Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Keunikan Flora Dadap Serep dan Fauna Gelatik Madu: Kekayaan Alam Magelang yang Menakjubkan

Deni Kurniawan • Kamis, 26 Juni 2025 | 21:43 WIB
Flora dan fauna khas Magelang.
Flora dan fauna khas Magelang.

Jawa Pos Radar Madiun - Magelang, salah satu kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya terkenal dengan Candi Borobudur.

Di balik pesonanya, Magelang juga menyimpan kekayaan alam berupa flora dan fauna yang unik dan memikat.

Dua di antaranya adalah Dadap Serep (flora khas) dan Gelatik Madu (fauna endemik yang memikat). Keduanya menjadi simbol keanekaragaman hayati yang wajib kita jaga dan lestarikan.

Dadap Serep (Erythrina subumbrans) adalah salah satu tanaman pelindung yang tumbuh subur di kawasan tropis, termasuk di wilayah Magelang.

Tanaman ini dikenal karena batangnya yang kokoh dan daunnya yang rimbun, menjadikannya pelindung alami dari sinar matahari yang terik.

Dalam bahasa lokal, tanaman ini sering digunakan sebagai peneduh kopi dan kakao, serta pagar hidup alami.

Daun lebar dan hijau yang mampu menahan panas dan menjaga kelembaban tanah.

Bunga berwarna merah menyala yang menarik serangga penyerbuk.

Akar yang kuat, mencegah erosi tanah sangat penting untuk wilayah berbukit seperti Magelang.

Dapat digunakan sebagai pakan ternak dan pupuk hijau alami.

Karena manfaatnya yang banyak, Dadap Serep sering dimanfaatkan petani di lereng Merbabu dan Sumbing sebagai tanaman multifungsi yang mendukung pertanian berkelanjutan.

Gelatik Madu (Aethopyga spp.) adalah burung kecil dari keluarga Sunbird yang banyak dijumpai di kawasan pegunungan Magelang.

Burung ini disebut "gelatik madu" karena kegemarannya menghisap nektar dari bunga-bunga tropis, mirip seperti burung kolibri.

Gelatik Madu punya beberapa ciri unik. Seperti, ukuran tubuh kecil, sekitar 10–12 cm.

Bulu warna-warni kombinasi biru metalik, hijau, kuning, dan merah.

Paruh melengkung ramping, ideal untuk menghisap nektar.

Kicauan merdu yang khas, sering terdengar di pagi hari di sekitar ladang dan hutan.

Gelatik Madu tidak hanya cantik, tetapi juga berperan penting dalam penyerbukan tanaman.

Sayangnya, habitat burung ini semakin terancam karena alih fungsi lahan dan perburuan liar.

Oleh karena itu, konservasi habitat dan edukasi masyarakat menjadi hal yang krusial untuk mempertahankan keberadaan mereka.

Melestarikan flora seperti Dadap Serep dan fauna seperti Gelatik Madu bukan hanya tentang menjaga keindahan alam Magelang, tapi juga memastikan keseimbangan ekosistem tetap terjaga.

Edukasi lingkungan, penghijauan, dan penghentian perburuan liar adalah langkah nyata yang bisa kita lakukan bersama.

Magelang menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang luar biasa. Dadap Serep sebagai pelindung alami, dan Gelatik Madu sebagai penyerbuk tropis, adalah bagian dari warisan alam yang patut kita banggakan.

Mari bersama-sama mengenal, mencintai, dan menjaga flora dan fauna lokal demi masa depan yang lebih hijau dan seimbang. (*/den)

*Oktaviani Dwi Ramadhani/Politeknik Negeri Madiun

Editor : Deni Kurniawan
#flora #Fauna #khas #magelang #flora dan fauna