas Blora

Deni Kurniawan • Rabu, 25 Juni 2025 | 20:12 WIB
Flora dan Fauna Khas Blora.
Flora dan Fauna Khas Blora.

Jawa Pos Radar Madiun - Di balik megahnya hutan jati yang membentang di Kabupaten Blora, tersembunyi kisah-kisah mistis dan keunikan alam yang belum banyak terungkap.

Mulai dari pohon-pohon yang diyakini bisa berjalan hingga kehadiran burung cerdas bernama Betet Blora yang hidup berdampingan dengan warisan hijau tersebut.

Kabupaten Blora di Jawa Tengah tidak hanya dikenal sebagai lumbung jati nasional, tetapi juga menyimpan misteri dan keunikan dari tumbuhan jati yang jarang diketahui secara luas.

Hutan jati Blora bukan sekadar kawasan hijau, tetapi juga tempat tumbuhnya pohon-pohon dengan karakter aneh dan unik yang membedakannya dari jati di daerah lain.

Salah satu mitos yang berkembang di masyarakat lokal adalah keberadaan pohon jati yang dapat berpindah tempat atau berjalan secara misterius.

Fenomena ini diyakini karena letak pohon yang tampak berubah dalam kurun waktu tertentu, padahal sebenarnya ini bisa jadi karena pertumbuhan akar yang menyebabkan batang tumbuh miring atau bergeser.

Meski belum terbukti secara ilmiah, kisah ini menjadi bagian dari cerita rakyat yang menambah aura mistis hutan jati Blora.

Jati Blora dikenal memiliki kualitas kayu yang sangat tinggi.

Tekstur seratnya rapat, warna kayunya lebih tua, dan kandungan minyak alaminya tinggi.

Hal ini membuat kayu jati dari Blora lebih tahan terhadap rayap dan mengerikan.

Berbeda dengan banyak tumbuhan tropis lainnya, jati Blora menggugurkan daunnya saat kemarau tiba.

Proses ini bukan karena kerusakan, melainkan kondisi alami untuk menghemat udara.

Namun yang menarik, proses rontoknya daun terjadi hampir serentak di seluruh hutan, menciptakan lanskap eksotis yang tampak seperti musim gugur di negara empat musim.

Masyarakat Blora menjadikan jati sebagai simbol kekuatan dan keteguhan.

Kayu jati digunakan tidak hanya untuk bangunan, tetapi juga dalam upacara adat, pembuatan pusaka, hingga dipercaya memiliki energi perlindungan.

Ada juga larangan-larangan tak tertulis terkait menebang pohon jati di tempat tertentu, karena diyakini bisa membawa sial jika tidak disertai ritual khusus.

Menariknya, di balik kepercayaan masyarakat terhadap pohon jati, terdapat pula kekayaan fauna yang hidup berdampingan dengannya salah satunya adalah burung Betet Biasa yang kerap terlihat beterbangan di sekitar hutan-hutan jati Blora.

Betet Biasa adalah sejenis burung paruh bengkok dari keluarga Psittacidae.

Ia memiliki bulu hijau terang, dengan leher berwarna merah muda dan paruh berwarna jingga yang mencolok.

Ukurannya sedang, sekitar 35 cm, dan sering terlihat beterbangan di sekitar hutan, perkebunan, hingga perkampungan di wilayah Blora.

Betet termasuk burung yang sangat sosial dan pintar.

Ia bisa membentuk "komunitas kecil" bersama kelompoknya dan berkomunikasi dengan suara keras dan berirama.

Betet juga diketahui mampu membuka kunci kandang sederhana menunjukkan kecerdasannya yang tinggi.

Salah satu keanehan dari Betet adalah sifat yang setia.

Burung ini dikenal sangat monogami dan hanya memiliki satu pasangan seumur hidup.

Jika pasangannya mati, betet bisa menolak kawin lagi atau bahkan mengalami stres berat.

Uniknya, populasi betet di Blora memiliki kebiasaan menghisap getah pohon jati muda.

Kebiasaan ini jarang ditemukan pada betet di daerah lain.

Diduga, getah jati memberi efek tertentu pada sistem pencernaan atau sekadar sebagai sumber mineral alami.

Penduduk lokal percaya bahwa betet sering memberi "tanda bahaya" di hutan.

Jika ada pemburu, ular, atau perubahan cuaca ekstrem, kawanan akan bersuara keras secara bersamaan.

Fenomena ini menjadikan betet sebagai alarm hidup bagi warga sekitar. (*/den)

*Emailia Suharso/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#flora #jati #Fauna #Betet #blora #flora dan fauna